Jakarta, detiksatu.com || Presiden Prabowo akan hadiri seremoni penerimaan tiga pesawat Rafale Milik TNI AU. Kementerian Pertahanan Republik Indonesia memastikan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, akan menghadiri seremoni penerimaan tiga unit pesawat tempur Rafale yang menjadi alutsista baru Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU). Kehadiran Presiden dalam seremoni tersebut menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat sistem pertahanan udara nasional serta menjaga kedaulatan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Kepastian tersebut disampaikan Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Brigadir Jenderal TNI Rico Sirait, saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Meski demikian, pihak Kementerian Pertahanan belum dapat memastikan waktu pelaksanaan seremoni secara resmi karena masih menyesuaikan dengan agenda dan ketersediaan waktu Presiden.
“Seremoni penerimaan resmi akan dilaksanakan kemudian, menyesuaikan dengan agenda dan ketersediaan waktu Bapak Presiden,” ujar Brigjen TNI Rico Sirait.
Sementara itu, tiga unit pesawat tempur Rafale tersebut saat ini telah berada di Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Provinsi Riau. Pesawat tempur buatan Prancis itu tiba di Indonesia pada pertengahan Januari 2026 setelah diterbangkan langsung dari Prancis oleh penerbang tempur TNI Angkatan Udara.
Rico menjelaskan bahwa secara administratif dan teknis, ketiga pesawat Rafale tersebut telah resmi diserahterimakan dan dinyatakan siap untuk digunakan dalam mendukung operasi pertahanan udara nasional.
“Tiga unit pesawat tempur Rafale telah tiba di Indonesia dan saat ini berada di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru. Secara administratif dan teknis, pesawat tersebut telah diserahterimakan dan sudah dapat digunakan oleh TNI AU,” jelasnya.
Kehadiran pesawat tempur Rafale ini menjadi tonggak penting dalam modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI AU. Rafale dikenal sebagai pesawat tempur multi-peran generasi 4,5 yang memiliki kemampuan tempur udara-ke-udara, udara-ke-darat, serta pengintaian dengan teknologi avionik dan persenjataan mutakhir.
Dengan bergabungnya Rafale ke dalam skuadron TNI AU, kemampuan Indonesia dalam menjaga wilayah udara nasional, khususnya di kawasan strategis Nusantara, dipastikan akan semakin kuat dan berlapis. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah dalam membangun sistem pertahanan yang modern, tangguh, dan berdaya tangkal tinggi.
“Kehadiran pesawat tempur Rafale akan memperkuat postur pertahanan udara TNI AU dalam menjaga kedaulatan wilayah udara Indonesia serta memberikan efek gentar terhadap potensi ancaman,” tambah Rico.
Rencananya, seremoni penerimaan resmi nantinya akan menjadi simbol dimulainya pengoperasian Rafale oleh TNI AU sekaligus menunjukkan keseriusan Indonesia dalam meningkatkan kerja sama pertahanan strategis dengan mitra internasional, termasuk Prancis.
Dengan penguatan alutsista ini, TNI AU diharapkan semakin siap menghadapi tantangan keamanan masa depan serta menjaga keutuhan NKRI di seluruh wilayah udara Nusantara.
Red-Ervinna

