Jakarta pusat,detiksatu.com || Forum Juang Ononiha (FJO) bersama Tim Kuasa Hukum BASA diterima dalam audiensi oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Republik Indonesia untuk menyampaikan aspirasi sekaligus meminta perhatian terhadap proses penanganan perkara meninggalnya Yarman Telaumbanua, yang oleh pihak keluarga dan kuasa hukum diduga memiliki sejumlah kejanggalan dan perlu mendapatkan perhatian serius. (05/10/2026)
Audiensi tersebut menjadi bagian dari langkah keluarga korban bersama Tim Kuasa Hukum BASA dan Forum Juang Ononiha dalam mendorong proses hukum yang transparan, objektif, serta memberikan kepastian dan rasa keadilan bagi keluarga almarhum.
Dalam pertemuan tersebut, FJO bersama Tim Kuasa Hukum BASA menyampaikan sejumlah hal terkait perkembangan penanganan perkara, termasuk persoalan penghentian penyelidikan oleh Polres Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, serta aspirasi keluarga korban mengenai perlunya pengungkapan fakta secara menyeluruh atas penyebab kematian Yarman Telaumbanua.
Yarman Telaumbanua diketahui merupakan seorang juru mudi kapal tunda (tugboat) milik PT Jhonlin Marine Trans yang meninggal dunia ketika sedang menjalankan pekerjaannya.
Sebelumnya, perkara tersebut telah dilaporkan ke kepolisian dengan nomor LP/A/07/VII/2026/SPKT.SATPOLARUD/POLRES TANAH BUMBU/POLDA KALIMANTAN SELATAN, tertanggal 29 Juli 2026. Namun, pihak keluarga dan kuasa hukum kemudian mempertanyakan diterbitkannya SP3 pada 22 September 2026.
Selain persoalan penghentian penyelidikan, keluarga korban juga menyampaikan keinginan untuk memperoleh kepastian mengenai kondisi dan penyebab kematian almarhum melalui langkah-langkah hukum yang dianggap diperlukan, termasuk permohonan ekshumasi untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.
fjo minta kasus ditangani secara transparan
Forum Juang Ononiha menegaskan bahwa kehadiran mereka dalam audiensi bersama Tim Kuasa Hukum BASA merupakan bentuk dukungan terhadap keluarga korban dalam memperoleh akses terhadap keadilan.
Ketua Forum Juang Ononiha (FJO), April Julianus Daeli, menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mengawal proses hukum tersebut melalui jalur konstitusional dan mekanisme hukum yang berlaku.
«“Kami hadir untuk memastikan aspirasi keluarga korban dapat disampaikan kepada lembaga negara yang memiliki kewenangan di bidang hak asasi manusia. Kami berharap seluruh proses dapat berjalan secara transparan, objektif dan memberikan kepastian hukum bagi keluarga almarhum Yarman Telaumbanua,” ujar April Julianus Daeli.»
Menurut FJO, persoalan ini tidak hanya menyangkut kepentingan keluarga korban, tetapi juga menjadi perhatian terhadap pentingnya penghormatan terhadap hak setiap warga negara untuk memperoleh keadilan dan perlindungan hukum.
komnas ham diharapkan memberikan perhatian
FJO dan Tim Kuasa Hukum BASA berharap audiensi tersebut menjadi salah satu langkah untuk membuka ruang penelusuran dan pemantauan terhadap proses penanganan perkara sesuai kewenangan Komnas HAM.
Pihak keluarga juga berharap seluruh informasi, dokumen, serta keterangan yang disampaikan dalam audiensi dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menindaklanjuti persoalan tersebut sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Forum Juang Ononiha menegaskan akan terus mendampingi dan mengawal perjuangan keluarga Yarman Telaumbanua secara damai, konstitusional, serta melalui mekanisme hukum yang tersedia.
“Keadilan bagi keluarga korban harus diperjuangkan melalui proses hukum yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.”(Setiaman Z)