Wamena,detiksatu.com || Dewan Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Mahasiswa Nduga Indonesia - DPC-IPMNI Kota Studi Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, resmi membentuk Korlap Sentral Tingkat Mahasiswa Se-Indonesia. Pembentukan ini bertujuan untuk menggalang bantuan bagi masyarakat kampung Kwiyawagi yang terdampak bencana kekeringan dan hujan es.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 5 September 2026 di Sekretariat DPC-IPMNI Wamena, Jl. Patimura Ujung, SD Percobaan Potikelek, Kota Wamena.
Pembentukan Korlap dilatarbelakangi oleh Laporan Kronologis Bencana Kekeringan Kwiyawagi Tahun 2026 yang disusun Tokoh Pemuda Kwiyawagi, Tenus Iriand Wenda. Dalam laporan itu disebutkan kekeringan mulai dirasakan sejak pertengahan bulan Juni 2026 dan memuncak pada 3-22 Agustus 2026.
Dampaknya, lahan pertanian dan perkebunan rusak, sumber air menyusut, dan muncul ancaman krisis pangan di wilayah pegunungan tersebut.
4 Orang Dipercaya Sebagai Korlap Umum
Dalam forum tersebut, DPC-IPMNI Wamena menunjuk 4 orang sebagai Korlap Umum Tingkat Mahasiswa Se-Indonesia, yaitu: Permi Mijele, Saranus Kogeya, S.Ap, Tanena Mijele, dan Mulanggen Gwijangge.
Usai penetapan, para Korlap menggelar konferensi pers di halaman depan Sekretariat DPC-IPMNI Wamena.
Serukan Open Donasi di Kalangan Mahasiswa Se-Indonesia
Dalam konferensi pers, Korlap menyerukan kepada seluruh organisasi mahasiswa se-Indonesia untuk serentak membuka Open Donasi Tingkat Mahasiswa di setiap kampus dan wilayah.
Korlap juga meminta agar seluruh bantuan dari kalangan mahasiswa disalurkan melalui Posko Sentral Tingkat Mahasiswa yang berkedudukan di Wamena.
"Posko ini kami bentuk sebagai pusat koordinasi gerakan mahasiswa nasional. Kami mengajak seluruh IPMNI, HPMN, OKP Sipayung, dan 8 kabupaten Korwil di Indonesia Timur, Barat, Selatan, dan Utara untuk bergerak bersama membantu saudara kita di Kwiyawagi," ujar Korlap Umum, Permi Mijele.
Hal senada disampaikan Ketua DPC-IPMNI Wamena, Yabanus Gwijangge. Ia menegaskan bahwa pembentukan Korlap merupakan bentuk tanggung jawab moral mahasiswa terhadap sesama.
"Kami sudah membentuk Korlap. Kepada seluruh Mahasiswa/i se-Indonesia yang ingin menyalurkan bantuan, silakan melalui Posko kami. Di sini kami membuka Posko Sentral Tingkat Mahasiswa untuk korban bencana di Kwiyawagi," ungkap Yabanus.
10 Kebutuhan Prioritas Warga Kwiyawagi
Berdasarkan data lapangan, 10 kebutuhan prioritas saat ini adalah: bantuan pangan pokok, air bersih, pelayanan kesehatan, bibit tanaman, peralatan pertanian, pemulihan lahan, bantuan ekonomi, pemantauan cuaca, dukungan logistik, dan penguatan Posko Tanggap Darurat.
Yabanus Gwijangge berharap seluruh elemen mahasiswa dapat segera bergerak.
"Duka mereka adalah duka kita. Tangisan mereka adalah tangisan kita. Mari kita sama-sama bergerak atas dasar solidaritas mahasiswa agar tidak terjadi krisis pangan berkepanjangan di Kwiyawagi," tegasnya.
Rencana Aksi Selanjutnya
Korlap menyampaikan bahwa dalam waktu dekat akan menggelar aksi turun jalan secara serentak di Wamena sebagai bagian dari penggalangan dukungan di kalangan mahasiswa.
Kontak Posko Sentral Tingkat Mahasiswa Se-Indonesia
Alamat: Jl. Patimura Ujung, SD Percobaan Potikelek, Wamena
Reporter,Saranus kogeya