Indramayu,detiksatu.com || Ratusan warga Desa Rancahan, Kecamatan Gabuswetan, Kabupaten Indramayu, turun ke jalan menggelar aksi unjuk rasa pada Senin 09/02/2026
Aksi tersebut digelar sebagai bentuk kekecewaan warga terhadap pengelolaan pemerintahan desa yang dinilai tidak transparan, khususnya terkait Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).
Dalam aksi itu, massa secara tegas menyuarakan tuntutan agar Kuwu Desa Rancahan mengundurkan diri dari jabatannya. Tuntutan tersebut muncul karena warga menilai selama masa kepemimpinan kuwu, keterbukaan informasi publik, terutama soal penggunaan APBDes, tidak pernah disampaikan secara jelas kepada masyarakat.
Dengan membawa spanduk, poster, dan melakukan orasi secara bergantian, ratusan warga mengepung Kantor Desa Rancahan. Mereka mendesak pemerintah desa untuk segera membuka data penggunaan APBDes secara terbuka dan dapat diakses oleh masyarakat luas.
“Jika tidak ada keterbukaan, kami menilai kuwu sudah tidak layak lagi memimpin desa ini,” teriak salah satu orator di tengah aksi.
Koordinator aksi menyatakan bahwa tuntutan mundur kuwu merupakan puncak dari akumulasi kekecewaan warga yang selama ini merasa diabaikan. Ia menegaskan, apabila tuntutan tersebut tidak direspons, warga siap menggelar aksi lanjutan dengan massa yang lebih besar.
Aksi unjuk rasa berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan. Hingga aksi berakhir, situasi di Desa Rancahan terpantau kondusif, meski tuntutan warga terhadap pemerintah desa masih belum mendapat tanggapan resmi.

