31 Kecamatan Turun Gunung, Piala Bupati Jember 2026 Jadi Perburuan Bibit Emas Sepak Bola

31 Kecamatan Turun Gunung, Piala Bupati Jember 2026 Jadi Perburuan Bibit Emas Sepak Bola

September 19, 2026 | September 19, 2026 WIB Last Updated 2026-09-19T14:14:01Z
Jember , detiksatu.com || Perburuan bibit emas sepak bola Jember resmi dimulai. Askab PSSI Jember menggulirkan Piala Bupati Jember 2026 dengan melibatkan peserta dari 31 kecamatan.

Bukan sekadar perebutan trofi. 
Turnamen yang dibuka langsung Bupati Jember Gus Fawait di Jember Sport Garden (JSG), Jumat (18/9/2026), ini menjadi salah satu pintu untuk menemukan talenta-talenta muda yang diproyeksikan mengisi masa depan sepak bola Jember.

Dari lapangan sekolah hingga arena kompetisi, pemain-pemain muda diberi ruang untuk menunjukkan kemampuan. Mereka akan bersaing dalam berbagai kelompok usia dan jenjang pendidikan.

Gus Fawait menegaskan, pembinaan sepak bola tidak boleh hanya dilakukan ketika sebuah kompetisi besar akan digelar. Regenerasi harus dimulai dari bawah dan dilakukan secara konsisten.

“Kita tidak boleh tinggal diam. Kita harus segera berbenah dan membuat terobosan-terobosan untuk menyiapkan generasi-generasi penerus sepak bola ini dari jenjang yang paling bawah,” tegas Gus Fawait.

Menurutnya, perjalanan menuju lahirnya pesepak bola berkualitas membutuhkan waktu panjang. Karena itu, kompetisi usia dini dan usia pelajar harus menjadi bagian dari proses pembinaan yang berkelanjutan.

“Tidak bisa setahun dua tahun, tapi butuh bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun,” ujarnya.

Gus Fawait berharap Piala Bupati Jember 2026 mampu menghidupkan kembali gairah sepak bola di tengah masyarakat. Lebih dari itu, ia ingin kompetisi tersebut menjadi tempat lahirnya pemain-pemain baru yang suatu saat dapat mengenakan jersey Persid Jember hingga tim nasional Indonesia.

Harapan itu tidak lepas dari sejarah Persid Jember yang pernah tampil di kompetisi liga nasional. Bagi Pemkab Jember, capaian tersebut menjadi pijakan untuk membangun kembali kekuatan sepak bola melalui pembinaan dari akar rumput.

Sementara itu, Ketua Panitia Piala Bupati Jember 2026 Zainul Arifin menyebut kompetisi tahun ini dikemas cukup besar. 

Pesertanya berasal dari 31 kecamatan dengan kategori pertandingan yang mencakup hampir seluruh jenjang pendidikan.

Mulai SD, MI, SMP, MTs, SMA, SMK hingga MA ikut ambil bagian. Panitia juga membuka kategori umum antarkecamatan.

Untuk kategori pelajar, pertandingan masuk dalam rangkaian Notohadinegoro Liga Pelajar yang dipusatkan di Lapangan Notohadinegoro. Sedangkan kategori umum antarkecamatan digelar di JSG.

Yang menarik, peserta tidak dibebani biaya pendaftaran. Kompetisi juga tidak digelar sehari-dua hari, melainkan berlangsung sekitar tiga bulan.

Zainul menjelaskan, durasi panjang tersebut sekaligus memberikan ruang bagi panitia untuk melihat potensi pemain secara lebih menyeluruh.

“Tujuan pertandingan Piala Bupati 2026 ini untuk menjaring atlet-atlet berbakat yang dipersiapkan untuk Porda dan Porprov, khususnya tingkat pelajar,” jelasnya.

Dengan melibatkan 31 kecamatan, Piala Bupati Jember 2026 kini menjadi panggung besar bagi pemain muda untuk unjuk kemampuan.

Bisa jadi, dari lapangan-lapangan kecil itulah nantinya muncul nama baru yang membawa nama Jember di level Porda, Porprov, kompetisi nasional, bahkan hingga panggung sepak bola Indonesia.

(Wiwik)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • 31 Kecamatan Turun Gunung, Piala Bupati Jember 2026 Jadi Perburuan Bibit Emas Sepak Bola

Trending Now