Potensi pariwisata pantai kepulauan nias dinilai belum produktif menjadi lapangan kerja dan kekuatan ekonomi daerah.

Potensi pariwisata pantai kepulauan nias dinilai belum produktif menjadi lapangan kerja dan kekuatan ekonomi daerah.

September 20, 2026 | September 20, 2026 WIB Last Updated 2026-09-19T20:20:37Z
Jakarta Selatan,detiksatu.com || Potensi pariwisata pantai dan berbagai destinasi wisata di Kepulauan Nias dinilai belum dikelola secara optimal untuk menjadi sumber lapangan kerja sekaligus penggerak ekonomi masyarakat. ( 19/09/2026 )

Hal tersebut disampaikan Juli E. Restu War, C.L., C.P.S., dengan nama panggung ( Hendra War ) salah seorang aktivis pemuda Kepulauan Nias, juru bicara publik, Ketua Konsolidasi Persatuan Pemuda Badan Persiapan Pembentukan Provinsi Kepulauan Nias (BPP-PKN) Nias Jakarta, serta praktisi bisnis support.

Juli E. Restu War menilai Kepulauan Nias memiliki potensi wisata alam, khususnya pantai dan wisata sejarah peninggalan leluhur, yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi baru apabila dikelola secara serius, profesional dan berkelanjutan.

“Potensi pariwisata Kepulauan Nias sangat besar. Namun, potensi tersebut harus diubah menjadi aktivitas ekonomi yang nyata. Jangan sampai pantai dan destinasi wisata hanya menjadi tempat yang indah untuk dikunjungi, tetapi belum mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara signifikan,” tegas Juli E. Restu War.

DORONG KEMENTERIAN PARIWISATA MEMBERIKAN PERHATIAN

Juli E. Restu War mendorong Kementerian Pariwisata untuk memberikan perhatian terhadap pengembangan sektor pariwisata Kepulauan Nias secara lebih terintegrasi.

Menurutnya, pengembangan pariwisata tidak cukup hanya melalui promosi, tetapi harus disertai peningkatan infrastruktur, fasilitas umum, akses menuju destinasi, kebersihan, keamanan, tata kelola, kualitas sumber daya manusia, pemberdayaan UMKM dan keterlibatan masyarakat lokal.

“Kita membutuhkan konsep pariwisata yang menghasilkan. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus melihat pariwisata sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi masyarakat,” ujar Juli E. Restu War.

DINAS PARIWISATA SE-KEPULAUAN NIAS DIMINTA SERIUS

Juli E. Restu War juga meminta kepala dinas yang membidangi pariwisata di seluruh wilayah Kepulauan Nias menunjukkan langkah-langkah konkret dalam mengembangkan destinasi wisata.

Ia menilai masih terdapat berbagai persoalan yang perlu mendapatkan perhatian, antara lain kondisi sejumlah destinasi yang belum terawat secara maksimal, tata kelola yang belum optimal, keterbatasan fasilitas umum, serta belum maksimalnya pengembangan aktivitas ekonomi di sekitar kawasan wisata.

“Serius membangun pariwisata berarti harus ada program yang jelas, anggaran yang tepat sasaran, target yang terukur dan evaluasi secara berkala. Jangan berhenti pada kegiatan seremonial,” tegasnya.

PARIWISATA HARUS MEMBUKA LAPANGAN KERJA

Menurut Juli, pengembangan pariwisata harus memberikan ruang yang luas bagi masyarakat Kepulauan Nias untuk menjadi pelaku ekonomi.

Kawasan wisata dapat dikembangkan dengan melibatkan masyarakat melalui usaha kuliner, penginapan, homestay, transportasi wisata, pemandu wisata, produk UMKM, kerajinan, ekonomi kreatif, jasa wisata bahari hingga berbagai kegiatan berbasis budaya lokal.

Dengan demikian, meningkatnya kunjungan wisatawan dapat memberikan dampak berantai terhadap pendapatan masyarakat.

“Masyarakat lokal harus menjadi bagian utama dari ekosistem pariwisata. Kalau wisata berkembang tetapi masyarakat sekitar tidak mendapatkan peluang usaha dan pekerjaan, maka manfaat pembangunan pariwisata belum sepenuhnya dirasakan,” kata Juli E. Restu War.

PEMERINTAH DAERAH DIMINTA SUSUN LANGKAH KONKRET

Juli E. Restu War meminta seluruh pemerintah daerah se-Kepulauan Nias menyusun langkah konkret dan terukur untuk menjadikan pariwisata sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi daerah.

Ia mendorong adanya pemetaan destinasi unggulan, pembenahan fasilitas, peningkatan aksesibilitas, promosi terpadu, pemberdayaan masyarakat, penguatan UMKM serta pembukaan ruang investasi yang tetap memperhatikan kepentingan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

“Kepulauan Nias tidak kekurangan potensi. Yang diperlukan adalah keseriusan mengelola potensi tersebut. Pantai, budaya dan destinasi wisata harus mampu menciptakan nilai ekonomi, lapangan kerja dan peluang usaha bagi masyarakat,” ujar Juli E. Restu War 

Juli E. Restu War menegaskan bahwa pengembangan pariwisata Kepulauan Nias membutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, masyarakat, pemuda, komunitas, pelaku ekonomi kreatif dan seluruh pemangku kepentingan.

“Sekarang waktunya bergerak dari sekadar memiliki potensi menuju pengelolaan yang produktif. Pariwisata Kepulauan Nias harus menjadi bagian dari kekuatan ekonomi masyarakat dan pembangunan daerah,” pungkas Juli E. Restu War, C.L., C.P.S. (Gaba'atulo Waruwu)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Potensi pariwisata pantai kepulauan nias dinilai belum produktif menjadi lapangan kerja dan kekuatan ekonomi daerah.

Trending Now