Pupuk Bersubsidi Langka, Petani di Kecamatan Pebayuran Terancam Gagal panen

Pupuk Bersubsidi Langka, Petani di Kecamatan Pebayuran Terancam Gagal panen

November 03, 2026 | November 03, 2026 WIB Last Updated 2026-11-03T08:31:10Z

Bekasi,detiksatu.com ll Setiap kali menjelang musim tanam, para petani di Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, selalu mengeluh. Pupuk bersubsidi yang seharusnya menjadi hak petani, justru seringkali sulit didapatkan.
Di tengah upaya pemerintah mendorong petani meningkatkan produksi pangan, di sisi lain pemerintah dinilai kurang serius membantu petani dalam mendapatkan pupuk bersubsidi.

Seperti yang disampaikan salah satu petani di wilayah Kecamatan Pebayuran, Joni, bahwa para petani seringkali mengalami kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi.

“Kondisi sekarang sudah memasuki masa persiapan musim tanam, di mana beberapa minggu ke depan pupuk sudah mulai dibutuhkan. Tetapi ketika pupuk dibutuhkan, sangat sulit didapatkan,” ujar Joni kepada wartawan, Selasa (3/11/2026).

Menurut Joni, kalaupun pupuk ada, harganya tidak sesuai standar yang diharapkan. Bahkan, ada petani yang uangnya dikembalikan oleh pemilik kios karena stok pupuk kosong.

“Pernah ada, uang kita sudah dibawa ke kios, tapi dikembalikan lagi sama yang punya kios karena pupuknya tidak ada. Sekali ada, harganya mahal, tidak sesuai HET,” tambahnya.

Kondisi ini membuat para petani resah. Jika pupuk tidak segera tersedia, masa tanam bisa terlambat dan berdampak pada hasil panen serta ketahanan pangan di wilayah Pebayuran kurang baik hasilnya .

Para petani berharap Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Pertanian, distributor, dan kios penyalur segera turun tangan memastikan pupuk bersubsidi tersedia tepat waktu, tepat jumlah, dan sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Sesuai Kepmentan Nomor 1117/Kpts./SR.310/M/10/2025 yang berlaku sejak 22 Oktober 2025, HET pupuk bersubsidi per karung 50 kg adalah: Urea Rp90.000, NPK Phonska Rp92.000, ZA Rp68.000, SP-36 Rp120.000, dan Petroganik Rp25.600.

Hingga berita ini diturunkan, petani di Pebayuran masih menunggu kepastian distribusi pupuk bersubsidi dari pemerintah dan pihak penyalur.

reporter (Roan)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Pupuk Bersubsidi Langka, Petani di Kecamatan Pebayuran Terancam Gagal panen

Trending Now