Pekalongan, detiksatu.com II Aksi protes unik dilakukan seorang aktivis Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, pada Rabu 14 Oktober 2026.
Mustofa Amin seorang aktivis Kabupaten Pekalongan memarkir mobil pribadinya yang ditempeli poster protes di pinggir jalan, menyoroti dugaan perusakan Mobil Dinas Bupati beberapa waktu lalu.
Dengan menggunakan mobil Honda City hitam ditempeli beberapa poster besar.
Di kaca depan tertulis tegas dengan tinta merah:
*"KALO GAK SUKA KPK JANGAN RUSAK MOBIL DINAS BUPATI"*
Sementara di kap depan tertulis:
*"MOBIL AKTIVIS DIRUSAK KAMI DIAM, DITENDANG KAMI DIAM. MOBIL DINAS BUPATI DIRUSAK AKAN KAMI LAWAN !!!"*
Aksi ini diduga sebagai bentuk kekecewaan terhadap pihak-pihak yang melampiaskan ketidakpuasan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan merusak fasilitas negara, khususnya mobil dinas Bupati Pekalongan.
Mustofa Amin menyampaikan pesan bahwa kritik boleh disampaikan, namun tidak dengan cara merusak aset negara yang dibeli dengan uang rakyat.
"Monggo kalau mau kritik, tapi jangan rusak barang milik negara. Mobil dinas itu dibeli pakai uang rakyat," ujar salah satu warga di lokasi.
Lebih jauh dikatakan bahwa keberadaan mobil dinas Bupati yang saat kejadian berada di lokasi Rumah Dinas Bupati tentunya dijaga oleh petugas/ Satpol PP.
" Tentunya petugas yang ada dilokasi mengetahui siapa yang lalulalang masuk komplek rumah dinas , sangat disayangkan hingga terjadi pengrusakan mobil dinas" terang Mustofa.
Ditambahkan bahwa atas kejadian pengrusakan mobil dinas Bupati hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak Polres Pekalongan.
" Katanya sudah dilaporkan ke Polres namun hingga saat ini belum ada kabar beritanya" ujar Mustofa.
Sementara itu Kepala Satpol PP Kabupaten Pekalongan, Wahyu Kuncoro saat dikonfirmasi terkait insiden tersebut menerangkan bahwa kasusnya sudah ditangani pihak Kepolisian.
" Masalah insiden pengrusakan mobil Bupati menjadi kewenangan pihak Polres. Karena bukan ranah kami untuk memberikan keterangan " terangnya singkat saat dikonfirmasi pada Rabu(14/10) diruang kerjanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pihak Polres maupun dari Plt Bupati Pekalongan terkait dugaan perusakan mobil dinas tersebut. Namun aksi damai ini menjadi perhatian warga yang melintas di sekitar lokasi.(AR)