Tanggerang,detiksatu.com || Tokoh pemuda Kepulauan Nias, Juli E. Restu War, C.L., C.P.S., bersama aktivis mahasiswa Nias Jakarta, Kelfinus Bu’ulolo, mendorong Bupati Nias Utara, Amizaro Waruwu, S.Pd., untuk mengawal percepatan pemerataan akses listrik hingga ke desa dan dusun di seluruh Kepulauan Nias melalui koordinasi dengan pemerintah pusat, khususnya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. 15/10/2026.
Aspirasi tersebut mengemuka dalam momentum Seminar Simposium Energi Nasional yang diselenggarakan oleh Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) di Universitas Pelita Harapan, Kota Tangerang, pada 15 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi ruang untuk menyuarakan kebutuhan pembangunan energi dan mendorong pemerataan infrastruktur bagi masyarakat Kepulauan Nias.
Juli E. Restu War menegaskan bahwa pemerataan listrik bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan kebutuhan mendasar yang menentukan kemandirian ekonomi, kemajuan pendidikan, akses informasi, pemanfaatan teknologi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Pemerataan listrik di seluruh pelosok Kepulauan Nias harus menjadi perhatian serius pemerintah. Masyarakat di desa dan dusun terpencil berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk maju. Listrik merupakan fondasi bagi produktivitas ekonomi, peningkatan kualitas pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat,” tegas Juli E. Restu War,
Ia mendorong pemerintah daerah bersama pemerintah pusat dan instansi terkait untuk memetakan wilayah yang belum terjangkau listrik secara memadai, menetapkan prioritas pembangunan, serta memastikan aspirasi masyarakat ditindaklanjuti melalui perencanaan yang terukur dan berkelanjutan.
Senada dengan itu, Kelfinus Bu’ulolo menekankan pentingnya perhatian khusus pemerintah pusat terhadap pembangunan wilayah kepulauan. Menurutnya, kondisi geografis Kepulauan Nias membutuhkan pendekatan pembangunan energi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata, termasuk oleh warga di wilayah terpencil.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Nias Utara, Amizaro Waruwu, S.Pd., turut menyampaikan aspirasi pembangunan Kepulauan Nias serta mengajak masyarakat dan generasi muda berpartisipasi aktif mengawal kebijakan pemerintah, khususnya dalam sektor energi dan penguatan ekonomi masyarakat.
Selain mendorong pemerataan listrik, Juli E. Restu War juga menyampaikan gagasan pembentukan tim independen pengembangan ekonomi kreatif di setiap desa. Tim tersebut diharapkan dapat mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, memetakan potensi ekonomi lokal, serta menjadi mitra strategis pemerintah desa dalam merancang program pemberdayaan yang tepat sasaran.
Menurut Juli E. Restu War, pemerataan energi harus berjalan beriringan dengan pengembangan ekonomi desa. Ketersediaan listrik yang memadai dapat mendukung usaha masyarakat, memperluas akses teknologi, meningkatkan produktivitas, dan membuka peluang ekonomi baru berdasarkan potensi masing-masing wilayah.
Bersama tim Forum Juang Ononiha (FJO), Juli E. Restu War menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pemuda, mahasiswa, dan masyarakat dalam mengawal agenda pembangunan Kepulauan Nias. Aspirasi yang disampaikan melalui forum nasional tersebut diharapkan menjadi dorongan bagi penguatan koordinasi dan tindak lanjut konkret dari pihak-pihak berwenang.
“Pembangunan Kepulauan Nias harus diwujudkan melalui langkah nyata, bukan sekadar wacana. Pemerataan listrik, penguatan ekonomi desa, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia harus menjadi bagian dari perjuangan bersama demi kesejahteraan masyarakat,” tegas Juli E. Restu War
Ia berharap Bupati Nias Utara bersama pemerintah daerah dan pemerintah pusat terus memperjuangkan pemerataan akses listrik hingga ke pelosok Kepulauan Nias, sekaligus memperkuat program ekonomi berbasis potensi desa demi mewujudkan pembangunan yang adil, produktif, dan berkelanjutan. ( Red ) Gaba'atulo War.