Kolaborasi Cinta Laura DBS Foundation Menghadapi Hari Tua Dengan Kesiapan Finansial Dan Pendidikan

Kolaborasi Cinta Laura DBS Foundation Menghadapi Hari Tua Dengan Kesiapan Finansial Dan Pendidikan

September 18, 2026 | September 18, 2026 WIB Last Updated 2026-09-18T10:43:54Z

Jakarta,detiksatu.com || Indonesia mulai memasuki fase masyarakat menua. Berdasarkan riset DBS Foundation bertajuk “Indonesia Menuju Populasi Menua: Seberapa Siapkah Kita?”, jumlah penduduk lanjut usia diproyeksikan mencapai lebih dari 20 persen pada 2045.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena semakin kecilnya struktur keluarga dan masih tingginya ketergantungan ekonomi lansia terhadap anggota keluarga yang bekerja. Riset mencatat sekitar 82,96 persen rumah tangga lansia masih bergantung pada penghasilan anggota keluarga yang bekerja.

Di tengah tantangan tersebut, kesiapan menghadapi masa tua dinilai perlu dibangun sejak usia produktif, bukan ketika seseorang sudah memasuki usia pensiun.

Hal ini turut menjadi perhatian Cinta Laura Kiehl, yang hadir sebagai salah satu pembicara dalam peluncuran riset DBS Foundation di Jakarta, 17 September 2026.

Sebagai Artist, Entrepreneur and Founder of Cinta Laura Foundation, Cinta menekankan pentingnya pendidikan dan pengembangan kapasitas diri sebagai bagian dari investasi untuk masa depan.

“Kemandirian di masa depan dibangun dari keinginan untuk terus belajar,” ujar Cinta Laura.

Melalui Cinta Laura Foundation, ia juga terlibat dalam upaya sosial di bidang pendidikan. Yayasan tersebut mendukung mahasiswa agar dapat menyelesaikan pendidikan sekaligus mengembangkan kemampuan leadership, communication, financial literacy, problem solving, dan career readiness.

Upaya membangun akses pendidikan tersebut menjadi bagian dari pandangan bahwa kesiapan generasi muda menghadapi masa depan tidak hanya ditentukan oleh kondisi finansial, tetapi juga pendidikan, keterampilan, kesehatan dan kemampuan beradaptasi.

Riset DBS Foundation menunjukkan masih terdapat kesenjangan antara akses layanan keuangan dan kesiapan pensiun. Pada kelompok usia 18–50 tahun, inklusi keuangan telah mencapai 93,5–95,1 persen. Namun, kepemilikan tabungan atau dana pensiun masih berada di angka 5,37 persen, sementara pemahaman mengenai pentingnya dana pensiun mencapai 27,79 persen.

Di sisi lain, sebanyak 55,32 persen lansia masih bekerja dan 84,75 persen di antaranya berada di sektor informal. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya membangun ketahanan sosial dan finansial sejak usia produktif.

DBS Foundation menilai persiapan menghadapi populasi menua membutuhkan pendekatan sepanjang siklus kehidupan. Pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat memiliki peran dalam memperkuat pendidikan, kesehatan, kesempatan kerja, literasi keuangan, perlindungan sosial serta persiapan pensiun.

Dalam kesempatan tersebut, DBS Foundation juga menegaskan komitmennya untuk mendukung masyarakat rentan melalui berbagai program di bidang pendidikan, kesehatan, keterampilan kerja, literasi dan inklusi keuangan.

Bagi generasi produktif, investasi pada pendidikan, kesehatan, keterampilan dan pengelolaan keuangan sejak dini dinilai menjadi bagian penting untuk memperluas pilihan hidup serta mengurangi potensi ketergantungan ekonomi pada generasi berikutnya.

Dengan perubahan demografi yang terus berlangsung, kesiapan menghadapi masa tua pada akhirnya bukan hanya persoalan individu, tetapi juga menjadi agenda lintas generasi untuk membangun masyarakat yang sehat, produktif, mandiri dan sejahtera.
(Nina)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Kolaborasi Cinta Laura DBS Foundation Menghadapi Hari Tua Dengan Kesiapan Finansial Dan Pendidikan

Trending Now