Kisah Indra Saputra: Anak Tukang Becak yang Bangun Usaha Kuliner Ngopi di Kebon Awi

Kisah Indra Saputra: Anak Tukang Becak yang Bangun Usaha Kuliner Ngopi di Kebon Awi

Oktober 19, 2026 | Oktober 19, 2026 WIB Last Updated 2026-10-19T03:53:26Z
Jakarta,detiksatu.com || Latar belakang keluarga bukanlah penghalang untuk meraih masa depan yang lebih baik. Prinsip itulah yang tergambar dalam perjalanan Indra Saputra, putra asli Sukabumi yang merintis usaha kuliner bernama Ngopi di Kebon Awi di tengah persaingan bisnis makanan dan minuman.

Lahir dari keluarga sederhana dengan ayah yang pernah bekerja sebagai tukang becak, Indra menjalani perjalanan hidupnya dengan membangun usaha di tanah kelahirannya. Ia memanfaatkan peluang yang ada di lingkungan keluarganya hingga mengembangkan sebuah kebun menjadi tempat kuliner dengan konsep natural and homey.

Ngopi di Kebon Awi resmi dibuka pada 26 Juli 2025. Berlokasi di kawasan Ciseureuh Talang, Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, Jawa Barat, tempat ini hadir dengan suasana hijau dan area terbuka yang memberikan karakter tersendiri.

Perjalanan Indra bukan sekadar cerita tentang membuka tempat usaha. Di baliknya, terdapat proses melihat peluang, mengambil keputusan, dan membangun bisnis secara bertahap di tengah persaingan industri kuliner.

Dari Keluarga Sederhana Menuju Dunia Usaha

Tumbuh dalam keluarga sederhana menjadi bagian penting dari latar belakang kehidupan Indra. Ayahnya pernah bekerja sebagai tukang becak, pekerjaan yang mencerminkan perjuangan mencari nafkah melalui kerja keras sehari-hari.

Latar belakang tersebut menjadi bagian dari perjalanan hidupnya sebelum menekuni dunia usaha. Indra kemudian berupaya membangun jalannya sendiri dengan mengembangkan bisnis di Kota Sukabumi.

Perjalanan seorang pengusaha tidak selalu dimulai dengan modal besar, fasilitas lengkap, atau lingkungan yang memberikan banyak kemudahan. Keberanian mengambil peluang, kemampuan membaca kebutuhan pasar, serta ketekunan menjalani proses menjadi sejumlah hal yang diperlukan untuk membangun usaha.

Namun, keberanian memulai hanyalah langkah awal. Setelah bisnis berjalan, tantangan berikutnya adalah menjaga kualitas produk, memberikan pelayanan yang baik, serta menciptakan pengalaman yang membuat pelanggan ingin kembali.

Hal itulah yang menjadi bagian dari perjalanan Indra dalam mengembangkan Ngopi di Kebon Awi sebagai usaha kuliner lokal.

Kebun Keluarga Disulap Menjadi Tempat Kuliner

Salah satu bagian menarik dari perjalanan Indra adalah pemanfaatan lahan yang sebelumnya merupakan kebun keluarga.

Lahan tersebut dahulu dikelola oleh orang tuanya. Indra kemudian membeli kembali lahan itu dan mengembangkannya menjadi tempat usaha kuliner yang kini dikenal dengan nama Ngopi di Kebon Awi.

Keputusan tersebut memperlihatkan bagaimana lingkungan yang dekat dengan kehidupan seseorang dapat membuka peluang untuk membangun bisnis. Lahan yang sebelumnya memiliki fungsi sebagai kebun keluarga kemudian dikembangkan menjadi tempat usaha dengan nilai ekonomi.

Alih-alih menghadirkan konsep kafe yang sepenuhnya terpisah dari lingkungan sekitarnya, Ngopi di Kebon Awi mempertahankan nuansa hijau dan area terbuka sebagai bagian dari identitasnya.

Konsep natural and homey menjadi karakter yang membedakan tempat ini. Pengunjung dapat menemukan suasana kuliner yang mengedepankan nuansa kebun, meskipun lokasinya berada di dalam gang permukiman.

Keunikan lokasi tersebut menjadi salah satu daya tarik yang dapat dikembangkan. Meski demikian, keberlangsungan usaha tetap membutuhkan pengelolaan yang konsisten, mulai dari mutu sajian hingga kenyamanan dan pelayanan kepada pelanggan.

Membangun Identitas di Tengah Persaingan Kuliner

Industri kuliner merupakan sektor usaha yang menawarkan peluang sekaligus persaingan ketat. Konsumen memiliki banyak pilihan tempat untuk menikmati makanan dan minuman, berkumpul bersama teman, maupun menghabiskan waktu bersama keluarga.

