Pemuda kepulauan nias dorong pembangunan cagar budaya ho menjadi destinasi wisata bersejarah modern.

Pemuda kepulauan nias dorong pembangunan cagar budaya ho menjadi destinasi wisata bersejarah modern.

Oktober 10, 2026 | Oktober 10, 2026 WIB Last Updated 2026-10-10T06:12:07Z
Jakarta pusat,detiksatu.com || Tokoh pemuda Kepulauan Nias, Juli E. Restu War, yang dikenal dengan sebutan Hendra War, mendorong percepatan pembangunan dan pengembangan Cagar Budaya Ho di Kabupaten Nias, Sumatera Utara, agar menjadi destinasi wisata bersejarah yang modern, profesional, dan berkelanjutan. ( 10/10/2026 )

Pernyataan tersebut disampaikan Juli E. Restu War saat diwawancarai awak media di Jakarta, Sabtu (10/10/2026). Ia merupakan aktivis persatuan pemuda, juru bicara publik, serta Ketua Koordinator Konsolidasi Persatuan Pemuda Badan Persiapan Pembentukan Provinsi Kepulauan Nias (BPP-PKN).

Menurut Juli E. Restu War , Kepulauan Nias memiliki potensi pariwisata yang besar dan beragam. Potensi tersebut mencakup wisata sejarah dan budaya, wisata pantai, tradisi lompat batu, wisata lembah, serta berbagai kekayaan alam dan warisan leluhur yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata berskala nasional.

Salah satu potensi yang perlu mendapat perhatian serius adalah Cagar Budaya Ho yang berlokasi di Jalan Tuada Ho KM 7,5, Desa Lahemo, Kecamatan Gido, Kabupaten Nias, Provinsi Sumatera Utara.

Ia menilai, pengembangan kawasan tersebut perlu dirancang melalui perencanaan yang matang, pembangunan infrastruktur pendukung, penataan lingkungan, penguatan promosi, serta pengelolaan destinasi wisata yang profesional.

“Kepulauan Nias tidak kekurangan potensi pariwisata. Yang dibutuhkan adalah keseriusan, perencanaan yang terarah, pembangunan berkelanjutan, dan keterlibatan semua pihak untuk mengembangkan potensi tersebut menjadi kekuatan ekonomi masyarakat,” tegas Juli E. Restu War.

pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan modernisasi

Juli E. Restu War menegaskan bahwa pembangunan Cagar Budaya Ho tidak boleh hanya berorientasi pada aspek fisik dan komersial. Pelestarian identitas budaya, adat istiadat, nilai kearifan lokal, serta cerita sejarah para leluhur harus menjadi bagian utama dalam setiap tahapan pengembangan.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat dan generasi muda sangat penting untuk memastikan warisan budaya tetap terjaga sekaligus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Ia mendorong agar pengembangan Cagar Budaya Ho diarahkan pada pembentukan ekosistem wisata sejarah yang terintegrasi, dengan memperhatikan aksesibilitas, fasilitas pengunjung, pusat informasi sejarah dan budaya, pemberdayaan pelaku usaha lokal, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Dengan pendekatan tersebut, kawasan cagar budaya diharapkan tidak hanya menjadi tempat kunjungan wisata, tetapi juga ruang edukasi sejarah, pelestarian identitas masyarakat Nias, dan sumber pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat sekitar.

lima sektor ekonomi strategis perlu mendapat perhatian

Lebih lanjut, Juli menyampaikan bahwa pembangunan pariwisata harus menjadi bagian dari strategi pengembangan ekonomi Kepulauan Nias secara menyeluruh.

Ia menyoroti lima sektor yang menurut pandangannya perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, yakni:

1. Pengembangan destinasi pariwisata, melalui pembangunan kawasan wisata sejarah, budaya, alam, dan pantai secara terencana dan berkelanjutan.
2. Industri pengolahan hasil pertanian lokal, untuk meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian dan memperluas peluang usaha masyarakat.
3. Pengolahan hasil perikanan lokal, agar potensi kelautan dan perikanan dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar.
4. Pengolahan hasil peternakan lokal, untuk memperkuat kegiatan ekonomi produktif dan membuka kesempatan kerja.
5. Pengembangan sumber daya manusia dan teknologi daerah, sebagai fondasi peningkatan keterampilan, inovasi, produktivitas, serta daya saing masyarakat Kepulauan Nias.

Juli E. Restu War menilai bahwa pengembangan sektor-sektor tersebut perlu diterjemahkan ke dalam program nyata, disertai perencanaan anggaran, target yang terukur, pendampingan usaha, dan evaluasi berkala.

Menurutnya, pembangunan ekonomi daerah tidak cukup hanya mengandalkan potensi sumber daya alam. Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan juga perlu membangun kemampuan masyarakat agar mampu mengolah potensi lokal menjadi produk dan layanan yang memiliki nilai tambah.

ajak masyarakat dan pemuda terlibat langsung

Dalam kesempatan tersebut, Juli E. Restu War mengimbau seluruh masyarakat dan pemuda di Kepulauan Nias agar tidak hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan daerah. Ia mengajak generasi muda untuk mengambil bagian melalui gagasan, kreativitas, kegiatan pelestarian budaya, promosi wisata, pengembangan usaha lokal, serta berbagai inisiatif produktif lainnya.

Ia juga mendorong pemerintah daerah, tokoh adat, pelaku pariwisata, komunitas budaya, akademisi, dan sektor swasta untuk membangun kolaborasi yang berkesinambungan dalam mengembangkan potensi wisata Kepulauan Nias.

“Kita harus bergerak bersama. Warisan leluhur tidak boleh hilang ditelan zaman, tetapi harus dijaga, dirawat, dan dikembangkan secara profesional agar dapat dikenal oleh generasi mendatang. Modernisasi harus berjalan seiring dengan pelestarian identitas budaya, adat istiadat, dan sejarah masyarakat Nias,” ujarnya.

Juli E. Restu War menegaskan bahwa pembangunan Cagar Budaya Ho perlu ditempatkan sebagai salah satu bagian dari upaya memperkuat identitas daerah sekaligus memperluas peluang ekonomi masyarakat.

Ia berharap pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan memberikan perhatian nyata terhadap pengembangan potensi tersebut melalui langkah-langkah yang terencana, transparan, dan berkelanjutan.

Menurutnya, Kepulauan Nias memiliki peluang untuk mengembangkan destinasi wisata bersejarah yang mampu menarik kunjungan wisatawan, memperkuat pelestarian budaya, serta membuka ruang usaha bagi masyarakat lokal apabila didukung dengan tata kelola yang baik dan kerja sama lintas sektor.

“Saatnya masyarakat dan pemuda Kepulauan Nias mengambil peran nyata. Kita harus mampu menjaga warisan leluhur sekaligus membangun masa depan pariwisata yang modern, berdaya saing, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” tutup Juli E. Restu War. ( Red ) Gaba'atulo Waruwu
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Pemuda kepulauan nias dorong pembangunan cagar budaya ho menjadi destinasi wisata bersejarah modern.

Trending Now