Nias Selatan, detiksatu.com || Pdt. Padala Halawa, salah satu tokoh masyarakat Nias, tokoh rohani Kristen sekaligus Ketua Umum Ikatan Keluarga Nias Selatan (IKNS), menyampaikan secara terbuka keresahan masyarakat Nias Selatan dan Kepulauan Nias terkait pelaksanaan program kerja Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, yang dinilai belum memberikan dampak nyata terhadap peningkatan ekonomi masyarakat maupun pembangunan infrastruktur, khususnya akses jalan provinsi. ( 31/10/2026 ).
Pdt. Padala Halawa menegaskan bahwa persoalan kerusakan infrastruktur jalan di sejumlah wilayah Kepulauan Nias bukan lagi persoalan baru. Kondisi tersebut telah berlangsung bertahun-tahun dan hingga kini belum mendapatkan penanganan yang memadai. Bahkan, sejumlah ruas jalan mengalami kerusakan berat yang menghambat mobilitas masyarakat, aktivitas ekonomi, pendidikan, serta pelayanan sosial.
Ia secara khusus menyoroti sejumlah ruas jalan provinsi di wilayah Nias Selatan dan Nias Tengah yang kondisinya sangat memprihatinkan.
Menurut keterangannya, ruas jalan dari Kecamatan Moi menuju Kecamatan Lolowau, Desa Olayama dan sejumlah wilayah di Kecamatan Huruna, termasuk Desa Tetehosi, Desa Hili Sangowola, Desa Ora Hili, Desa Sisara Hili, Desa Lolomoyo, hingga Desa Hili Fadolo, merupakan jalur penting yang membutuhkan perhatian serius pemerintah provinsi.
Kerusakan jalan di wilayah tersebut dinilai telah membahayakan keselamatan pengguna jalan dan bahkan telah memakan korban kecelakaan. Padahal, jalur tersebut merupakan urat nadi perhubungan dan kehidupan ekonomi masyarakat yang mencakup delapan kecamatan di kawasan Nias Tengah.
Soroti akses perbatasan Nias Barat–Nias Selatan
Tidak hanya itu, Pdt. Padala Halawa juga mengungkapkan kondisi memprihatinkan akses jalan dari Kecamatan Sirombu, Kabupaten Nias Barat, menuju perbatasan Kabupaten Nias Selatan.
Ia menyebutkan bahwa kerusakan berat juga terjadi pada ruas jalan provinsi dari Sitelu Banua, Kabupaten Nias Barat, menuju Kecamatan Hili Salawa Ahe, Kabupaten Nias Selatan, yang melewati Desa Anaoma dan Desa Maluo.
Menurutnya, akses perhubungan tersebut telah mengalami kerusakan selama kurang lebih 25 tahun dan belum mendapatkan pembangunan yang layak sebagaimana kebutuhan masyarakat.
Gubernur telah melewati lokasi, masyarakat menantikan tindakan nyata
Pdt. Padala Halawa menyampaikan bahwa sejumlah ruas jalan tersebut telah berulang kali dilewati Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, dalam beberapa kunjungan kerja ke Kepulauan Nias sepanjang tahun 2026.
Bahkan, menurut keterangannya, Gubernur pernah melewati sejumlah titik jalan yang rusak berat dan sempat berjalan kaki karena kondisi akses jalan yang sulit dilalui kendaraan.
Namun, hingga 31 Oktober 2026, masyarakat masih menantikan langkah konkret dan tanda-tanda penanganan pembangunan pada sejumlah lokasi yang disampaikan tersebut.
Ia juga menyoroti bahwa sebelumnya organisasi masyarakat IKNS Kepulauan Nias telah menyuarakan tuntutan dan mendesak Pemerintah Provinsi Sumatera Utara agar segera memberikan perhatian serius terhadap kerusakan infrastruktur jalan di Kepulauan Nias.
Ironisnya, dalam sejumlah kunjungan kerja, Gubernur justru melewati sebagian besar ruas jalan yang menjadi perhatian dan keluhan masyarakat tersebut.
Masyarakat tidak membutuhkan sekadar kunjungan, tetapi bukti pembangunan
Lebih lanjut, Pdt. Padala Halawa menegaskan bahwa masyarakat Kepulauan Nias tidak hanya membutuhkan kunjungan pejabat pemerintah, seremoni, maupun penyampaian program kerja. Masyarakat membutuhkan bukti nyata berupa pembangunan yang dapat dirasakan langsung dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, infrastruktur jalan merupakan kebutuhan mendasar yang berhubungan langsung dengan pertumbuhan ekonomi, distribusi hasil pertanian, akses pendidikan, pelayanan kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.
Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara diminta tidak menutup mata terhadap kondisi infrastruktur di Kepulauan Nias, khususnya ruas jalan yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi.
Desak pemerintah segera mengambil langkah konkret
Pdt. Padala Halawa berharap Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, bersama jajaran organisasi perangkat daerah terkait segera melakukan evaluasi dan mengambil langkah nyata melalui perencanaan, penganggaran, serta pelaksanaan pembangunan pada ruas-ruas jalan yang mengalami kerusakan berat.
Ia juga berharap agar aspirasi masyarakat Nias Selatan dan seluruh Kepulauan Nias tidak berhenti sebagai keluhan di ruang publik, melainkan ditindaklanjuti menjadi agenda prioritas pembangunan daerah.
"Harapan masyarakat sederhana. Kami ingin jalan yang layak, aman, dan bisa dilalui. Jalan adalah urat nadi kehidupan masyarakat. Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban akibat kondisi infrastruktur yang tidak kunjung mendapatkan perhatian. Semoga Pemerintah Provinsi Sumatera Utara segera mengambil langkah perbaikan," demikian pesan dan harapan Pdt. Padala Halawa.
Masyarakat Kepulauan Nias berhak mendapatkan pemerataan pembangunan. Pembangunan bukan sekadar janji dan kunjungan kerja, melainkan tanggung jawab pemerintah yang harus dibuktikan melalui hasil nyata di tengah masyarakat. ( Red ). Gaba'atulo W.