Tanjab barat,detiksatu.com || Secangkir kopi menjadi pembuka obrolan hangat antara Kapolres Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat) AKBP Ramadhanil, S.H., S.I.K., M.H., bersama awak media, Jumat (2/10/2026).
Namun, coffee morning yang berlangsung dalam suasana santai tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi.
Di balik obrolan ringan, berbagai persoalan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat ikut menjadi pembahasan.
Mulai dari keselamatan berlalu lintas, minimnya kesadaran masyarakat menggunakan helm, hingga persoalan geng motor menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut.
Bagi Kapolres Ramadhanil, komunikasi antara kepolisian dan awak media merupakan bagian penting dalam membangun situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.
Melalui coffee morning, Kapolres membuka ruang komunikasi yang lebih dekat dengan insan pers.
Tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mendengarkan berbagai persoalan dan dinamika yang berkembang di tengah masyarakat.
Dari Secangkir Kopi, Lahir Pesan Keselamatan
Salah satu isu yang mendapat perhatian dalam perbincangan tersebut adalah masih ditemukannya masyarakat yang berkendara tanpa menggunakan helm.
Kapolres Ramadhanil mengingatkan bahwa penggunaan helm bukan semata-mata untuk menghindari teguran atau penindakan polisi.
Lebih dari itu, helm merupakan perlengkapan keselamatan yang dapat melindungi kepala ketika terjadi kecelakaan.
“Helm itu untuk keselamatan diri sendiri.
Seandainya terjadi kecelakaan, helm dapat melindungi kepala dari benturan keras,” pesan Kapolres.
Ia berharap kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas terus meningkat. Menurutnya, keselamatan di jalan raya harus dimulai dari kesadaran masing-masing pengendara.
Pesan tersebut menjadi salah satu poin penting dalam obrolan coffee morning yang berlangsung bersama awak media.
Geng Motor, Kapolres Kedepankan Pembinaan
Selain keselamatan berlalu lintas, persoalan geng motor juga menjadi bagian dari pembahasan.
Kapolres Ramadhanil menegaskan bahwa kelompok anak muda yang berpotensi mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat perlu mendapatkan perhatian.
Namun, pendekatan yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada penindakan. Pembinaan terhadap generasi muda dinilai penting agar mereka tidak terjerumus ke dalam kegiatan yang dapat meresahkan masyarakat.
“Geng motor harus diberi pembinaan.
Kita berharap tidak ada lagi geng motor di Tanjung Jabung Barat,” tegasnya.
Kapolres menilai, upaya menjaga generasi muda membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari kepolisian, orang tua, tokoh masyarakat hingga lingkungan pendidikan.
Media Jadi Mitra Strategis Kepolisian
Di sisi lain, coffee morning bersama awak media menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antara Polres Tanjab Barat dengan insan pers.
Kapolres Ramadhanil menyadari bahwa media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat sekaligus mengedukasi publik mengenai pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban.
Karena itu, komunikasi yang terbangun dalam suasana santai diharapkan tidak berhenti pada kegiatan coffee morning saja, tetapi terus berlanjut dalam berbagai kegiatan dan persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat.
Bagi Kapolres, kepolisian dan media memiliki ruang masing-masing dalam memberikan kontribusi bagi daerah.
Polisi menjaga keamanan dan memberikan pelayanan, sementara media membantu menyampaikan informasi serta edukasi kepada masyarakat.
Suasana coffee morning pun menjadi semakin cair.
Berbagai persoalan dibahas secara terbuka, menjadikan pertemuan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang bertukar informasi antara kepolisian dan awak media.
Kapolres Ramadhanil berharap sinergi tersebut terus terjaga sehingga berbagai pesan kamtibmas dapat lebih cepat diterima masyarakat.(Hen)