Jakarta, detiksatu.com ||Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) menyatakan kesiapan penuh untuk menyukseskan Program 3 Juta Rumah yang digagas Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kolaborasi strategis dengan 40 pengembang perumahan guna memperluas akses kepemilikan hunian layak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), khususnya di Kabupaten Batang dan wilayah sekitarnya.
Langkah konkret ini dilakukan Bank Jateng dengan menyediakan skema pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi bagi masyarakat, serta Kredit Usaha Rakyat (KUR) Developer bagi para pengembang. Sinergi antara perbankan, pengembang, dan pemerintah daerah dinilai menjadi kunci utama keberhasilan program nasional tersebut.
Pengarah Digital dan Bisnis Konsumer Bank Jateng, Eko Tri Prasetyo, menegaskan bahwa peran perbankan daerah sangat strategis dalam menjembatani kebutuhan hunian MBR dengan kapasitas pembangunan para pengembang.
“Kami mengakselerasikan harapan kalangan MBR untuk memiliki hunian yang layak, aman, dan nyaman. Skemanya jelas, masyarakat memperoleh KPR subsidi, sementara pengembang mendapatkan dukungan pembiayaan melalui KUR Developer,” ujar Eko Tri Prasetyo, dinukil dari laman resmi Bank Jateng, Senin (9/2/2026).
Menurut Eko, kolaborasi lintas sektor ini bukan hanya mendukung target pembangunan nasional, tetapi juga mendorong pertumbuhan sektor perumahan yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak langsung terhadap perekonomian daerah.
Dukungan Penuh Pemkab Batang
Upaya Bank Jateng tersebut mendapat sambutan positif dari Pemerintah Kabupaten Batang. Sekretaris Daerah Kabupaten Batang, Sri Purwaningsih, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terbangun antara Bank Jateng dan para pengembang.
“Program ini sangat membantu masyarakat MBR agar bisa memiliki rumah sendiri.
Apalagi, pemerintah daerah memberikan pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) bagi MBR, sehingga beban biaya masyarakat semakin ringan,” ungkap Sri.
Ia juga menegaskan bahwa Pemkab Batang memberikan kemudahan dalam aspek regulasi dan perizinan sebagai bentuk dukungan nyata terhadap percepatan pembangunan perumahan.
“Seluruh proses perizinan kini sudah dipermudah melalui sistem layanan dalam talian atau online. Jadi tidak ada lagi proses yang berbelit-belit,” tegasnya.
Dorong Ekonomi Daerah
Sementara itu, Pemimpin Bank Jateng Cabang Batang, Sigit Aji Pamungkas, mengungkapkan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Bank Jateng dalam mendukung pengembang perumahan di wilayahnya.
Ia optimistis bahwa kolaborasi ini tidak hanya mempercepat realisasi Program 3 Juta Rumah, tetapi juga akan menjadi motor penggerak ekonomi daerah, mulai dari sektor konstruksi, UMKM pendukung, hingga penyerapan tenaga kerja lokal.
Kinerja KUR Bank Jateng Solid
Di sisi lain, kinerja penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Jateng menunjukkan hasil yang solid dan sehat. Dinukil dari laman Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Direktur Bank Jateng Irianto Harko Saputro mengungkapkan bahwa hingga 18 Oktober 2025, Bank Jateng telah menyalurkan KUR sebesar Rp4,438 triliun, atau 64 persen dari total alokasi sebesar Rp7 triliun.
Selain itu, Bank Jateng juga telah menyalurkan pembiayaan KUR kepada 83.913 debitur dengan total nilai mencapai Rp10,327 triliun, serta mencatat non-performing loan (NPL) atau tingkat kredit bermasalah yang sangat rendah, yakni sekitar 1 persen.
Pada momentum akad massal KUR, Bank Jateng tercatat menyalurkan pembiayaan kepada 800 debitur dari seluruh wilayah Jawa Tengah. Jumlah tersebut terdiri atas 555 debitur KUR Kecil, 230 debitur KUR Mikro, dan 15 debitur KUR Super Mikro.
Lebih jauh, secara akumulatif penyaluran KUR di Jawa Tengah sejak 2015 hingga 2025 telah mencapai Rp361,36 triliun dengan jumlah debitur sebanyak 10,31 juta orang, menunjukkan peran signifikan perbankan daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan.
Dengan fondasi kinerja yang kuat serta sinergi lintas sektor yang semakin solid, Bank Jateng optimistis dapat menjadi salah satu pilar utama dalam menyukseskan Program 3 Juta Rumah, sekaligus mewujudkan pemerataan akses hunian layak bagi masyarakat di Jawa Tengah.
Red-Ervinna

