Mahasiswa 8 Kabupaten Papua Pegunungan Turun Jalan di Wamena, Galang Dana untuk Korban Kekeringan dan Embun Beku di Kwiyawagi

Mahasiswa 8 Kabupaten Papua Pegunungan Turun Jalan di Wamena, Galang Dana untuk Korban Kekeringan dan Embun Beku di Kwiyawagi

September 08, 2026 | September 08, 2026 WIB Last Updated 2026-09-08T05:04:19Z

WAMENA,DETIKSATU.COM || Sejumlah mahasiswa yang berasal dari 8 kabupaten di Provinsi Papua Pegunungan yang menempuh studi di Jayawijaya turun ke jalan melakukan aksi penggalangan dana untuk korban bencana kekeringan di wilayah Kwiyawagi, Senin (08/09/2026).

Aksi kemanusiaan yang dimotori oleh DPC-IPMNI Wamena - Posko Sentral Tingkat Mahasiswa Provinsi Papua pegunungan ini dimulai sejak pukul 06.00 WIT, sesuai dengan surat pemberitahuan yang dikeluarkan Korlap Umum.
 Aksi tersebut, dipusatkan di beberapa titik di Wamena, di antaranya di Jalan Pasar Potikelek, pasar lama, pasar sinakma, pasar misi, pasar baru dan sekitarnya.

Korlap Umum aksi, Permi Mijele, mengungkapkan bahwa aksi pada hari ini merupakan hari pertama dan akan terus berlanjut dalam beberapa hari ke depan.

"Kami turun jalan aksi penggalangan dana ini pertama kali mulai hari ini (08/09/2026) dan selanjutnya kami akan terus turun jalan. Kami mengajak mahasiswa Provinsi Papua Pegunungan dari 8 kabupaten yang berstudi di Jayawijaya untuk bersatu dan kompak," ujar Permi Mijele kepada awak media, Senin (08/09).

Menurut Permi, penggalangan dana ini bertujuan untuk membantu bapak, mama, saudara-saudari yang terdampak bencana alam kekeringan, hujan es dan embun beku di wilayah Kwiyawagi.

"Bencana ini terjadi di 8 distrik di tiga kabupaten. Yaitu Distrik Wutpaga dan Negeyagin di Kabupaten Nduga, Distrik Kwiyawagi, Wanubarat dan Guabalim di Kabupaten Lanny Jaya, serta Distrik Lambewi, Agadugume dan Oneri di Kabupaten Puncak," jelasnya.

Ia menggambarkan kondisi masyarakat di sana sangat memprihatinkan. Hasil kebun mengering, tanaman pangan gagal panen dan ternak mati karena kekurangan pakan dan air bersih.

"Bapak, mama, saudara-saudari kita di Kwiyawagi sangat susah. Saat ini mereka membutuhkan uluran tangan berupa sembako, pakaian layak pakai, maupun uang tunai," katanya.

Pantauan detuksatu.com di lapangan, para mahasiswa dalam orasinya menyampaikan bahwa kebutuhan mendesak saat ini adalah bahan pokok, air bersih, pelayanan kesehatan, serta bibit dan alat pertanian.

Adapun dampak yang dirasakan masyarakat antara lain:
1. Sayur, ubi dan tanaman pangan lainnya gagal panen.
2. Sumber air mengering, masyarakat kesulitan air minum dan memasak.
3. Anak-anak, ibu hamil dan lansia terancam sakit akibat kekurangan pangan dan air bersih.
4. Ternak warga mati.
5. Masyarakat terancam krisis pangan.

"Susah mereka, susah kita. Sakit mereka, sakit kita. Duka mereka, duka kita. Mereka adalah bagian dari darah kita," tegas mahasiswa dalam orasinya.

Ke depan, pihaknya berencana akan melakukan penggalangan dana di beberapa titik jalan lainnya di Kota Wamena.

"Kami berharap warga dari 8 kabupaten di Papua Pegunungan, baik PNS, pengusaha, petani, OAP maupun Non-OAP abang-abang ojek, dapat memberikan uluran tangan dengan hati ikhlas. Tidak banyak, seribu dua ribu sangat berarti bagi saudara kita yang sedang mengalami bencana kekeringan, embun beku dan hujan es di Kwiyawagi".(Saranus Kogeya)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Mahasiswa 8 Kabupaten Papua Pegunungan Turun Jalan di Wamena, Galang Dana untuk Korban Kekeringan dan Embun Beku di Kwiyawagi

Trending Now