Bekasi, detiksatu.com ll
Puluhan hektare areal persawahan di Desa Karangharja dan Desa Karangsegar, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, mengalami kekeringan parah. Saluran irigasi di wilayah itu sudah puluhan tahun tidak berfungsi.
Padahal, petani di dua desa tersebut akan segera memasuki masa tanam. Kondisi ini membuat mereka resah karena tidak ada saluran air untuk mengairi sawah.
Kekeringan diduga akibat kemarau panjang yang melanda wilayah Pebayuran dalam beberapa pekan terakhir. Selain itu, areal persawahan tersebut hingga kini belum masuk dalam jaringan irigasi pemerintah.
Akibatnya, petani hanya mengandalkan air hujan dan sisa saluran lama yang sudah tidak berfungsi.
Sekjen LSM Peka Peduli Keadilan, Budiman, mengatakan petani saat ini sangat membutuhkan perbaikan saluran irigasi.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Bekasi segera turun tangan memperbaiki saluran air yang sudah lama tidak terpakai, agar bisa kembali difungsikan untuk mengairi sawah petani di Desa Karangharja dan Desa Karangsegar.
"Petani untuk saat ini sangat membutuhkan air untuk mengairi persawahan mereka. Kami berharap pemerintah memperbaiki saluran air yang sudah lama tidak terpakai, karena mau masuk musim tanam," kata Budiman, Rabu (4/11/2026).
Menurut Budiman, jika saluran irigasi tersebut dibangun dan diperbaiki, sawah masyarakat tidak akan sampai kekeringan. Petani pun tidak perlu lagi repot mencari air setiap musim tanam tiba.
"Kalau ada saluran irigasi, kemungkinan sawah masyarakat tidak sampai kekeringan, dan tidak harus repot," ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Bekasi maupun dinas terkait mengenai keluhan petani di Kecamatan Pebayuran tersebut.
Para petani berharap keluhan ini segera direspons sebelum masa tanam terlewat dan mereka terancam gagal panen.
Reporter: Roan