Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung Sekolah Birrul Walidain tersebut diikuti puluhan guru. Pelatihan difokuskan pada keterampilan praktis membuat video pendek dan konten pembelajaran dengan memanfaatkan perangkat yang mudah dijangkau, seperti telepon seluler (HP) maupun laptop.
Pelatihan menghadirkan Reza Surianegara, seorang produser dan sutradara film, sebagai pemateri. Para guru dibekali cara sederhana membuat konten pembelajaran yang menarik sehingga materi pendidikan tidak hanya disampaikan melalui metode konvensional, tetapi juga dapat dikemas dalam bentuk video yang sesuai dengan perkembangan media digital.
Ketua Yayasan Birrul Waalidain Bogor, KH Memed Jalaludin, dalam sambutannya menekankan pentingnya kualitas dan pesan dalam setiap konten yang diproduksi.
Ia mengingatkan para guru agar tidak sekadar mengejar jumlah maupun tampilan konten, tetapi memastikan setiap gambar atau video yang dibuat memiliki tujuan dan memberikan manfaat.
“Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi Birrul Waalidain. Setiap gambar atau konten yang diambil harus memiliki misi dan berkualitas. Jangan sampai konten yang dibuat tidak memiliki pesan,” ujarnya.
Menurutnya, setiap konten yang kemudian dibagikan kepada publik membawa konsekuensi terhadap citra lembaga. Karena itu, guru perlu memiliki kehati-hatian sekaligus kemampuan memilih materi visual terbaik sebelum dipublikasikan.
“Setiap gambar yang dibagikan harus yang terbaik karena akan berdampak kepada masyarakat, khususnya kepada lembaga kita,” katanya.
Ia juga mendorong para peserta untuk tidak terburu-buru dalam menghasilkan gambar atau video. Menurutnya, pengambilan gambar dapat dilakukan beberapa kali agar hasil akhirnya benar-benar layak dipublikasikan. “Ambil foto beberapa kali dan pilih yang terbaik,” pesannya.
Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Orda Kota Bogor, Ustaz Arijulmanan, yang turut memberikan sambutan, melihat keterampilan media digital bukan sekadar kemampuan teknis, tetapi dapat menjadi sarana memperluas dakwah.
Menurutnya, guru memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan generasi muda yang sehari-hari sangat dekat dengan dunia digital. “Keahlian di media dapat menjadi wasilah untuk meluaskan dakwah,” ujarnya.
Ia berharap para guru, bahkan para siswa, nantinya dapat berkembang menjadi kreator konten yang mampu menyampaikan nilai-nilai Islam melalui berbagai platform media yang sedang berkembang.
“Bapak dan Ibu guru beserta para murid, insya Allah, bisa menjadi content creator yang dapat mendakwahkan Islam dan menegakkan kalimat Allah melalui media-media yang sedang tren sekarang,” tuturnya.

