Satu Minggu Blusukan di Gunungsitoli, Bang YD: Pemimpin Harus Turun Langsung Melihat dan Memberi Solusi, Jangan Biarkan Rakyat Menderita

Satu Minggu Blusukan di Gunungsitoli, Bang YD: Pemimpin Harus Turun Langsung Melihat dan Memberi Solusi, Jangan Biarkan Rakyat Menderita

November 05, 2026 | November 05, 2026 WIB Last Updated 2026-11-05T08:00:57Z
Gunungsitoli,detiksatu.com || Di balik keindahan Kota Gunungsitoli, masih tersimpan kisah-kisah kehidupan masyarakat yang luput dari perhatian. Ada keluarga yang tinggal di rumah beralaskan tanah, anak-anak yang kehilangan orang tua dan terpaksa putus sekolah, hingga bayi yang berjuang melawan penyakit ganas tanpa mendapatkan pengobatan yang layak.

Potret kehidupan inilah yang ditemui Dr. (H.C.) Yusman Dawolo, M.Kom.I., atau yang akrab disapa Bang YD, selama sepekan melakukan blusukan bersama Tim Gerakan Peduli (GP) di berbagai wilayah Kota Gunungsitoli, sejak 29 Oktober 2026.

Alih-alih menghabiskan waktu di ruang yang nyaman, Bang YD memilih mendatangi langsung rumah-rumah warga. Dari pintu ke pintu, ia menyaksikan sendiri bagaimana masyarakat kecil bertahan hidup di tengah keterbatasan ekonomi dan berbagai persoalan sosial yang belum mendapatkan penyelesaian.

Bersama Tim Gerakan Peduli, Bang YD menyalurkan bantuan sembako kepada keluarga prasejahtera. Bantuan berupa kebutuhan pokok tersebut diharapkan dapat sedikit meringankan beban keluarga yang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, di balik setiap paket bantuan yang disalurkan, terdapat persoalan yang jauh lebih besar dan membutuhkan perhatian serius pemerintah.
Menyaksikan Penderitaan yang Tak Bisa Diabaikan

Salah satu kisah yang menyentuh hati adalah seorang bayi di wilayah Gunungsitoli Utara yang tengah berjuang melawan penyakit tumor ganas pada tangannya. Di usia yang seharusnya dipenuhi kasih sayang dan keceriaan, bayi tersebut justru harus menanggung rasa sakit.

Keterbatasan ekonomi membuat orang tuanya kesulitan mendapatkan pengobatan medis, terlebih jika harus dirujuk ke Medan. Di tengah penderitaan sang anak, keluarga ini menghadapi kenyataan pahit bahwa biaya pengobatan menjadi penghalang untuk memperoleh layanan kesehatan yang dibutuhkan.

Kisah memilukan lainnya ditemukan di wilayah Gunungsitoli Selatan. Sebuah keluarga terpaksa tinggal di tenda selama hampir dua tahun setelah rumah mereka terbakar. Hampir dua tahun bukanlah waktu yang singkat untuk menjalani kehidupan dalam kondisi serba terbatas. Terik matahari, hujan, dan ketidakpastian menjadi bagian dari keseharian mereka. Tempat tinggal yang seharusnya menjadi ruang aman bagi keluarga justru berubah menjadi persoalan yang belum terselesaikan.

Bang YD juga menemui seorang anak yang telah kehilangan ayah dan ibunya. Kondisi tersebut memaksanya putus sekolah dan bekerja di tempat pencucian motor demi mencari nafkah serta menghidupi kedua adiknya. Di usia yang seharusnya digunakan untuk belajar dan meraih cita-cita, anak tersebut harus memikul tanggung jawab yang begitu berat. Ia bekerja bukan untuk memenuhi keinginannya sendiri, melainkan agar kedua adiknya tetap bisa makan dan melanjutkan pendidikan.

