Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Cianjur, KBM Sekolah Dialihkan ke Daring

Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Cianjur, KBM Sekolah Dialihkan ke Daring

September 07, 2026 | September 07, 2026 WIB Last Updated 2026-09-07T06:40:51Z

CIANJUR,DETIKSATU.COM || Pemerintah Kabupaten Cianjur mengalihkan kegiatan belajar mengajar (KBM) ke sistem daring mulai Senin (7/9/2026). Kebijakan tersebut diambil setelah sebaran abu vulkanik dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dilaporkan mencapai wilayah Cianjur.

Pengalihan pembelajaran dari tatap muka menjadi jarak jauh dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi paparan abu vulkanik, terutama risiko gangguan pada saluran pernapasan pelajar.

Bupati Cianjur dr. Muhamad Wahyu Ferdian mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah pemerintah daerah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) serta kepala sekolah.

Menurut Wahyu, penerapan pembelajaran daring mempertimbangkan kondisi sebaran abu vulkanik di masing-masing wilayah.

“Untuk proses KBM, kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan kepala sekolah. Khususnya di wilayah dengan intensitas abu vulkanik yang tinggi, saya memberikan ruang untuk mengambil keputusan pembelajaran secara daring atau jarak jauh dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan,” kata Wahyu.

Kepala Disdikpora Kabupaten Cianjur Ruhli Solehudin mengatakan pembelajaran daring mulai diberlakukan pada satuan pendidikan di bawah kewenangan Disdikpora. Namun, pemerintah daerah belum menetapkan batas waktu penerapan kebijakan tersebut.

Ruhli menyebut evaluasi akan dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau serta kondisi sebaran abu vulkanik di Cianjur.

“Untuk besok kegiatan KBM di bawah satuan pendidikan Disdikpora Kabupaten Cianjur dilaksanakan secara daring. Untuk sampai kapan, kami masih membutuhkan kajian, terlebih kondisi erupsi Gunung Anak Krakatau masih aktif,” ujar Ruhli.

Ia mengatakan kebijakan tersebut bukan penghentian kegiatan belajar mengajar. Siswa tetap mengikuti proses pembelajaran dari rumah dan melakukan absensi sebagaimana kegiatan sekolah pada umumnya.

Pemkab Cianjur juga berkoordinasi dengan satuan pendidikan tingkat SMA dan SMK untuk menerapkan pembelajaran daring sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi abu vulkanik.

Ruhli menegaskan kebijakan tersebut akan terus dievaluasi. Pembelajaran tatap muka akan kembali dipertimbangkan setelah kondisi dinilai aman.

“Waktunya sampai kapan nanti akan dikoordinasikan. Kalau sudah aman, tentu akan ada evaluasi dan kebijakan selanjutnya,” katanya.

Di tengah penerapan pembelajaran jarak jauh, Disdikpora juga mengingatkan para pelajar agar tetap berada di rumah dan tidak menggunakan kebijakan tersebut sebagai kesempatan untuk berkeliaran tanpa keperluan.

“Absensi tetap seperti biasa. Kalau ada pelajar yang kedapatan keluyuran tidak jelas, tentu akan kami koordinasikan dan dikembalikan ke sekolah untuk diberikan pembinaan sesuai aturan yang berlaku,” kata Ruhli. (Bet)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Cianjur, KBM Sekolah Dialihkan ke Daring

Trending Now