Mentawai, detiksatu.com || Bupati Kepulauan Mentawai bersama Wakil Bupati terus mendorong percepatan pembangunan daerah melalui enam program unggulan yang mulai direalisasikan di berbagai sektor, meskipun pemerintah daerah harus menjalankan pembangunan di tengah kebijakan efisiensi anggaran. ( 15/09/2026 )
Pasca dilantik pada 20 Februari 2025, Bupati Kepulauan Mentawai langsung melakukan konsolidasi, menyusun serta membahas berbagai program prioritas yang akan dieksekusi melalui organisasi perangkat daerah (OPD). Enam program unggulan tersebut diarahkan untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat sekaligus membuka konektivitas antarwilayah di Kepulauan Mentawai.
1. Infrastruktur dan konektivitas antarwilayah
Program pertama difokuskan pada pembangunan dan peningkatan infrastruktur jalan serta jembatan untuk membuka akses dari dusun ke dusun, desa ke desa hingga desa menuju kecamatan.
Pada 2025, sejumlah pekerjaan yang dilakukan antara lain penimbunan jalan dari Limu sampai Mapinang Selatan, serta pembukaan, penimbunan dan pengerasan jalan dari Saumanganya sampai Manganjo.
Memasuki 2026, pembangunan berlanjut melalui pengecoran Jalan Kartini–Malakopa dan pembangunan Jembatan Matobe yang masih dalam proses pengerjaan.
Untuk Pulau Sipora, pemerintah juga mengerjakan pembukaan dan pengecoran Jalan Rimboz KM 5 serta pengecoran Jalan TPSP di Berkat. Sejumlah ruas lainnya seperti Masokut–Beriulou dan Bosua–Sao juga masih dalam tahap pengerjaan.
Sementara itu, pembangunan infrastruktur di Pulau Siberut mendapatkan dukungan melalui Dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat, antara lain pembangunan Jembatan Pokai dan Ukra di Siberut Utara, pembangunan Jalan Sotboya–Mongan Poula, Subelen–Saibi, Jalan Subelen–Cimpungan, Jalan Maileppet–Saliguma, Jembatan Saibi, Jembatan Ailoggta di Taileleu, Jalan Puro–Tiop, Jalan Puro–Rogdog di Desa Madobag, serta pembukaan jalan dari Sigapokna–Simalegi, Kecamatan Siberut Barat.
Pemerintah daerah berharap seluruh pekerjaan tersebut dapat berjalan tanpa kendala berarti di lapangan sehingga dapat diselesaikan tepat waktu dan manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
2. Penerangan dan listrik hingga pelosok desa
Program unggulan kedua adalah memperluas akses penerangan dan listrik ke seluruh pelosok desa.
Pemerintah daerah menempatkan pembangunan konektivitas jalan dan elektrifikasi sebagai bagian yang saling berkaitan. Dengan terbukanya akses dari dusun ke dusun dan desa ke desa, pemerataan pelayanan dasar, termasuk penerangan dan listrik, diharapkan semakin mudah diwujudkan.
3. Perluasan jaringan internet
Program ketiga diarahkan pada pemerataan jaringan komunikasi dan internet hingga wilayah terpencil.
Sejumlah wilayah yang telah terkoneksi jaringan internet mencakup Simalegi Tengah, Dusun Tengah Utara, Dusun Limu, Simatalu, Sigapokna, Policoman, Labuan Bajau, Tiniti, Muara Sikabaluan, Pokai, Malancan, Sotboya, Bojakan, Mongan Poula, Cimpungan, Saliguma, Subelen, Saibi Samukop, Matotonan, Madobag, Rokdog, Puro, Peipei, Pasakiat Taileleu, Katurei, Sagulubbe, Sidomakmur, Pogari, Tuapeijat, Berkat, Goiso Oinan, Betumonga, Matobe, Saureinu, Sioban, Nemnem Leleu, Beriulou, Mongan Bosua, Saumanganya, Silabu, Dusun Baru-baru, Bungo Rayo, Bake, Eru Paraboat, Bulasat, KM 37, Malakopa, Mapoupou, Bakkat Monga, Tapuraukat dan Taikako.
Selain itu terdapat sejumlah titik BTS yang mendukung konektivitas masyarakat, antara lain BTS Polaga, BTS Sikakap, BTS Katiet, BTS Rogdog, BTS Subur Makmur, BTS Sibaibai dan BTS Bukku Monga.
Pemerataan internet diharapkan tidak hanya mendukung komunikasi masyarakat, tetapi juga pendidikan, pelayanan pemerintahan, ekonomi digital dan pengembangan potensi daerah.