Selain kisah-kisah tersebut, Tim Gerakan Peduli juga menemukan sejumlah keluarga lain yang hidup dalam kondisi memprihatinkan, termasuk warga yang membutuhkan rumah layak huni dan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar. Bagi Bang YD, temuan-temuan tersebut bukan sekadar angka kemiskinan atau laporan sosial. Di balik setiap persoalan, ada manusia, keluarga, dan masa depan anak-anak yang membutuhkan perhatian serta tindakan nyata.
Bang YD: Pemerintah Harus Hadir, Bukan Sekadar Mengetahui

Melihat langsung kondisi masyarakat tersebut, Bang YD mengimbau Pemerintah Kota Gunungsitoli agar lebih aktif turun ke lapangan, menyapa masyarakat, mendengarkan keluhan mereka, dan memastikan setiap persoalan mendapatkan solusi yang konkret.

Menurutnya, pemimpin tidak cukup hanya menerima laporan dari meja kerja. Pemimpin harus hadir di tengah masyarakat, melihat kondisi sebenarnya, dan memastikan bahwa kebijakan pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan rakyat.

“Pemimpin harus turun langsung melihat penderitaan rakyat dan memberikan solusi. Ada keluarga yang tinggal di rumah tidak layak huni, ada yang hampir dua tahun tidur di tenda karena rumahnya terbakar, ada bayi yang menderita tumor tetapi kesulitan mendapatkan pengobatan, dan ada anak yang terpaksa putus sekolah karena kehilangan ayah dan ibunya,” ujar Bang YD.

“Ini bukan persoalan yang boleh dibiarkan berlarut-larut. Mereka adalah masyarakat kita, warga Kota Gunungsitoli yang juga memiliki hak untuk hidup layak, mendapatkan pelayanan kesehatan, dan memperoleh pendidikan. Mereka sangat mengharapkan perhatian dan kehadiran pemimpinnya,” lanjutnya.

Bang YD menegaskan bahwa kehadiran pemerintah harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar kunjungan atau janji. Pemerintah perlu melakukan pendataan langsung, memverifikasi kondisi warga, mengidentifikasi kebutuhan mendesak, serta mengoordinasikan perangkat daerah terkait agar bantuan dan penanganan dapat segera diberikan.

Keluarga yang kehilangan tempat tinggal membutuhkan kepastian hunian. Bayi yang menderita penyakit serius membutuhkan akses pengobatan. Anak-anak yang kehilangan orang tua membutuhkan perlindungan sosial dan kesempatan untuk kembali bersekolah.

Jangan Biarkan Penderitaan Rakyat Menjadi Pemandangan Biasa

Sepekan blusukan bersama Gerakan Peduli menjadi pengingat bahwa persoalan kemiskinan tidak cukup diselesaikan dengan bantuan sesaat. Sembako dapat membantu memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi keluarga yang tinggal di tenda membutuhkan rumah. Anak yang sakit membutuhkan pengobatan. Anak yang kehilangan orang tua membutuhkan perlindungan dan masa depan.

Karena itu, Pemerintah Kota Gunungsitoli diharapkan segera turun langsung melihat kondisi masyarakat yang membutuhkan pertolongan, terutama keluarga yang menghadapi persoalan mendesak dan menyangkut keselamatan serta masa depan anak-anak.

Kepedulian tidak boleh berhenti pada rasa iba. Kepedulian harus berubah menjadi tindakan, kebijakan, dan solusi yang dapat dirasakan masyarakat. Sebab, ukuran keberhasilan seorang pemimpin bukan hanya terlihat dari pembangunan yang megah, tetapi juga dari seberapa jauh pemerintah mampu menghadirkan harapan bagi rakyat yang paling membutuhkan.

Jangan sampai ada warga yang terus menderita hanya karena tidak terlihat. Jangan sampai ada anak kehilangan masa depan hanya karena kemiskinan. Dan jangan sampai pemerintah terlambat hadir ketika rakyat sedang membutuhkan pertolongan.

Rakyat tidak membutuhkan janji yang berulang. Mereka membutuhkan pemimpin yang hadir, mendengar, dan bertindak. Kini saatnya Pemerintah Kota Gunungsitoli turun langsung. Melihat dengan mata kepala sendiri, mendengar dengan hati, dan memberikan solusi nyata. Karena setiap warga berhak hidup layak, dan tidak seorang pun boleh dibiarkan berjuang sendirian dalam penderitaan.(Redy Gea)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Satu Minggu Blusukan di Gunungsitoli, Bang YD: Pemimpin Harus Turun Langsung Melihat dan Memberi Solusi, Jangan Biarkan Rakyat Menderita

Trending Now