Bukan Sekadar Silaturahmi, Ada Pesan Leluhur di Balik Pertemuan Saudere Bewennine

Bukan Sekadar Silaturahmi, Ada Pesan Leluhur di Balik Pertemuan Saudere Bewennine

September 06, 2026 | September 06, 2026 WIB Last Updated 2026-09-06T09:59:48Z

Gayo lues,detiksatu.com || Ikatan persaudaraan dan semangat menjaga silaturahmi kembali diwujudkan keluarga besar Saudere Bewennine melalui kegiatan silaturahmi ke-2 yang berlangsung di Rema Baru–Aih Sekat, 6 September 2026.Pertemuan tersebut menjadi momentum istimewa bagi keluarga besar untuk kembali duduk bersama, mempererat hubungan persaudaraan, sekaligus mengenang akar sejarah dan para leluhur yang menjadi bagian dari perjalanan keluarga.

Dengan mengusung semboyan Sara Muyang Sara Datu, Sara Tunung Sara Tangke, kegiatan ini membawa pesan penting tentang kebersamaan dan penghormatan terhadap nilai-nilai yang diwariskan para pendahulu.Dalam suasana penuh keakraban, keluarga dari garis keturunan H. Adin/H. Lelik serta H. Abdullah/H. Rukun turut menjadi bagian dari rangkaian silaturahmi tersebut. Pertemuan tidak hanya menjadi ajang berkumpul, tetapi juga menjadi ruang untuk saling mengenal lebih dekat antaranggota keluarga.

Silaturahmi keluarga memiliki makna yang jauh lebih luas. Di tengah kesibukan dan perubahan zaman, pertemuan seperti ini menjadi kesempatan untuk menjaga agar hubungan kekeluargaan tidak semakin renggang.Generasi yang lebih muda pun dapat mengenal nama-nama keluarga, asal-usul keturunan, serta cerita para pendahulu yang mungkin tidak mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.Sebab, mengenal sejarah keluarga bukan sekadar mengetahui siapa leluhur kita, tetapi juga memahami nilai-nilai kebersamaan yang telah diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Kegiatan Saudere Bewennine ke-2 diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah acara tahunan semata. Lebih dari itu, silaturahmi dapat menjadi jembatan untuk memperkuat komunikasi dan kepedulian antarkeluarga.Perbedaan tempat tinggal, kesibukan, maupun perjalanan hidup masing-masing tidak seharusnya menjadi alasan untuk melupakan tali persaudaraan.Justru melalui pertemuan seperti inilah hubungan yang sempat berjauhan dapat kembali didekatkan.

Karena keluarga bukan hanya tentang dari siapa kita berasal, tetapi tentang bagaimana kita menjaga hubungan, menghormati yang lebih tua, menyayangi yang lebih muda, dan meneruskan nilai-nilai kebaikan kepada generasi berikutnya.Silaturahmi Saudere Bewennine ke-2 di Rema Baru–Aih Sekat pun menjadi pengingat bahwa warisan terbesar dari para leluhur bukan hanya nama dan garis keturunan, melainkan persaudaraan yang terus dijaga dengan hati yang tulus.

( DIR )
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Bukan Sekadar Silaturahmi, Ada Pesan Leluhur di Balik Pertemuan Saudere Bewennine

Trending Now