Keterangan Foto/HO/Plan Indonesia: Anak-anak ditemani orang tua sedang melakukan tawar-menawar dengan penjual dalam bazar pendidikan di Aula Desa Aulesa, Kecamatan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata, Kamis (29/1/2026).
Lembata, detiksatu.com || Aula Kantor Desa Aulesa, Kecamatan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata, NTT, tampak ramai dipenuhi anak-anak dan orang tua pada Kamis, 29 Januari 2026.
Mereka datang untuk membeli berbagai kebutuhan pendidikan dalam kegiatan bazar pendidikan yang digelar oleh Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia).
Menariknya, anak-anak tidak menggunakan uang tunai. Setiap anak sponsor menerima voucher senilai Rp150.000 melalui skema Cash Voucher Assistance (CVA), yang dapat ditukarkan dengan perlengkapan sekolah dan alat bantu belajar.
Barang-barang yang tersedia meliputi buku bacaan, alat tulis, permainan edukatif, hingga kebutuhan pendukung pendidikan lainnya.
Banyak anak berbelanja ditemani orang tua mereka. Sementara itu, para pedagang yang terlibat berasal dari Lewoleba sebagai pihak ketiga (vendor) yang bekerja sama dengan Plan Indonesia.
Salah satu anak penerima voucher, Rio, tampak gembira usai berbelanja. Ia keluar dari lokasi bazar sambil menenteng tas penuh perlengkapan sekolah seperti buku tulis, kamus, sepatu sekolah, dan kaus kaki.
“Senang sekali bisa punya perlengkapan sekolah baru,” ujarnya.
Rio pun berjanji akan lebih giat belajar demi masa depan yang lebih baik.
“Cita-cita saya adalah jadi pilot,” sambungnya.
Rio datang bersama neneknya yang setia menunggu di luar aula bazar.
Kegembiraan serupa juga dirasakan Gregorius. Dengan voucher yang diterimanya, ia berhasil membawa pulang tas hitam, buku tulis, kaus kaki, pulpen, penggaris, serta alat peraga matematika.
“Makin semangat belajar lagi supaya bisa naik kelas,” ujar Gregorius di hadapan ibunya.
Setelah itu, ia bergabung dengan teman-temannya di luar aula sambil menghitung jumlah barang yang mereka bawa pulang.
Lusia Jaga, warga Aulesa yang menemani cucunya, mengaku berterima kasih kepada Plan Indonesia karena menggelar bazar dengan metode yang mendidik.
“Saya senang dengan metode pembayarannya. Anak-anak bisa belajar tentang uang, sekaligus belajar berhemat,” tandasnya.
Menurut Lusia, pendidikan selalu menjadi prioritas keluarga sehingga dukungan Plan Indonesia sangat membantu dan memotivasi cucunya untuk belajar.
Hal senada disampaikan Klemens Sili yang turut mendampingi cucunya membeli tas sekolah baru.
“Dia makin semangat ke sekolah karena sudah ada tas baru,” ungkap Klemens.
Manajer Program Implementasi Area (PIA) Lembata Plan Indonesia yang diwakili oleh Hermanus Ama Lawe selaku Tim Leader PIA Lembata menjelaskan, mekanisme bazar dipilih untuk mendorong partisipasi aktif anak dan keluarga.
“Ini tahun kedua kita menyelenggarakan bazar dengan skema VCA ini. Dalam kegiatan ini anak-anak belajar menentukan prioritas kebutuhannya sendiri. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat literasi, numerasi, dan rasa percaya diri anak,” ujarnya.
Melalui bazar pendidikan ini, Plan Indonesia menargetkan seluruh anak sponsor di 79 desa dampingan di Kabupaten Lembata dapat terjangkau, sekaligus memberikan dampak ganda berupa peningkatan dukungan pendidikan anak.
Bazar pendidikan ini telah digelar sejak November 2025 hingga Maret 2026 secara bertahap di 79 desa dampingan. Kegiatan tersebut diikuti oleh 7.317 anak dampingan Plan Indonesia di Lembata. Sebagian desa telah melaksanakan bazar, sementara sisanya dijadwalkan menyusul sesuai zonasi.
Bazar ini merupakan bagian dari kegiatan Thank You Project Fiscal Years 26 yang bertujuan mendukung peningkatan literasi dan numerasi anak.
Pelaksanaannya dilakukan di tingkat desa atau gabungan beberapa desa terdekat, dan dibuka pada siang hari setelah jam sekolah agar tidak mengganggu proses belajar anak. Anak-anak dan orang tua terlibat langsung dalam pemilihan barang dengan pendampingan staf Plan Indonesia.
Reporter: Emanuel Boli