4. Ketersediaan air bersih
Program keempat adalah memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat.
Pada Unit PAM Tuapeijat, pemerintah melakukan perbaikan dua unit pompa dengan kapasitas masing-masing 20 liter per detik. Dalam perubahan anggaran juga direncanakan pengadaan dua unit pompa baru dengan kapasitas 20 liter per detik.
Untuk PAM Sioban, diperlukan peningkatan sistem gravitasi, peningkatan kapasitas ASN PAM, penyediaan biaya suku cadang serta perbaikan kebocoran.
Unit PAM Malakopa diarahkan pada penguatan sumber daya manusia, sementara melalui perubahan anggaran direncanakan pemasangan listrik sebagai penggerak pompa.
Untuk Unit Siberut, pemerintah mendorong peningkatan kapasitas ASN PAM, penyambungan listrik penggerak pompa serta dukungan anggaran operasional rutin.
Sementara itu, PAM Sikakap membutuhkan peningkatan kapasitas ASN, penyediaan suku cadang SR, perbaikan jaringan serta biaya operasional.
PAM Saumanganya diarahkan pada peningkatan kapasitas ASN PAM dan dukungan biaya operasional. PAM Saibi membutuhkan rehabilitasi sekaligus peningkatan kapasitas ASN PAM.
Sedangkan PAM Sikabaluan membutuhkan penyediaan suku cadang SR, penguatan sumber pengambilan air dan peningkatan kapasitas ASN PAM.
5. Penguatan layanan kesehatan
Program kelima menyasar peningkatan kualitas dan akses pelayanan kesehatan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai saat ini menjalankan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) di RSUD Mentawai.
Selain itu, pelayanan ambulans laut terus didukung, baik untuk rujukan menuju Tuapeijat maupun ke Padang. Pemerintah juga melakukan penguatan layanan Puskesmas melalui integrasi layanan primer serta menghadirkan pelayanan dokter spesialis ke Puskesmas.
Dalam aspek jaminan kesehatan, cakupan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tercatat sebesar 91,67 persen, sebagai bagian dari upaya memastikan masyarakat memperoleh akses perlindungan kesehatan.
6. Meningkatkan pendapatan per kapita masyarakat
Program keenam diarahkan untuk meningkatkan pendapatan per kapita dan kesejahteraan masyarakat.
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah daerah mempersiapkan berbagai aspek pendukung, mulai dari pembangunan infrastruktur, transportasi hingga pengembangan perusahaan daerah atau Perumda yang diharapkan dapat berperan dalam menjaga stabilitas harga komoditas perkebunan dan pertanian masyarakat.
Komoditas yang menjadi perhatian antara lain kelapa, cengkeh, pinang, pisang, nilam dan kakao. Sementara untuk komoditas pangan lokal mencakup sagu, keladi dan ubi.
Penguatan sektor ekonomi lokal tersebut diharapkan mampu menciptakan rantai ekonomi yang lebih kuat, meningkatkan nilai tambah hasil produksi masyarakat serta membuka peluang peningkatan pendapatan secara berkelanjutan.
Pemerintah daerah juga mengajak masyarakat untuk semakin konsisten, fokus dan serius dalam mengelola berbagai potensi ekonomi lokal yang tersedia.
Pembangunan harus berdampak langsung bagi masyarakat
Enam program unggulan tersebut menunjukkan arah kebijakan pembangunan Kabupaten Kepulauan Mentawai yang menempatkan infrastruktur, pelayanan dasar, konektivitas digital, kesehatan dan peningkatan ekonomi masyarakat sebagai prioritas.
Di tengah keterbatasan dan efisiensi anggaran, pemerintah daerah dituntut memastikan setiap program memiliki manfaat nyata serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah kepulauan.
Pembangunan jalan dan jembatan diharapkan memperpendek rentang kendali serta membuka akses antardaerah. Perluasan listrik dan internet diharapkan meningkatkan kualitas kehidupan dan aktivitas ekonomi masyarakat. Sementara penyediaan air bersih, pelayanan kesehatan dan penguatan komoditas lokal menjadi fondasi penting bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai berharap seluruh program yang sedang berjalan dapat terlaksana dengan baik, tepat waktu dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat di seluruh wilayah Mentawai.
Pembangunan bukan sekadar menyelesaikan pekerjaan fisik, tetapi memastikan setiap kebijakan pemerintah benar-benar hadir, dirasakan dan memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat Kepulauan Mentawai.(Dedi)