Bogor, detiksatu.com || Presiden Prabowo panggil Menteri PKP ke Hambalang, bahas percepatan pembangunan rumah layak huni.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara mendadak memanggil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait ke kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (30/1/2026).
Pertemuan tersebut dilakukan untuk membahas langkah strategis percepatan pembangunan rumah layak huni dan terjangkau bagi masyarakat.
Pemanggilan tersebut menegaskan perhatian serius Presiden Prabowo terhadap pemenuhan kebutuhan dasar rakyat, khususnya di sektor perumahan. Dalam pertemuan itu, Presiden ingin memastikan seluruh program perumahan nasional berjalan tepat sasaran, cepat, dan memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa pertemuan Presiden dengan Menteri PKP difokuskan pada evaluasi serta akselerasi proyek-proyek perumahan bersubsidi yang saat ini tengah disiapkan pemerintah.
Program ini merupakan bagian dari komitmen negara untuk menghadirkan hunian yang layak, aman, dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
“Presiden memberikan perhatian khusus pada percepatan realisasi proyek perumahan, baik dari sisi kesiapan lahan, perizinan, hingga skema pembiayaan agar masyarakat dapat segera merasakan manfaatnya,” ujar Teddy.
Dalam laporannya kepada Presiden, Menteri PKP Maruarar Sirait memaparkan perkembangan pembangunan rumah susun bersubsidi di kawasan Cikarang, Kabupaten Bekasi. Proyek tersebut telah memasuki tahap awal berupa pembersihan dan pematangan lahan di atas area seluas kurang lebih 30 hektare yang telah disiapkan sebagai lokasi pembangunan.
Selain itu, Kepala Negara juga menerima laporan terkait persiapan pelaksanaan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan sebanyak 141.000 unit rumah bersubsidi.
Rencana pembangunan ini akan dilaksanakan di tiga kawasan yang saling berdekatan, dengan konsep kawasan hunian terintegrasi guna mendukung kenyamanan dan efisiensi aktivitas masyarakat.
Target Serap 80 Ribu Tenaga Kerja
Menurut Teddy, lokasi proyek perumahan tersebut dirancang berada di kawasan strategis yang berdekatan dengan berbagai fasilitas umum dan pusat aktivitas ekonomi.
Kawasan hunian akan terintegrasi dengan sekolah, rumah sakit, area perkantoran dan industri, serta jalur transportasi utama.
“Dengan pembangunan perumahan ini, diperkirakan dapat menyerap hingga sekitar 80 ribu tenaga kerja di berbagai sektor, mulai dari konstruksi hingga sektor pendukung lainnya. Hal ini sekaligus akan mempercepat perputaran roda perekonomian nasional,” ungkap Teddy.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau. Upaya tersebut tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan rumah bersubsidi dalam jumlah besar, tetapi juga melalui penyederhanaan regulasi yang selama ini dinilai menjadi hambatan dalam percepatan realisasi pembangunan.
Presiden juga meminta agar seluruh kementerian dan lembaga terkait dapat bersinergi secara maksimal, sehingga program perumahan nasional dapat berjalan efektif, transparan, dan berkelanjutan.
“Pemerintah berkomitmen memastikan rakyat memiliki tempat tinggal yang layak sebagai fondasi utama dalam membangun kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat,” tutup Teddy.
Red-Ervinna

