Delegasi persatuan pemuda nias soroti program pembangunan 100 gudang bulog, Tidak Ada Realisasi Fisik bangunan nyatanya.

Delegasi persatuan pemuda nias soroti program pembangunan 100 gudang bulog, Tidak Ada Realisasi Fisik bangunan nyatanya.

November 02, 2026 | November 02, 2026 WIB Last Updated 2026-11-02T01:06:33Z
Jakarta, detiksatu.com || Salah Satu Delegasi Persatuan Pemuda Nias Juli E. Restu War merupakan salah seorang aktivis Terkenal dan tokoh Persatuan Pemuda Nias, menyoroti program pembangunan 100 gudang pascapanen Bulog yang hingga kini dipertanyakan realisasi fisiknya, khususnya di wilayah Kepulauan Nias, Sumatera Utara.

Juli E. Restu War, aktivis dan tokoh Persatuan Pemuda Nias asal Kepulauan Nias, menilai program strategis pemerintah tersebut terlalu bertele-tele, harusnya disertai kepastian pelaksanaan di lapangan, bukan sekadar perencanaan dan penyampaian target kepada masyarakat.

Program pembangunan gudang pascapanen Bulog tersebut melalui kebijakan dan arahan Presiden Prabowo Subianto bersama Kementerian Pertanian di bawah kepemimpinan Andi Amran Sulaiman. Berdasarkan informasi program yang menjadi sorotan, anggaran nasional disebut mencapai Rp5 triliun, dengan alokasi hingga Rp50 miliar per titik untuk wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T). Target realisasi disebut berlangsung pada 2026, paling lambat Desember 2026.

Namun, Juli E. Restu War, mempertanyakan perkembangan konkret program tersebut. Menurutnya, Kepulauan Nias yang terdiri atas empat kabupaten dan satu kota membutuhkan fasilitas pascapanen serta pergudangan pangan yang memadai. Akan tetapi, berdasarkan pengamatannya tidak ada satupun di 4 kabupaten terbangun gudang Bulog, pembangunan fisik gudang Bulog yang dimaksud belum ditemukan secara nyata dan belum dapat dilihat fisiknya banguna nya di lapangan.

Ia secara khusus menyoroti Kabupaten Nias, Nias Selatan, Nias Barat, dan Nias Utara. Menurutnya, masyarakat membutuhkan bukti pembangunan berupa lokasi, bangunan fisik, progres pekerjaan, serta kepastian operasional, bukan hanya informasi mengenai rencana dan alokasi anggaran yang terus membuat masyarakat selalu menantikan yang tidak pasti.

“Jangan sampai program strategis pemerintah hanya menjadi janji dan harapan yang terus ditunggu masyarakat. Kepulauan Nias merupakan wilayah 3T yang membutuhkan perhatian serius. Pemerintah harus memberikan kepastian kapan pembangunan gudang Bulog di 4 kabupaten di Nias, benar-benar dimulai, diselesaikan, dan dapat digunakan,” tegas Juli E. Restu War.

Ia meminta Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, serta Perum Bulog agar segera membuka informasi secara transparan mengenai status pembangunan, alokasi anggaran, lokasi proyek, tahapan pelaksanaan, dan target penyelesaian gudang Bulog pascapanen di Kepulauan Nias.

Juli E. Restu War, juga mendesak agar pemerintah tidak membiarkan masyarakat terus menunggu tanpa kepastian. Program ketahanan pangan harus diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur yang dapat dibuktikan dan dirasakan manfaatnya, terutama bagi daerah kepulauan dan wilayah 3T.

“Yang dibutuhkan masyarakat bukan sekadar pengumuman program, acara seremonial Penyambutan pejabat, melainkan bukti nyata pembangunan. Pemerintah harus menjawab secara terbuka: kapan dibangun, di mana lokasinya, sejauh mana progresnya, dan kapan masyarakat dapat memanfaatkannya. Kepulauan Nias jangan terus-menerus tertinggal dalam pemerataan pembangunan nasional,” tutupnya. ( Red ) Gaba'atulo W.
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Delegasi persatuan pemuda nias soroti program pembangunan 100 gudang bulog, Tidak Ada Realisasi Fisik bangunan nyatanya.

Trending Now