Dinas Pendidikan Gayo Lues Jangan Cuma Jadi Penonton, Dana BOS SDN 5 Rikit Gaib Dipertanyakan

Dinas Pendidikan Gayo Lues Jangan Cuma Jadi Penonton, Dana BOS SDN 5 Rikit Gaib Dipertanyakan

September 15, 2026 | September 15, 2026 WIB Last Updated 2026-09-15T06:56:49Z

Gayo Lues,detiksatu.com || Angka boleh tercatat rapi.Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SD Negeri 5 Rikit Gaib, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, kini menjadi sorotan. Pasalnya, sepanjang 2025 sekolah tersebut tercatat menerima Dana BOS sebesar Rp93.366.000, masing-masing Rp46.683.000 pada tahap pertama dan Rp46.683.000 pada tahap kedua.uang negara sebesar itu digunakan untuk apa saja.

Data yang dihimpun menunjukkan, tahap pertama yang dicairkan 22 Januari 2025 sebesar Rp46.683.000 digunakan antara lain untuk pengembangan perpustakaan Rp18.673.200, administrasi kegiatan sekolah Rp15.758.400, asesmen/evaluasi pembelajaran Rp5.310.600, pemeliharaan sarana dan prasarana Rp2.608.000, pengembangan profesi guru Rp2.250.000, serta sejumlah belanja lainnya.

Tahap kedua yang dicairkan 8 Agustus 2025 kembali sebesar Rp46.683.000. Rinciannya antara lain administrasi kegiatan sekolah mencapai Rp23.612.700 dan pemeliharaan sarana-prasarana Rp15.759.300.Yang membuat publik patut bertanya lebih jauh, pada kedua tahap tersebut tercatat Rp0 untuk kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler, sementara penyediaan alat multimedia pembelajaran juga tercatat Rp0.Apakah kondisi sekolah memang tidak membutuhkan anggaran untuk pos-pos tersebut.

Jawabannya harus dibuka melalui dokumen, bukti transaksi, barang yang dibeli, volume pekerjaan, serta kondisi fisik di lapangan.SD Negeri 5 Rikit Gaib tercatat memiliki 83 murid dan 14 guru serta tenaga kependidikan, dengan status sekolah negeri dan akreditasi C.Dengan kondisi tersebut, publik wajar mempertanyakan bagaimana Dinas Pendidikan Kabupaten Gayo Lues melakukan pengawasan terhadap penggunaan dana BOS.Apakah pengawasan hanya sebatas memeriksa laporan di atas meja.

Atau petugas benar-benar turun ke sekolah, melihat kondisi perpustakaan, memeriksa sarana-prasarana, mencocokkan barang dengan kuitansi, serta memastikan setiap rupiah yang dilaporkan memang benar-benar dibelanjakan.Lebih menjadi sorotan lagi, informasi anggaran BOS tahun 2026 disebut belum tersedia pada aplikasi informasi pendidikan yang menjadi sumber data tersebut.Mengapa belum tersedia Apakah karena proses pemutakhiran data, keterlambatan pelaporan, atau ada alasan administratif lainnya.

Sebab transparansi anggaran pendidikan bukan sekadar urusan angka di aplikasi. Masyarakat berhak tahu ke mana uang negara dibelanjakan.Kepala SD Negeri 5 Rikit Gaib juga layak memberikan penjelasan secara terbuka.Bukan karena sudah ada kesimpulan pelanggaran,belum ada kesimpulan demikian,melainkan karena setiap penggunaan anggaran negara memang harus dapat dipertanggungjawabkan.Jika semua belanja benar, tunjukkan buktinya.Jika perpustakaan menghabiskan Rp18,67 juta, apa saja yang dibeli.Jika administrasi sekolah mencapai Rp39,37 juta untuk dua tahap, apa saja bentuk kegiatannya.Jika pemeliharaan sarana-prasarana mencapai sekitar Rp18,37 juta, bagian sekolah mana yang diperbaiki.

Namun jawabannya sangat penting untuk memastikan tidak ada satu rupiah pun uang negara yang keluar tanpa pertanggungjawaban yang jelas.Sorotan akhirnya mengarah kepada aparat pengawasan dan penegak hukum.Inspektorat dan APH jangan menunggu masyarakat menemukan semuanya baru bergerak.Jika laporan penggunaan Dana BOS tersebut memang sesuai aturan, pemeriksaan akan memperkuat kepercayaan masyarakat.

Namun apabila dalam pemeriksaan ditemukan ketidaksesuaian, maka persoalan tersebut harus ditindaklanjuti berdasarkan bukti dan ketentuan hukum yang berlaku.Publik hanya meminta satu hal,periksa dan buka semuanya secara terang.Sebab Dana BOS adalah uang negara yang diperuntukkan bagi dunia pendidikan dan kepentingan peserta didik.Jangan sampai sekolah sibuk membuat laporan, sementara masyarakat sibuk mencari jawaban.Kini pertanyaannya kembali kepada Kepala SD Negeri 5 Rikit Gaib dan Dinas Pendidikan Gayo Lues.sanggupkah membuka seluruh penggunaan anggaran tersebut kepada publik.

Apakah berani membongkar setiap rupiah untuk memastikan semuanya benar, atau persoalan ini kembali terkubur di balik tumpukan laporan administrasi. Masyarakat menunggu. 

Kepala SD Negeri 5 Rikit Gaib, Dinas Pendidikan Kabupaten Gayo Lues, maupun pihak terkait lainnya dipersilakan memberikan klarifikasi, data pendukung, dan hak jawab. Media ini terbuka untuk memuat keterangan tersebut demi keberimbangan dan akurasi pemberitaan.

( DIR )
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Dinas Pendidikan Gayo Lues Jangan Cuma Jadi Penonton, Dana BOS SDN 5 Rikit Gaib Dipertanyakan

Trending Now