berjudul DEWI SILUMAN ULAR. Film yang disutradarai Azhar Kinoi Lubis ini mengangkat
kisah tentang pernikahan manusia dengan jin yang sebelumnya dikenal publik melalui podcast
Prasodjo Muhammad “Nikah Sama Jin” yang sudah ditonton lenih dari 5,6 Juta kali. Cerita ini
kemudian dikembangkan ke dalam film layar lebar dengan skenario yang ditulis oleh Upi dan
Ayu Anggraini Putri.
Salah satu daya tarik film ini hadir melalui sosok jin bernama Dewi yang diperankan oleh Anya
Geraldine yang menikah dengan Dedi, diperankan oleh Derby Romero, seorang pria yang
terpaksa mengambil jalan pintas untuk keluar dari berbagai persoalan hidupnya in this
economy. Kehadiran Aulia Sarah dan Aghniny Haque turut memperkuat jajaran pemain
utama bersama sejumlah nama lain yang menunjukkan bahwa ini adalah karya yang serius,
seperti Humaira Jahra, Ashraf Dirgham, Arswendy Bening Swara, Totos Rasiti, Azzalia Assyifa,
Ayu Diah Pasha, Yati Surachman, Arief Didu, Ence Bagus, Judith Callysta, Agung Bla, Aldo
Gudel, dan lain-lain.
Cerita DEWI SILUMAN ULAR yang berdasarkan podcast Prasodjo Muhammad berjudul
“Nikah Sama Jin” dengan narasumber Sherly Indrawati. Kisah tersebut kemudian
dikembangkan menjadi cerita film dengan pendalaman karakter, konflik, dan konsekuensi dari
sebuah perjanjian pernikahan manusia dengan jin.
Dari premis tersebut, Film DEWI SILUMAN ULAR membawa pertanyaan sederhana yang
kemudian berkembang menjadi persoalan besar: apa yang terjadi ketika seseorang
mendapatkan apa yang diinginkannya melalui sebuah perjanjian dengan makhluk gaib? Apa
konsekuensi apabila perjanjian dilanggar? Film ini juga mempertemukan persoalan ekonomi,
keluarga, pilihan pribadi, dan akibat dari sebuah keputusan yang mengancam pelaku dan
keluarganya!
Dalam New Official Trailer yang dirilis diperlihatkan kehidupan Dedi (Derby Romero) berubah
drastis setelah ia melakukan pesugihan melalui pernikahan dengan Dewi, jin bersosok Siluman
Ular yang berparas cantik. Keputusan tersebut membawa Dedi pada berbagai kejadian tak
terduga, dan teror mengerikan!
“Film DEWI SILUMAN ULAR berangkat dari kisah nyata yang pertama kali kami temukan di
sebuah podcast. Dari kisah tersebut, kami menangkap fenomena yang masih terjadi di
masyarakat, ketika tekanan ekonomi dan keinginan untuk mengubah nasib membuat seseorang
memilih jalan pintas melalui pesugihan. Bagi kami ini kisah yang penting, bukan hanya tentang
pesugihan semata, tetapi juga tentang pilihan manusia ketika berada dalam kondisi terdesak,
dan konsekuensi yang mengikutinya,” ujar produser Chand Parwez Servia.
Di Film ini Azhar Kinoi Lubis kembali menyutradarai film horor berdasarkan kisah nyata,
setelah sebelumnya menyutradarai Petaka Gunung Gede (2025). Pengalamannya dalam
mengolah kisah nyata sebelumnya menjadi bekal Ketika menghadirkan DEWI SILUMAN
ULAR sebagai sebuah karya film layar lebar dengan horor baru melalui konflik yang lebih lebar.
“Yang menjadi tantangan dalam DEWI SILUMAN ULAR adalah bagaimana mengembangkan
kisah nyata yang menjadi sumber cerita ke dalam sebuah film yang memiliki dunia dan konflik
yang kuat. Kami tidak ingin hanya memindahkan kisah tersebut ke layar, tetapi mengolahnya
menjadi pengalaman sinematik horor baru untuk bisa dirasakan oleh penontonnya,” ujar
sutradara Azhar Kinoi Lubis.
Menuju tayangnya film DEWI SILUMAN ULAR pada 12 November 2026 di Bioskop,
penonton diajak menyelami kembali kisah pesugihan yang selama ini terjadi, dan kini hadir
dalam balutan teror baru yang nyata di layar lebar. Menghadirkan konsekuensi di balik setiap pilihan yang berakibat malapetaka. Film DEWI SILUMAN ULAR siap membawa penonton
ikut teriak terbawa ketegangan, sekaligus menemukan makna di baliknya!
(Nina)