Lampaui Target 2026, PHM Sukses Taklukkan Tantangan Minyak Karakteristik Khusus di Handil

Redaksi
Januari 29, 2026 | Januari 29, 2026 WIB Last Updated 2026-01-29T12:19:20Z
Jakarta, detiksatu.com || PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) mengawali tahun 2026 dengan capaian impresif melalui peningkatan produksi minyak sebesar 2.000 barel per hari (bph) dari Lapangan Handil, Kalimantan Timur.

Tambahan produksi ini berasal dari optimasi dua sumur High Pour Point Oil (HPPO) yang performanya jauh melampaui perkiraan awal dalam Work Program & Budget (WP&B) 2026 sebesar 400 bph. Keberhasilan ini memperkuat posisi PHM dalam mengelola kompleksitas lapangan migas tua atau mature di wilayah kerja Mahakam.

Sumur HPPO di Lapangan Handil memiliki tantangan teknis yang spesifik, di mana minyak cenderung memadat jika temperatur pipa berada di bawah titik tuang. Untuk mengatasi potensi hambatan aliran tersebut, PHM menerapkan inovasi chemical treatment berupa Pour Point Depressant (PPD).

Teknologi ini terbukti efektif menurunkan titik tuang minyak hingga mencapai 21 derajat celcius, sehingga proses distribusi melalui pipa produksi tetap berjalan lancar dan optimal meskipun tantangan lingkungan cukup tinggi.
Senior Manager Production PHM, Robert Roy Antoni, menyatakan.

"Bahwa komitmen perusahaan tidak surut meski menghadapi karakteristik sumur yang semakin menantang. Senada dengan hal tersebut, General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, menambahkan bahwa keberhasilan ini merupakan bukti kompetensi teknis tim di lapangan"pungkasnya 

Dengan tambahan dari sumur HPPO dan sumur beremulsi lainnya, rata-rata produksi minyak PHM kini menyentuh angka 25 ribu bph, atau sekitar 20 persen lebih tinggi dari target yang ditetapkan pemerintah.

Pencapaian ini menjadi bagian dari kontribusi nyata PHM dalam mendukung target produksi nasional sebesar 1 juta barel minyak pada tahun 2029.

Melalui investasi berkelanjutan pada kegiatan eksplorasi dan eksploitasi, PHM optimistis dapat terus menjaga ketahanan energi nasional. Upaya ini juga sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) guna memastikan ketersediaan energi yang andal, efisien, dan ramah lingkungan bagi Indonesia.
Penutup.

Red-Ervinna
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Lampaui Target 2026, PHM Sukses Taklukkan Tantangan Minyak Karakteristik Khusus di Handil

Trending Now