Dipicu Cuaca Dingin Riwayat Asma Kambuh: Pengungsi Gempa Nagekeo Meninggal di Tengah Pengungsian

Dipicu Cuaca Dingin Riwayat Asma Kambuh: Pengungsi Gempa Nagekeo Meninggal di Tengah Pengungsian

Agustus 25, 2026 | Agustus 25, 2026 WIB Last Updated 2026-08-25T09:01:17Z

NAGEKEO,DETIKSATU.COM || Seorang pengungsi korban gempa di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, meninggal dunia setelah mengalami serangan asma berat saat berada di lokasi pengungsian, Desa Kotagana, Kecamatatan Mauponggo.

Seorang warga lanjut usia bernama Petrus Ndiwa (70), warga Kampung Lina, RT/RW 09, Dusun III, Desa Kotagana, meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan di puskesmas Mauponggo.

Kapolsek Mauponggo IPTU Dewa Putu Suariawan , menjelaskan pada saat terjadi gempa bumi pada Sabtu (15/8/2026), Petrus bersama keluarganya mengungsi di gedung persiapan MBG Kotagana, sesuai dengan intruksi dari pemerintah desa setempat. 

Di hari Minggu (23/8/2026), sekitar pukul 18:00 wita, Petrus mengalami sesak napas, keluarganya langsung mengantar Petrus untuk mendapat perawatan atau penanganan lebih lanjut.

“Setelah mendapat perawatan, keadaan Petrus sempat membaik dan komunikasi seperti biasa dengan keluarganya. Namun di hari Senin (24/8/2026) sekitar pukul 05:50 wita, setelah terjadi gempa susulan sekitar pukul 05:44 wita, Petrus mengalami trauma dan memasuki keadaan kritis, sampai pukul 07:00 wita Petrus dilaporkan meninggal dunia oleh pihak puskesmas Mauponggo,”jelas IPTU Putu Suariawan.

Menurut keluarga, Petrus diketahui memiliki riwayat penyakit asma sesuai dengan hasil pemeriksaan dari RSUD Aeramo. Kondisinya memburuk setelah beberapa hari berada di tenda pengungsian dalam kondisi cuaca yang dingin dan segala kebutuhan dan perlengkapan seadanya.

Dengan meninggalnya Petrus ini menjadi catatan dan perhatian yang serius dari Pemda maupun dinas terkait terhadap kondisi warga yang masih bertahan di pengungsian. 

Selain memenuhi kebutuhan makanan dan air, para pengungsi juga membutuhkan perlengkapan lainnya seperti selimut, tikar, tempat tidur yang layak, serta akses pelayanan kesehatan, obat-obatan terutama bagi warga lanjut usia dan anak-anak yang memiliki penyakit bawaan. 

Peristiwa ini menjadi perhatian di tengah kondisi warga yang masih bertahan di sejumlah lokasi pengungsian pascagempa, karena banyak rumah yang mengalami kerusakan. 

Selain kebutuhan logistik, pelayanan kesehatan bagi pengungsi, terutama mereka yang memiliki riwayat penyakit tertentu, menjadi hal penting yang perlu mendapat perhatian serius.

Sejumlah warga berharap pemeriksaan kesehatan dan pemantauan kondisi warga di pengungsian perlu terus diperkuat untuk mencegah kondisi serupa kembali terjadi.

Reporter: Stefan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Dipicu Cuaca Dingin Riwayat Asma Kambuh: Pengungsi Gempa Nagekeo Meninggal di Tengah Pengungsian

Trending Now