Prabowo Subianto Tutup Diklat PPIH 2026, Pemerintah Siapkan Petugas Haji Profesional dan Berintegritas

Redaksi
Januari 29, 2026 | Januari 29, 2026 WIB Last Updated 2026-01-29T12:40:40Z
Jakarta, detiksatu.com || Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan akan menutup secara resmi kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI. 

Agenda penutupan tersebut akan dilaksanakan pada Jumat (30/1/2026) besok.
Penutupan Diklat PPIH 2026 akan digelar di Lapangan Galaxy, Markas Komando Daerah Angkatan Udara (Makodau) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Kehadiran Presiden Prabowo menjadi perhatian tersendiri karena menandai komitmen kuat pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan penyelenggaraan ibadah haji.

Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf atau yang akrab disapa Gus Irfan, menyampaikan bahwa penutupan diklat tahun ini berlangsung istimewa karena akan dihadiri langsung oleh Presiden RI.
“Tadi malam, tim dari protokol kepresidenan sudah melakukan pengecekan lapangan sebagai bagian dari persiapan kehadiran Presiden,” ujar Gus Irfan saat meninjau langsung kesiapan penutupan Diklat PPIH di Makodau Halim Perdanakusuma, Kamis (29/1/2026).

Gus Irfan mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan Diklat PPIH Arab Saudi 2026 yang telah berlangsung sejak 10 Januari 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur. Menurutnya, diklat ini menjadi fondasi penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang profesional, disiplin, dan berintegritas untuk melayani jemaah haji Indonesia di Tanah Suci.

Meski demikian, Gus Irfan menegaskan bahwa berakhirnya kegiatan diklat secara resmi bukan berarti berakhir pula proses pembinaan terhadap para calon petugas haji. Ia menekankan bahwa seluruh peserta yang nantinya akan dikukuhkan sebagai petugas haji tahun 2026 harus terus mempersiapkan diri agar benar-benar siap menjalankan amanah sebagai pelayan jemaah haji atau dhuyufurrahman.
“Pembinaan tidak berhenti sampai di sini. Setelah kembali ke daerah masing-masing, para petugas tetap harus menjaga kesiapan diri, baik secara fisik, mental, maupun pengetahuan,” kata Gus Irfan.

Lebih lanjut, Gus Irfan menjelaskan bahwa Kementerian Haji dan Umrah akan terus melakukan pemantauan terhadap kesiapan para petugas haji. Pemantauan tersebut dilakukan melalui berbagai mekanisme, di antaranya kelanjutan pembelajaran Bahasa Arab secara daring serta pengawasan kebugaran fisik secara berkala.

“Tiap hari juga akan dipantau bagaimana upaya mereka menjaga kebugaran fisik, supaya pada saatnya nanti benar-benar fit. Karena masih ada waktu sekitar dua sampai tiga bulan sebelum keberangkatan ke Arab Saudi,” jelasnya.

Gus Irfan berharap seluruh petugas haji tahun 2026 mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi tinggi. Ia menekankan bahwa kesiapan fisik, penguasaan materi, serta ketangguhan mental menjadi kunci utama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah haji Indonesia.

Kegiatan Diklat PPIH Arab Saudi 2026 ini diikuti oleh sekitar 1.600 peserta yang berasal dari seluruh provinsi di Indonesia. Para peserta akan bertugas di sembilan bidang layanan utama, antara lain konsumsi, akomodasi, transportasi, kesehatan, perlindungan jemaah, layanan ibadah, hingga Media Center Haji.

Selama mengikuti diklat yang diselenggarakan dengan pendekatan semi militer, para peserta tidak hanya dibekali materi teknis perhajian dan manasik haji, tetapi juga mendapatkan pelatihan baris-berbaris guna meningkatkan kedisiplinan, kekompakan, serta ketahanan fisik.

Pembinaan disiplin dan mental tersebut dipandu langsung oleh para fasilitator dari unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Sementara itu, materi pembelajaran lainnya, seperti Bahasa Arab, manasik haji, pelayanan jemaah, serta perlindungan kelompok rentan, disampaikan oleh para pakar dan praktisi di bidangnya.

Bahkan, dalam rangka penguatan perspektif perlindungan jemaah, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) juga turut berkesempatan mengisi salah satu sesi materi dalam diklat tersebut.

Seluruh rangkaian pelatihan ini dirancang sebagai bagian dari upaya serius pemerintah untuk memastikan bahwa Petugas Penyelenggara Ibadah Haji tahun 2026 benar-benar siap memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah haji Indonesia selama menjalankan ibadah di Arab Saudi.

Dengan penutupan diklat yang akan dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, diharapkan semangat pengabdian dan profesionalisme para petugas haji semakin kuat dalam mengemban amanah besar melayani jutaan jemaah haji Indonesia.

Red-Ervinna
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Prabowo Subianto Tutup Diklat PPIH 2026, Pemerintah Siapkan Petugas Haji Profesional dan Berintegritas

Trending Now