RS H.L. Manambai Abdulkadir Evaluasi Pelayanan, Perkuat Mutu Layanan dan Respons Kebutuhan Pasien

RS H.L. Manambai Abdulkadir Evaluasi Pelayanan, Perkuat Mutu Layanan dan Respons Kebutuhan Pasien

Redaksi
Rabu, 01 Juli 2026 | Rabu, Juli 01, 2026 WIB Last Updated 2026-06-30T22:01:19Z
Sumbawa, detiksatu.com | | Rumah Sakit H.L. Manambai Abdulkadir (RSMA) Sumbawa terus memperkuat kualitas pelayanan kesehatan melalui evaluasi bersama masyarakat. Langkah tersebut dilakukan untuk menghimpun masukan sekaligus memastikan pelayanan yang diberikan mampu menjawab kebutuhan pasien.

Forum evaluasi pelayanan yang digelar di Ruang Rapat Utama RSMA pada 25 Juni 2026 menghadirkan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, serta perwakilan pasien. Pertemuan tersebut menjadi ruang komunikasi antara rumah sakit dan masyarakat dalam mengevaluasi penerapan Standar Pelayanan Minimum (SPM) serta peningkatan mutu layanan kesehatan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur RSMA, dr. Made Sopan Pradnya Nirartha, M.Biomed., Sp.B., bersama jajaran manajemen rumah sakit, di antaranya Kepala Bagian Tata Usaha, Kepala Bidang Pelayanan, dan Kepala Bidang Penunjang.

Kepala Bidang Pelayanan RSMA, Rini Maharani, S.Farm., Apt., menjelaskan bahwa evaluasi tersebut merupakan bagian dari komitmen rumah sakit untuk terus meningkatkan mutu pelayanan.

“Melalui forum ini kami ingin mendengar langsung masukan dari masyarakat, sehingga kebutuhan dan harapan pasien dapat menjadi bahan evaluasi untuk peningkatan layanan,” kata Rini saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (29/06/2026).

Ia menjelaskan, penerapan Standar Pelayanan Minimum (SPM) mencakup berbagai aspek pelayanan, mulai dari waktu tunggu pasien, pelayanan obat, layanan poliklinik hingga prosedur pelayanan di unit perawatan.

“Standar pelayanan menjadi acuan agar layanan berjalan sesuai ketentuan. Namun masukan dari masyarakat tetap diperlukan untuk melihat pelaksanaannya di lapangan,” jelasnya.

Dalam forum tersebut, masyarakat menyampaikan apresiasi terhadap sejumlah perbaikan layanan yang telah dilakukan RSMA. Selain itu, terdapat pula masukan terkait aspek teknis pelayanan serta penyampaian informasi kebijakan kesehatan kepada masyarakat.

Rini menerangkan, salah satu hal yang menjadi perhatian dalam diskusi adalah perubahan kebijakan BPJS Kesehatan yang terkadang membuat pasien membutuhkan penjelasan lebih lanjut saat mengakses layanan.

“Persoalan BPJS lebih banyak berkaitan dengan kebijakan dan administrasi. Karena itu, koordinasi serta sosialisasi kepada masyarakat terus kami perkuat agar informasi yang diterima lebih jelas,” terangnya.

Selain evaluasi melalui forum, RSMA juga secara rutin melakukan pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebagai bagian dari upaya mengetahui tingkat kepuasan pasien sekaligus menentukan langkah perbaikan pelayanan.

“Hasil evaluasi dan survei menjadi bahan kami untuk melihat apa yang perlu ditingkatkan, sehingga pelayanan dapat terus berkembang,” ujarnya.

Terkait waktu tunggu pasien di poliklinik, manajemen menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, salah satunya jadwal dokter yang juga memberikan pelayanan kepada pasien rawat inap.

“Dokter tidak hanya melayani pasien poliklinik, tetapi juga melakukan visite pasien rawat inap. Hal tersebut menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi waktu pelayanan,” ungkapnya.

RSMA memastikan pelayanan medis diberikan dengan standar yang sama bagi seluruh pasien, baik peserta BPJS maupun pasien umum. Perbedaan hanya berkaitan dengan ketentuan hak ruang perawatan sesuai aturan yang berlaku.

Dalam mendukung transformasi pelayanan kesehatan, RSMA juga terus mengembangkan digitalisasi melalui layanan pendaftaran online dan penerapan Rekam Medis Elektronik (RME).

Rini menyampaikan, pemanfaatan layanan digital masih terus diperkenalkan kepada masyarakat agar semakin mudah digunakan.
“Petugas tetap kami siapkan untuk membantu pasien yang mengalami kendala dalam penggunaan layanan digital,” ucapnya.

Selain penguatan sistem pelayanan, RSMA juga melakukan pengembangan sumber daya manusia dan fasilitas kesehatan, termasuk pemenuhan kebutuhan dokter spesialis serta penguatan layanan unggulan.

Pengembangan fasilitas kesehatan tahun 2026 diarahkan untuk mendukung berbagai layanan, seperti onkologi, bedah saraf, urologi, bedah anak, cathlab, klinik tumbuh kembang anak, Pediatric Intensive Care Unit (PICU), hingga layanan homecare.

Rini menegaskan, RSMA akan terus membuka ruang komunikasi dengan masyarakat sebagai bagian dari upaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin baik.

“Kami berharap kolaborasi antara rumah sakit dan masyarakat terus berjalan, sehingga pelayanan yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (san/bgs)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • RS H.L. Manambai Abdulkadir Evaluasi Pelayanan, Perkuat Mutu Layanan dan Respons Kebutuhan Pasien

Trending Now

Iklan