Jayapura, detiksatu.com || Komite Nasional Papua Barat (KNPB) memastikan aksi nasional pada 3 Agustus 2026 akan berlangsung secara damai dan bermartabat di seluruh wilayah adat Papua, serta di beberapa titik perwakilan Indonesia dan Timor Leste.
Hal itu ditegaskan Ketua Umum KNPB Pusat, Agus Kossay, melalui rekaman video berdurasi 8 menit 31 detik yang diunggah di akun Facebook pribadinya, Jumat (1/8/2026). Imbauan yang sama juga disebar melalui Grup KNPB Pusat.
“Imbauan tersebut saya sampaikan secara langsung melalui video. Media kami juga mengikuti dan akan terus menyampaikannya kepada massa,” ujar Agus Kossay.
Menurutnya, KNPB sebagai media rakyat Papua selalu menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan hak asasi manusia. Ia menolak opini-opini yang disebutnya menyesatkan dan berupaya mengkriminalisasi gerakan perlawanan damai yang akan dimediasi KNPB pada 3 Agustus 2026.
“Opini miring yang dibangun kelompok binaan buzzer kolonial Indonesia, dengan mengatasnamakan kepala suku, ondoafi, ondofolo, pemuda adat dan lain sebagainya, adalah berita hoax dan tidak bertanggung jawab. Tujuannya menyesatkan rakyat Papua yang selama 64 tahun mengalami penindasan,” tegasnya.
Agus menilai penyebaran opini liar tersebut merupakan strategi lama untuk membuat rakyat Papua terjebak dalam trauma dan mental perbudakan. Dengan cara itu, katanya, kolonial Indonesia dapat leluasa menguasai sumber daya alam serta melakukan tindakan yang sistematis terhadap orang Papua.
“KNPB mengimbau seluruh rakyat bangsa Papua, rakyat non-Papua di Papua, solidaritas rakyat Indonesia, dan komunitas internasional agar tidak terprovokasi dan terhasut oleh pernyataan sekelompok orang Papua binaan badan intelijen negara di Papua,” katanya.
KNPB juga mengajak seluruh komponen masyarakat untuk berpartisipasi dalam aksi nasional tersebut. Yang diimbau hadir di antaranya organisasi gerakan perlawanan, organisasi kemahasiswaan, paguyuban, ikatan mahasiswa, ikatan keluarga, organisasi faksi, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh gereja, tokoh perempuan, NGO, dan lembaga kemanusiaan.
Peserta diminta menyiapkan diri dengan atribut masing-masing dan mengusung isu “Papua Zona Darurat Militer dan Kemanusiaan”.
“Kami tetap berdiri pada prinsip perlawanan damai demi terwujudnya hak penentuan nasib sendiri bagi bangsa Papua. KNPB tidak akan gentar dan mundur selangkah pun selama masih ada penjajahan terhadap rakyat bangsa Papua di Papua,” pungkas Agus Kossay.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah terkait rencana aksi dan imbauan yang disampaikan KNPB.
Sumber: Media KNPB Pusat
Reporter. Saranus kogoya