Bupati Cianjur Dorong Sindangjaya Jaga Lingkungan, Budaya, dan Sejarah Desa

Bupati Cianjur Dorong Sindangjaya Jaga Lingkungan, Budaya, dan Sejarah Desa

September 05, 2026 | September 05, 2026 WIB Last Updated 2026-09-05T06:07:13Z

CIANJUR,DETIKSATU.COM || Bupati Cianjur dr. M. Wahyu Ferdian menghadiri puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus Hari Jadi ke-44 Desa Sindangjaya, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Dalam kegiatan tersebut, Wahyu mengajak masyarakat Desa Sindangjaya menjaga lingkungan, budaya, dan sejarah desa. Menurutnya, kondisi alam yang asri dan udara yang segar menjadi salah satu potensi yang perlu dipertahankan.

“Orang-orang dari luar, dari berbagai daerah, datang ke sini karena alamnya asri dan udaranya segar. Karena itu, mari kita jaga alamnya, jangan sampai menjadi tempat sampah. Sampah harus dibuang pada tempatnya dan jangan acak-acakan,” ujar Sabtu (5/9)

Wahyu mengatakan pelestarian lingkungan perlu berjalan bersama dengan upaya menjaga budaya dan sejarah yang menjadi bagian dari identitas masyarakat setempat.

“Jaga budaya, jaga sejarah, supaya Sindangjaya dan desa-desa di sekitarnya dapat kita ajukan kembali menjadi desa-desa kebanggaan urang Cianjur,” katanya.

Ia berharap momentum hari jadi desa tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam pembangunan desa.

“Semoga dari sekarang sampai ke depan, Sindangjaya semakin maju, warganya sehat, dan desanya menjadi kebanggaan Kabupaten Cianjur,” ujar Wahyu.

Kepala Desa Sindangjaya H. Deden Muhammad Syahir Fauzi mengatakan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-44 Desa Sindangjaya telah berlangsung selama sekitar satu bulan.

Berbagai kegiatan olahraga dan pertandingan warga digelar sebelum memasuki puncak peringatan. Antusiasme masyarakat, kata Deden, terlihat dalam sejumlah kegiatan yang diselenggarakan pemerintah desa bersama panitia.

Puncak kegiatan diawali Fun Walk atau jalan santai dengan rute sekitar 4,8 kilometer. Kegiatan tersebut mengambil titik awal di Lotus dan berakhir di Lautan Berlian.

Panitia menyediakan 3.500 tiket untuk kegiatan tersebut dan seluruh tiket dilaporkan telah terjual.

Rangkaian peringatan kemudian ditutup dengan pagelaran seni Wayang Golek pada malam hari. Kegiatan tersebut menjadi hiburan bagi masyarakat sekaligus bagian dari rangkaian pelestarian seni dan budaya lokal.

“Langkah strategis ke depan, apa yang akan kita lakukan adalah lebih mempererat tali silaturahmi. Baik antara pemerintah desa dengan warga, maupun dengan tokoh-tokoh alim ulama,” kata Deden.

Selain kegiatan kemasyarakatan, Pemerintah Desa Sindangjaya juga menyoroti penyelenggaraan pendidikan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia di wilayah tersebut.

Deden mengatakan pemerintah desa telah melakukan koordinasi dengan penilik, pengelola yayasan, sekolah, serta pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) di wilayah Sindangjaya.

Menurut Deden, koordinasi tersebut diarahkan untuk mendorong peningkatan manajemen dan kualitas penyelenggaraan pendidikan.

Ia mengatakan pemerintah desa juga meminta lembaga pendidikan melakukan perbaikan sesuai standar yang ditetapkan. Terhadap lembaga yang tidak melakukan perbaikan, pemerintah desa menyebut terdapat batas waktu dan langkah lanjutan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk kemungkinan penghentian operasional.

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan Hari Jadi ke-44 Desa Sindangjaya tersebut menjadi momentum pertemuan pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat dalam memperkuat pembangunan desa, sekaligus mendorong kepedulian terhadap lingkungan serta pelestarian budaya dan sejarah setempat. (Bet)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Bupati Cianjur Dorong Sindangjaya Jaga Lingkungan, Budaya, dan Sejarah Desa

Trending Now