CIANJUR,DETIKSATU.COM || Selama sekitar tiga tahun, Ayi (64), warga Kampung Citapen, RT 002/RW 004, Desa Sukaratu, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menjalani hidup dengan tidur di sebuah kandang domba.
Kandang tersebut bukan miliknya. Ayi tinggal di salah satu ruangan kosong di tempat itu sambil merawat domba milik orang lain. Saat ini, ada delapan ekor domba yang berada dalam perawatannya.
Kondisi tersebut dijalani Ayi karena tidak memiliki rumah dan pekerjaan tetap. Setelah berpisah dengan istrinya, ia hidup seorang diri. Tiga anaknya dari tiga pernikahan kini tinggal bersama dan diasuh oleh masing-masing mantan istrinya.
Ayi mengatakan, kehidupannya berubah setelah mendapat pekerjaan merawat domba milik seseorang. Awalnya, ia dipercaya mengurus empat ekor domba dan dibuatkan kandang untuk tempat memelihara hewan tersebut.
Seiring waktu, jumlah domba yang dirawatnya bertambah menjadi delapan ekor. Karena tidak memiliki tempat tinggal, Ayi kemudian menggunakan salah satu bagian kandang sebagai tempat beristirahat dan tidur.
Situasi itu berlangsung selama kurang lebih tiga tahun.
"Kedinginan dan banyak nyamuk sudah biasa. Domba juga sudah biasa bagi saya. Itu bukan alasan untuk tidak berjuang mempertahankan hidup. Yang penting saya masih bisa tidur dan bertahan hidup," kata Ayi, Sabtu (7/9).
Warga yang mengetahui kondisi tersebut kemudian berinisiatif membantu. Mereka membangun sebuah gubuk atau saung tidak jauh dari kandang domba yang selama ini ditempati Ayi.
Namun, pembangunan saung itu belum selesai karena keterbatasan biaya. Kondisi tersebut membuat Ayi hingga kini masih menggunakan kandang domba sebagai tempat tidur.
Ayi mengatakan dirinya tetap memiliki keinginan untuk mempunyai rumah yang layak. Namun, kondisi ekonomi membuat keinginan tersebut belum dapat diwujudkan.
"Kalau ingin memiliki rumah, itu manusiawi. Semua orang pasti ingin memiliki rumah yang layak huni. Tapi apa daya saya. Beruntung masih bisa makan setiap hari," ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua RT, RW dan warga yang selama ini memberikan bantuan berupa makanan maupun bahan kayu untuk pembangunan saung.
"Saya berterima kasih kepada Ketua RT, RW dan masyarakat yang selalu peduli, memberikan makanan maupun bahan kayu untuk membangun saung," kata Ayi.
Sementara itu, Ketua RW 04 Kampung Citapen, Gus Diky, mengatakan kondisi Ayi yang tinggal di kandang domba telah berlangsung sekitar tiga tahun.
Menurut dia, warga setempat telah berupaya mengusulkan bantuan kepada pemerintah desa, kecamatan hingga Pemerintah Kabupaten Cianjur agar Ayi memperoleh tempat tinggal yang lebih layak.
"Kami sudah beberapa kali mengajukan kepada pemerintah desa, kecamatan dan Pemkab Cianjur agar Kakek Ayi bisa mendapatkan rumah yang layak. Jangan sampai beliau terus-menerus tinggal bersama hewan peliharaannya di kandang domba," ujar Gus Diky.
Gus Diky berharap Ayi dapat memperoleh bantuan melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), baik dari Pemerintah Kabupaten Cianjur maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
"Kami berharap ada bantuan Rutilahu untuk Kakek Ayi. Jangan sampai beliau selamanya tinggal di kandang bersama domba peliharaannya," katanya. (Bet)