Dalam situasi tersebut, identitas sebuah usaha tidak cukup dibangun hanya melalui nama atau konsep tempat. Kualitas produk, harga yang sesuai, pelayanan, dan pengalaman pelanggan turut menentukan bagaimana sebuah bisnis dikenal masyarakat.

Ngopi di Kebon Awi memiliki identitas melalui konsep kebun yang hijau dan suasana yang terasa dekat dengan lingkungan rumah. Karakter tersebut menjadi modal awal untuk memperkenalkan usaha kepada masyarakat Sukabumi.

Namun, mempertahankan pelanggan memerlukan upaya berkelanjutan. Pengelola perlu memahami kebutuhan konsumen, menerima masukan, dan melakukan evaluasi terhadap berbagai aspek operasional.

Bagi Indra, pengembangan Ngopi di Kebon Awi menjadi bagian dari proses membangun usaha di daerah sendiri. Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa merintis bisnis bukan hanya tentang menghadirkan sesuatu yang berbeda, tetapi juga tentang kemampuan menjaga kepercayaan pelanggan dari waktu ke waktu.

Rendah Hati dan Terus Belajar

Selain perjalanan membangun bisnis, karakter pribadi juga menjadi bagian penting dalam kehidupan seorang pengusaha.

Sikap rendah hati, kesediaan mendengarkan masukan, dan kemauan untuk terus belajar dapat membantu pelaku usaha menghadapi perubahan. Dalam bisnis kuliner, masukan pelanggan dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas sajian maupun pelayanan.

Perjalanan usaha juga tidak selalu berjalan mulus. Perubahan selera konsumen, persaingan harga, biaya operasional, dan kebutuhan menjaga kualitas merupakan tantangan yang perlu dihadapi dengan perencanaan matang.

Karena itu, keberhasilan membangun usaha tidak semata-mata dilihat dari berdirinya sebuah tempat atau dikenal luasnya nama bisnis. Kemampuan mempertahankan operasional, mengelola sumber daya, dan membangun hubungan baik dengan pelanggan juga menjadi bagian dari proses tersebut.

Ngopi di Kebon Awi kini menjadi bagian dari kiprah Indra Saputra sebagai pelaku usaha kuliner di Sukabumi. Perkembangannya ke depan akan bergantung pada bagaimana identitas yang telah dibangun dapat berjalan seiring dengan kualitas produk dan pengalaman yang diberikan kepada pengunjung.

Inspirasi bagi Generasi Muda Sukabumi

Kisah Indra memberikan perspektif bagi generasi muda bahwa latar belakang keluarga tidak harus menjadi batas dalam merencanakan masa depan.

Berangkat dari keluarga sederhana, seseorang tetap memiliki kesempatan untuk belajar, mengenali potensi di sekitarnya, dan membangun usaha melalui langkah-langkah yang diperhitungkan.

Pengalaman Indra memanfaatkan kembali kebun keluarga menjadi tempat kuliner juga memperlihatkan pentingnya melihat peluang dari lingkungan terdekat. Sesuatu yang selama ini dianggap biasa dapat memiliki nilai berbeda ketika dikelola dengan perencanaan dan tujuan yang jelas.

Meski demikian, setiap perjalanan usaha memiliki tantangan masing-masing. Semangat dan keberanian perlu disertai kemampuan mengelola bisnis, memahami pasar, serta menjaga konsistensi agar usaha dapat bertahan dalam jangka panjang.

Sebagai putra asli Sukabumi, Indra memilih mengembangkan bisnisnya di tanah kelahiran. Ngopi di Kebon Awi menjadi bagian dari upayanya membangun usaha sekaligus menambah keragaman pilihan kuliner di daerah tersebut.

Perjalanan Indra Saputra mengingatkan bahwa membangun masa depan tidak selalu harus dimulai dari tempat yang jauh atau dengan fasilitas yang serba lengkap. Peluang dapat tumbuh dari lingkungan sendiri, sementara keberlanjutan usaha ditentukan oleh proses, keputusan, dan upaya yang dilakukan secara konsisten.

Tentang Ngopi di Kebon Awi

Ngopi di Kebon Awi merupakan usaha kuliner milik Indra Saputra yang berlokasi di kawasan Ciseureuh Talang, Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, Jawa Barat. Resmi dibuka pada 26 Juli 2025, tempat ini mengusung konsep natural and homey dengan suasana hijau dan area terbuka sebagai bagian dari identitas usahanya.
(Nina)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Kisah Indra Saputra: Anak Tukang Becak yang Bangun Usaha Kuliner Ngopi di Kebon Awi

Trending Now