Kondisi Terkini Masyarakat Kuyawage Pasca Bencana Kekeringan dan Salju

Kondisi Terkini Masyarakat Kuyawage Pasca Bencana Kekeringan dan Salju

September 03, 2026 | September 03, 2026 WIB Last Updated 2026-09-03T02:16:42Z

Kenyam,detiksatu.com || Kondisi masyarakat di wilayah Kuyawage yang sebelumnya terdampak bencana kekeringan dan salju hingga kini masih memerlukan perhatian serius dari pemerintah dan seluruh pihak.

Hal tersebut disampaikan Ketua KNPB Baliem Barat, Demin Tabuni, melalui pesan WhatsApp pribadi kepada awak media Detiksatu.com, Kamis (3/9/2026).

Demin mengatakan, berdasarkan keterangan seorang warga Kuyawage yang baru datang langsung dari wilayah tersebut pada 1 September 2026, kondisi cuaca di Kuyawage dalam beberapa hari terakhir mulai mengalami hujan setelah sebelumnya dilanda kemarau panjang.

Namun, menurutnya, turunnya hujan belum berarti masyarakat telah terbebas dari dampak bencana.

Berdasarkan informasi yang diterima, sebagian besar tanaman kebun masyarakat, seperti ubi, kentang, keladi, serta berbagai jenis sayuran, mengalami kerusakan parah. Sebagian tanaman bahkan dilaporkan telah hangus akibat dampak kekeringan dan salju.

Kondisi tersebut dikhawatirkan akan menimbulkan kesulitan serius dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dalam beberapa waktu ke depan.

“Kerusakan tanaman pangan ini tentunya menjadi ancaman terhadap ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat yang terdampak,” kata Demin.

Hingga saat ini, berdasarkan keterangan yang diterima awak media Detiksatu.com, belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat bencana tersebut. Namun, sejumlah hewan peliharaan masyarakat, termasuk ternak babi, dilaporkan mati akibat terkena embun salju.

Selain persoalan pangan, terdapat pula kekhawatiran terhadap kondisi kesehatan masyarakat. Warga masih mengonsumsi air, sayuran, dan tumbuh-tumbuhan yang berada di wilayah terdampak bencana.

Karena itu, Demin menilai perlu dilakukan pemantauan kesehatan secara berkelanjutan guna mengantisipasi kemungkinan munculnya gangguan kesehatan pascabencana.

Di sisi lain, Demin menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya, Nduga, dan Puncak, serta Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, yang telah merespons kondisi masyarakat Kuyawage dengan menyalurkan bantuan bahan makanan (bama), baik melalui jalur udara maupun darat.

Ia juga mengapresiasi kehadiran tim medis yang telah berada di Kuyawage sejak beberapa pekan lalu untuk membantu masyarakat yang terdampak.

Demin mengatakan, dirinya selaku Ketua KNPB Baliem Barat sekaligus putra daerah Kuyawage menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada pemerintah daerah yang telah memberikan perhatian serta merespons kondisi masyarakat pascabencana.

Menurutnya, respons pemerintah sangat penting demi menjaga keselamatan dan keberlangsungan hidup masyarakat Kuyawage yang terdampak.

Demin menegaskan bahwa proses pemulihan pascabencana membutuhkan waktu yang cukup panjang. Kerusakan tanaman pangan dan ternak masyarakat tidak dapat dipulihkan dalam waktu singkat.

Oleh karena itu, ia berharap pemerintah tetap melakukan pemantauan, pendampingan, serta penyaluran bantuan secara berkelanjutan hingga kondisi masyarakat benar-benar pulih.

“Itulah doa dan harapan masyarakat Kuyawage, agar pemerintah dan seluruh pihak tetap hadir bersama masyarakat hingga situasi pangan, kesehatan, dan kehidupan masyarakat kembali normal,” katanya.

Bencana kekeringan dan salju dalam skala besar yang melanda Kuyawage disebut berkaitan dengan pengaruh El Niño secara global. Karena itu, penanganan dan pemulihan masyarakat juga membutuhkan perhatian serta langkah mitigasi yang berkelanjutan dari pemerintah dan seluruh pihak terkait.

Reporter: Inggi Kogoya
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Kondisi Terkini Masyarakat Kuyawage Pasca Bencana Kekeringan dan Salju

Trending Now