Pengikut

MUTIARA HIKMAH RABU*

Redaksi
Januari 07, 2026 | Januari 07, 2026 WIB Last Updated 2026-01-07T14:04:55Z
🌿 *MUTIARA HIKMAH RABU*

🗓️ *7 Januari 2026*

*Ketika Kebenaran Harus Disampaikan, Namun Akhlak Tetap Dijaga*

📖 Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِذْهَبْ اَنْتَ وَاَخُوْكَ بِاٰيٰتِيْ وَلَا تَنِيَا فِيْ ذِكْرِيْ
“Pergilah engkau beserta saudaramu dengan membawa tanda-tanda (kekuasaan) Ku, dan janganlah kamu berdua lalai mengingat-Ku.”
(QS. Thaha: 42)

اِذْهَبَاۤ اِلٰى فِرْعَوْنَ اِنَّهٗ طَغٰى
“Pergilah kamu berdua kepada Fir‘aun, karena dia benar-benar telah melampaui batas.”
(QS. Thaha: 43)

فَقُوْلَا لَهٗ قَوْلًا لَّيِّنًا لَّعَلَّهٗ يَتَذَكَّرُ اَوْ يَخْشٰى
“Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan dia sadar atau takut.”
(QS. Thaha: 44)

قَالَا رَبَّنَاۤ اِنَّنَا نَخَافُ اَنْ يَّفْرُطَ عَلَيْنَاۤ اَوْ اَنْ يَّطْغٰى
“Keduanya berkata, ‘Ya Tuhan kami, sungguh kami khawatir dia akan menyiksa kami atau bertambah melampaui batas.’”
(QS. Thaha: 45)

قَالَ لَا تَخَافَاۤ اِنَّنِيْ مَعَكُمَاۤ اَسْمَعُ وَاَرٰى
“Dia (Allah) berfirman, ‘Janganlah kamu berdua khawatir. Aku bersama kamu berdua. Aku mendengar dan melihat.’”
(QS. Thaha: 46)

✨ *Hikmah yang Patut Kita Renungkan*

🧠 *Dari logika dan spirit ayat-ayat ini, Al-Qur’an mengajarkan prinsip yang sangat maju dan relevan lintas zaman:*

🔹 Kekuasaan yang melampaui batas wajib diingatkan

🔹 Kebenaran harus disampaikan langsung kepada sumber persoalan

🔹 Namun, bahasa yang digunakan tetap harus lembut, beradab, dan bermartabat

🔹 Ketakutan manusiawi itu wajar, tetapi jangan sampai mematikan keberanian moral

🔹 Allah menegaskan: Dia selalu bersama orang-orang yang menyampaikan kebenaran

📌 *Inilah pelajaran besar:*
Al-Qur’an tidak pernah memerintahkan diam menghadapi ketidakjelasan, tetapi juga tidak membenarkan kebencian, fitnah, atau kekerasan.

🕊️ *Relevansi Kontekstual Polemik Ijazah Petinggi Negeri Ini di Tahun 2026*

❓ *Pertanyaan reflektifnya adalah:*

*Siapakah “Musa, Harun dan Fir'aun" di era kini?*

➡️ *Musa, Harun, adalah mereka orang-orang yang jujur, berakal sehat, dan berniat lurus, yang menyuarakan kebenaran demi keadilan publik. Ia semata ingin menegakkan kebenaran ketika terjadi polemik di masyarakat melalui jalur pengadilan yang diberlaku, dengan tetap menjaga etika yang memunculkan fitnah dan merugikan mereka yang tak semestinya dipersalahkan.*

❓ *Lalu, siapakah “Fir‘aun” di masa kini?*

➡️ *Fir'aun dalam konteks era kini, ia bukan semata dilakukan individu, melainkan oleh sekelompok dalam kekuasaan pemegang kewenangan yang tertutup, enggan menjelaskan, dan membiarkan masalah kecil membesar karena keengganan bersikap terbuka. Mereka bersekutu dengan melakukan bermacam cara untuk menutupi kebusukan, tanpa rasa iba mengorbankan siapapun yang berniat menegakkan kebenaran hakiki.*

⚖️ *Pelajaran Penting dari Polemik Publik ini*

📣 *Dalam konteks dugaan ijazah palsu pejabat tinggi negeri, yang telah memicu pro dan kontra, membelah opini publik, bahkan berujung pada jatuhnya korban dimasa pemilihan umum, warga yang mempersoalkan hal penting petinggi negara harus berhadapan dengan hukum, tanpa menggunakan jalan seimbang demi terwujudnya kebenaran keadilan.

*Al-Qur’an memberi pesan jernih:*

✅ Jika persoalan bisa diselesaikan dengan keterbukaan dan kejujuran, maka itulah jalan paling maslahat

✅ Diam yang berlarut justru membuka ruang kecurigaan, konflik, dan korban sosial

✅ Negara seharusnya melindungi rakyat, bukan membiarkan rakyat kecil menanggung beban konflik elite

🕯️ Persoalan yang sejatinya sederhana tidak akan menjadi berkepanjangan, bila sejak awal dijawab dengan kejujuran dan kejernihan hati.

*Peringatan Allah tentang Kekuasaan yang Zalim*

📜 Firman Allah Subhanahu wa Ta‘ala:

إِنَّ فِرْعَوْنَ عَلَا فِي الْأَرْضِ... إِنَّهُ كَانَ مِنَ الْمُفْسِدِينَ
(QS. Al-Qashash: 4)
وَاسْتَكْبَرَ هُوَ وَجُنُودُهُ... لَا يُرْجَعُونَ
(QS. Al-Qashash: 39)

✨ *Intisari Hikmah*

🔹 *Kekuasaan yang merasa paling tinggi akan cenderung menindas*

🔹 *Rakyat dipecah-belah agar mudah dikendalikan*

🔹 *Aparat yang ikut sombong menjadi bagian dari kerusakan sistemik*

🔹 *Merasa kebal hukum adalah awal dari kehancuran*

📌 *Fir‘aun tidak runtuh karena kurang kekuatan, tetapi karena lupa bahwa setiap kekuasaan pasti dimintai pertanggungjawaban.*

🧠 *Refleksi Kehidupan*

Dalam kehidupan sehari-hari, pola Fir‘aun bisa muncul dalam bentuk:

*Pemimpin yang anti kritik*

*Kebijakan yang menindas rakyat kecil*

*Hukum yang tajam ke bawah, tumpul ke atas*

*Kekuasaan yang jauh dari amanah dan nurani*

⚠️ *Ketika kekuasaan tak lagi takut pada Allah, maka kehancuran tinggal menunggu waktu.*

🌱 *Pesan Moral*

Allah tidak melarang kekuasaan,
tetapi melarang kesombongan dan kezaliman dalam kekuasaan.

💡 *Keadilan menjaga negara,
kezaliman menggali kuburnya sendiri.*

🌱 *Penutup Hikmah*

📖 *Al-Qur’an tidak mungkin basi.*

*Yang sering tertinggal justru kesanggupan intelektual dan moral kita dalam membaca serta menerapkannya secara adil dan beradab.*

✨ *Wallahu A‘lam bish-shawab.*

🖋️ *Salam Ta’ziem, Taqwa, dan Jihad*
*BES - Brother Eggi Sudjana.*

🤲 *Insha Alloh kita semua diberi keberanian seperti Nabi Musa, keteguhan seperti Nabi Harun, dan kebijaksanaan untuk menyampaikan kebenaran tanpa melukai kemanusiaan.*
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • MUTIARA HIKMAH RABU*

Trending Now