Gunungsitoli , detiksatu.com II Dukungan terhadap pelestarian situs budaya di Kota Gunungsitoli terus mengalir dari masyarakat. Setelah proses pemugaran Tugu Marga Zega (Gowe Mado Zega) di Dusun 2 Desa Tetehosi Afia, Gunungsitoli Utara, selesai 100 persen, warga setempat kembali menunjukkan kepeduliannya dengan menghibahkan sebidang lahan untuk fasilitas pendukung.
Lahan seluas 42x20 meter yang terletak tepat di depan gereja BNKP Jemaat Orodua Tetehosi Afia tersebut dihibahkan secara sukarela tanpa ganti rugi oleh dua warga, yaitu Masilima Zega (alias Ama Julvan) dan Faoziduhu Zega (alias Ama Menia). Lahan ini nantinya akan dialokasikan untuk pembangunan area parkir, fasilitas MCK, serta taman guna kenyamanan para pengunjung.
Proyek pemugaran Tugu Marga Zega ini merupakan buah manis dari kolaborasi antara swadaya masyarakat perkumpulan Mado Zega di seluruh Indonesia dengan Pemerintah Kota Gunungsitoli. Melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga, pemerintah telah mengucurkan anggaran sebesar Rp 250 juta yang bersumber dari APBD Tahun 2025.
Ketua Panitia Tim Pemugaran, Aroziduhu Zega (alias Ama Jaya), menjelaskan bahwa perjuangan pemugaran ini sebenarnya sudah dirintis sejak November 2022.
"Pemugaran tugu utama kini telah selesai. Namun, karena lokasi yang semakin ramai dikunjungi, area Gowe Mado Zega terasa makin sempit. Dengan adanya hibah lahan sukarela dari saudara-saudara kita, perjuangan bisa terus dilanjutkan, utamanya untuk pembangunan fasilitas parkir," ujar Aroziduhu saat pertemuan penandatanganan surat hibah.
Apresiasi mendalam juga datang dari Ketua Bidang Penggalangan Dana, Agust Zega Amatia. Ia menyebut aksi nyata ini membuktikan rasa kepemilikan bersama yang kuat di antara seluruh keturunan Mado Zega, baik yang berada di dalam daerah maupun di perantauan seluruh Indonesia.
Sementara itu, selaku pemilik tanah, Masilima Zega menegaskan bahwa penyerahan aset ini murni bentuk dukungan tulus demi kemajuan bersama dan tidak akan menuntut ganti rugi apa pun di kemudian hari.
"Hari ini kami serahkan secara resmi dan sukarela. Kebersamaan dan rampungnya pemugaran tugu ini menjadi bukti nyata bahwa Mado Zega terus berkembang, bersatu, dan menjaga kekompakan yang berkesinambungan," tegas Masilima.
Acara penyerahan tersebut diakhiri dengan peninjauan lokasi, pengukuran tanah bersama, dan penandatanganan berita acara surat hibah oleh tim pemugaran serta para tokoh masyarakat sekitar.(Redy Gea)