Pertanyaan Publik Muncul, Warga Soroti Data Dampak Banjir di Kecamatan Simpang Kanan

Maret 06, 2026 | Maret 06, 2026 WIB Last Updated 2026-03-06T09:47:16Z
Aceh Singkil, detiksatu.com ||  Sejumlah masyarakat mulai mempertanyakan kejelasan data korban terdampak banjir di wilayah Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Aceh Singkil.

 Pasalnya, data yang beredar saat ini dinilai belum sepenuhnya mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan, terutama terkait jumlah rumah tangga yang mengalami kerusakan ringan maupun berat akibat bencana banjir yang melanda beberapa waktu lalu.

Beberapa desa yang disebut-sebut terdampak cukup parah di antaranya Desa Tanjung Mas, Desa Cibubukan, Desa Lipat Kajang, Desa Silatong, dan Desa Guha. Masyarakat menilai bahwa desa-desa tersebut mengalami dampak banjir yang cukup luas, namun data penerima bantuan yang tercatat dalam tahap awal dinilai masih sangat terbatas.

Ilham Manik menyampaikan bahwa masyarakat perlu mengetahui secara jelas bagaimana proses pendataan tersebut dilakukan. “Mari kita lihat bersama untuk wilayah Kecamatan Simpang Kanan, apakah hanya desa-desa itu saja yang terdampak banjir dengan kategori rusak ringan maupun rusak berat. Kami melihat beberapa desa seperti Tanjung Mas, Cibubukan, Lipat Kajang, Silatong, dan Guha terdampak cukup luas,” ujar Ilham Manik.

Ia juga menyoroti adanya dugaan perubahan data dalam pendataan tahap awal. “Saya melihat pada pendataan tahap pertama kemarin ada sejumlah data yang kemudian dihapuskan. Hal ini tentu perlu penjelasan yang jelas agar tidak menimbulkan pertanyaani di tengah masyarakat,” tambahnya.

Sebagai contoh, di Desa Tanjung Mas yang memiliki sekitar 145 kepala keluarga (KK), tercatat hanya 7 KK yang masuk dalam daftar penerima bantuan pada tahap pertama. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan dari masyarakat, mengingat hampir seluruh wilayah desa tersebut sempat terdampak banjir.
“Apakah layak hanya tujuh kepala keluarga yang tercatat menerima bantuan, sementara hampir seluruh desa terdampak banjir? Ini yang menjadi pertanyaan masyarakat saat ini,” lanjut Ilham Manik.

Ia berharap pemerintah daerah dan pihak terkait dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai mekanisme pendataan serta kriteria penerima bantuan bagi warga terdampak banjir. Menurutnya, transparansi sangat penting agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran.

Selain itu, masyarakat juga meminta agar dilakukan pendataan ulang secara menyeluruh terhadap rumah tangga yang terdampak banjir di Kecamatan Simpang Kanan, sehingga tidak ada warga yang merasa terabaikan.

Bencana banjir yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Simpang Kanan sebelumnya memang mengakibatkan berbagai kerusakan pada rumah warga dan fasilitas lainnya. Oleh karena itu, masyarakat berharap perhatian dan langkah cepat dari pemerintah agar penanganan pascabencana dapat berjalan secara adil dan merata.

Hingga saat ini, masyarakat masih menunggu klarifikasi resmi dari pihak terkait mengenai data final korban terdampak banjir di beberapa desa tersebut. Transparansi dan keterbukaan informasi diharapkan dapat menjadi solusi untuk menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan proses penyaluran bantuan berjalan dengan baik.
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Pertanyaan Publik Muncul, Warga Soroti Data Dampak Banjir di Kecamatan Simpang Kanan

Trending Now