Kasus Kebakaran di Luwu Timur Melonjak, 78 Kejadian Tercatat pada Agustus

Kasus Kebakaran di Luwu Timur Melonjak, 78 Kejadian Tercatat pada Agustus

September 02, 2026 | September 02, 2026 WIB Last Updated 2026-09-02T01:24:22Z

LUWU TIMUR,DETIKSATU.COM Kebakaran di Kabupaten Luwu Timur Sula meningkat tajam pada Agustus 2026. Dalam sebulan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Luwu Timur mencatat 78 kejadian, angka tertinggi sepanjang Januari hingga Agustus tahun ini.

Jumlah tersebut hampir separuh dari total 162 kejadian kebakaran yang tercatat dalam delapan bulan pertama 2026.

Data Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Luwu Timur menunjukkan, Januari tercatat 16 kejadian, Februari 7, Maret 11, April 10, Mei 7, Juni 14, Juli 19, dan kemudian melonjak menjadi 78 kejadian pada Agustus.

Lonjakan itu cukup mencolok. Jika pada Juli terdapat 19 kejadian, sebulan kemudian jumlahnya meningkat lebih dari empat kali lipat.

Dari 162 kejadian tersebut, sebanyak 157 kejadian berada di dalam wilayah manajemen kebakaran (WMK) dan lima kejadian di luar WMK. Petugas juga mencatat 157 kejadian mendapat respons kurang dari 15 menit, sedangkan lima kejadian membutuhkan waktu lebih dari 15 menit.

Namun, angka kebakaran itu tidak seluruhnya terjadi pada bangunan.

Kebakaran lahan, hutan, kebun dan pohon mendominasi dengan 103 kejadian atau 63,6 persen. Kebakaran rumah dan bangunan berada di urutan kedua dengan 36 kejadian atau 22,2 persen.

Selanjutnya terdapat 11 kejadian kebakaran sampah atau sejenisnya, lima kebakaran kendaraan, empat kejadian kategori lainnya, dan tiga kejadian yang berkaitan dengan instalasi listrik.

Malili Terbanyak

Berdasarkan wilayah kecamatan, Malili menjadi daerah dengan kejadian kebakaran terbanyak, yakni 59 kasus sepanjang Januari-Agustus.

Towuti berada di posisi berikutnya dengan 44 kejadian, kemudian Wotu 15 kejadian. Wasuponda dan Tomoni masing-masing mencatat sembilan kejadian, sementara Angkona dan Burau masing-masing delapan kejadian.

Mangkutana tercatat lima kejadian. Tomoni Timur dua kejadian, sedangkan Nuha dan Kalaena masing-masing satu kejadian.

Data tersebut memperlihatkan bahwa kebakaran lahan dan vegetasi menjadi persoalan utama. Dengan 103 kasus, jenis kebakaran ini menyumbang hampir dua pertiga dari seluruh kejadian yang ditangani pemadam.

Lonjakan pada Agustus sekaligus menjadi pengingat bahwa pencegahan kebakaran membutuhkan perhatian lebih, terutama terhadap aktivitas yang berpotensi memicu api di lahan terbuka.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Luwu Timur mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran secara sembarangan serta memastikan instalasi listrik dan penggunaan peralatan rumah tangga dalam kondisi aman.

Jika kebakaran terjadi, masyarakat diminta segera melakukan pelaporan agar petugas dapat bergerak secepat mungkin melalui layanan darurat 112 yang beroperasi 24 jam. (yul)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Kasus Kebakaran di Luwu Timur Melonjak, 78 Kejadian Tercatat pada Agustus

Trending Now