aktivis pemuda nias jakarta sorot dugaan kongkalikong proyek revitalisasi sman unggulan sukma nias

aktivis pemuda nias jakarta sorot dugaan kongkalikong proyek revitalisasi sman unggulan sukma nias

Agustus 12, 2026 | Agustus 12, 2026 WIB Last Updated 2026-08-12T12:13:34Z
Jakarta,detiksatu.com || Tokoh pemuda Kepulauan Nias sekaligus aktivis pemuda Nias Jakarta dan edukator persatuan pemuda Nias, Juli E. Restu War, menyoroti dugaan kongkalikong dalam pelaksanaan proyek revitalisasi pembangunan SMAN Unggulan Sukma Nias.

Juli E. Restu War menilai, dugaan persoalan dalam pelaksanaan proyek tersebut harus menjadi perhatian serius. Pembangunan fasilitas pendidikan yang menggunakan uang negara tidak boleh dikerjakan secara serampangan, apalagi jika menyangkut mutu konstruksi dan keselamatan siswa.

“Saya mempertanyakan penerapan sistem QC (Quality Control) dalam proyek ini. Quality Control bukan sekadar formalitas. QC harus benar-benar memastikan material, metode kerja, proses pengecoran, hingga hasil konstruksi sesuai dengan spesifikasi teknis dan kontrak,” tegas Restu War.

Sorotan tersebut muncul menyusul aksi pengawasan publik Koalisi Solidaritas dan Aksi Demokratif (KORSA-DEM) di Gunungsitoli pada Selasa (11/8/2026). Dalam aksinya, KORSA-DEM menyampaikan sejumlah dugaan temuan, antara lain kedalaman bore pile yang diduga tidak sesuai perencanaan, penggunaan material yang diduga di bawah standar, pengecoran saat hujan deras, serta dugaan ketidaksesuaian campuran beton dengan spesifikasi kontrak.

Menurut Juli E. Restu War, seluruh dugaan tersebut harus dibuktikan melalui pemeriksaan teknis yang independen dan transparan.

 “Kalau pekerjaan memang benar dan sesuai spesifikasi, buka datanya dan buktikan. Kalau ditemukan ketidaksesuaian, jangan ditutup-tutupi. Jangan sampai uang negara keluar, tetapi kualitas pembangunan justru dipertanyakan,” ujarnya.

Ia meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Dinas Pendidikan, lembaga pengawasan, serta instansi terkait segera melakukan audit teknis atau audit forensik sebelum proyek dinyatakan selesai.

Pemeriksaan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari dokumen kontrak, spesifikasi teknis, gambar kerja, mutu material, hasil pengujian beton, kedalaman bore pile, metode pelaksanaan, volume pekerjaan, hingga dokumen Quality Control dan Quality Assurance.

“Pengawasan masyarakat jangan dianggap sebagai ancaman. Justru pengawasan adalah bentuk kepedulian terhadap uang negara. Jangan alergi terhadap kritik. Kalau semuanya benar, buktikan secara terbuka,” tegasnya.

Juli E. Restu War juga mengingatkan bahwa proyek revitalisasi SMAN Unggulan Sukma Nias bukan sekadar pembangunan gedung.

“Di balik bangunan itu ada masa depan anak-anak Nias. Karena itu, kualitas tidak boleh dikompromikan. Jangan sampai hari ini bangunannya terlihat megah, tetapi di kemudian hari muncul persoalan konstruksi yang membahayakan siswa,” katanya.

Ia menegaskan, dirinya tidak bermaksud menghakimi pihak mana pun sebelum adanya hasil pemeriksaan resmi. Namun, setiap dugaan yang menyangkut uang negara, mutu pembangunan, dan keselamatan peserta didik wajib dijawab dengan data dan fakta.

Kami tidak meminta siapa pun dihukum tanpa bukti. Kami hanya meminta satu hal: buka, periksa, dan buktikan. Jika benar, katakan benar. Jika salah, perbaiki dan pertanggungjawabkan. Jangan biarkan publik hanya mendapatkan janji,” ujar Juli E. Restu War.

“Nias membutuhkan pembangunan yang berkualitas, transparan, dan bertanggung jawab. Bukan sekadar proyek yang selesai secara administrasi, tetapi proyek yang benar-benar aman dan bermanfaat bagi generasi muda Nias,” tutup Juli E. Restu War
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • aktivis pemuda nias jakarta sorot dugaan kongkalikong proyek revitalisasi sman unggulan sukma nias

Trending Now