Jakarta,detiksatu.com || Tokoh masyarakat Nias, Alinudi Laia, yang pernah mengemban tugas sebagai Camat Lolomatua periode 2019–2021, menemui Juli E. Restu War, salah seorang tokoh pemuda Kepulauan Nias sekaligus koordinator persatuan pemuda dalam perjuangan pemekaran Provinsi Kepulauan Nias di Jakarta.
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan membahas sejumlah hal strategis, khususnya mengenai peran masyarakat, tokoh masyarakat, dan generasi muda Kepulauan Nias dalam mendorong percepatan pembentukan Provinsi Kepulauan Nias.
Alinudi Laia diterima langsung oleh Juli E. Restu War di kantornya. Dalam pertemuan tersebut, keduanya bertukar pandangan mengenai pentingnya membangun gerakan bersama yang konsisten, terarah, dan berkesinambungan dalam menyuarakan aspirasi pembentukan Provinsi Kepulauan Nias.
Alinudi Laia menyampaikan harapannya agar perjuangan pembentukan Provinsi Kepulauan Nias terus mendapatkan dukungan luas dari seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, cita-cita menjadikan Kepulauan Nias sebagai provinsi membutuhkan keterlibatan bersama, bukan hanya dari organisasi atau kelompok tertentu, tetapi juga masyarakat, tokoh masyarakat, pemuda, serta berbagai elemen daerah dan diaspora Nias.
Ia menilai penyampaian aspirasi perlu dilakukan secara konsisten melalui berbagai kegiatan masyarakat, forum-forum resmi, ruang publik, maupun kegiatan kepemudaan sehingga agenda pembentukan Provinsi Kepulauan Nias tetap menjadi perhatian dan terus dikawal secara berkelanjutan.
«“Kepulauan Nias harus terus diperjuangkan menjadi provinsi. Masyarakat dan pemuda harus mengambil bagian dalam menyuarakan serta mengawal aspirasi ini secara berkesinambungan sampai tujuan tersebut terwujud,” ujar Alinudi.»
Sementara itu, Juli E. Restu War menilai salah satu tantangan dalam perjuangan selama ini adalah belum optimalnya dukungan dari masyarakat dan tokoh masyarakat terhadap berbagai inisiatif pemuda yang secara aktif menyuarakan percepatan pembentukan Provinsi Kepulauan Nias.
Ia menegaskan bahwa pemuda membutuhkan dukungan moral dan sosial dari para tokoh masyarakat agar berbagai gagasan, kreativitas, dan gerakan positif yang dibangun generasi muda dapat terus berkembang.
“Kekuatan perjuangan ini tidak boleh hanya bertumpu pada pemuda. Masyarakat dan tokoh masyarakat harus memberikan support, karena persatuan antara pemuda dan masyarakat merupakan kekuatan penting untuk mendorong percepatan pembentukan Provinsi Kepulauan Nias,” tegas Juli E. Restu War.
Menurut Juli, perjuangan tersebut harus dibangun melalui persatuan, komunikasi, edukasi publik, serta penyampaian aspirasi secara damai, konstitusional, dan terukur.
Ia juga berpandangan bahwa Kepulauan Nias memiliki posisi strategis dalam konteks kepentingan nasional, khususnya karena karakter wilayah kepulauan dan letaknya yang berada di kawasan barat Indonesia.
“Kepulauan Nias harus dilihat bukan hanya dari perspektif administratif, tetapi juga dari perspektif strategis nasional. Karena itu, percepatan pembangunan, penguatan tata kelola pemerintahan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kepulauan Nias harus menjadi perhatian bersama,” katanya.
Juli menambahkan, aspirasi pembentukan Provinsi Kepulauan Nias perlu diperjuangkan melalui dua pendekatan, yakni bottom-up dari masyarakat serta top-down melalui kebijakan dan keputusan pemerintah pusat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Ia menegaskan bahwa masyarakat harus memiliki keberanian untuk terus menyampaikan aspirasi secara konstruktif sekaligus mengawal prosesnya melalui jalur yang sah.
Dalam kesempatan tersebut, Alinudi Laia juga mengimbau masyarakat, pemuda, dan khususnya pemerintah untuk memberikan ruang serta dukungan terhadap generasi muda yang mengambil bagian dalam menyuarakan aspirasi pembentukan Provinsi Kepulauan Nias.
Ia berharap para pemangku kepentingan dapat membangun sinergi dan mendampingi para pemuda yang bersedia menjadi mitra perjuangan dalam menyampaikan aspirasi masyarakat Nias.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi antarelemen masyarakat Nias di Jakarta sekaligus mendorong lahirnya gerakan bersama yang lebih terorganisasi dalam mengawal aspirasi pembentukan Provinsi Kepulauan Nias.
Pesan utama pertemuan tersebut jelas: perjuangan pembentukan Provinsi Kepulauan Nias membutuhkan persatuan, konsistensi, dukungan masyarakat, serta keterlibatan aktif generasi muda agar aspirasi tersebut terus dikawal melalui mekanisme yang konstitusional hingga memperoleh kepastian dari pemerintah. ( Red ) Gaba'atulo Waruwu