Pekalongan,detiksatu.com || Polres Pekalongan Kota menggelar rapat koordinasi (Rakor) lintas sektoral dalam rangka memperkuat sinergitas dan menyamakan persepsi seluruh pihak guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama tahapan Pilkades 2026 di wilayah hukum Polres Pekalongan Kota. Kegiatan berlangsung di Aula Wicaksana Laghawa Polres Pekalongan Kota, pada Jumat (9/10/2026).
Rakor tersebut dipimpin Wakapolres Kompol Dr. Akhwan Nadzirin, S.H., M.H., dihadiri Kasatpol PP & Damkar Kabupaten Pekalongan Wahyu Kuncoro, S.T., M.T., Pejabat utama (PJU) Polres Pekalongan Kota dan Kapolsek Jajaran, Pemerintah kecamatan Tirto dan Buaran, Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD), Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta para calon kepala desa.
Dalam sambutannya Wakapolres Pekalongan Kota Kompol Dr. Akhwan Nadzirin, S.H., M.H., menyampaikan bahwa pengamanan Pilkades tidak hanya berfokus pada hari pemungutan suara, tetapi juga mencakup seluruh rangkaian tahapan, mulai dari pendaftaran hingga pelantikan kepala desa terpilih.
Menurutnya, Pilkades memiliki kerawanan lebih tinggi dibandingkan dengan pemilihan wakil rakyat yang lain dikarenakan para calon dan pendukung saling mengenal. Kondisi tersebut membutuhkan kedewasaan dalam berkompetisi agar perbedaan pilihan tidak berkembang menjadi perselisihan.
“Dalam pengamanan Pilkades ini, kami akan menerjunkan 349 personel, dibagi di enam wilayah atau desa. Tentunya di Buaran ada 2 desa dan di Tirto ada 4 desa,” terang Kompol Akhwan kepada peserta rakor.
Sementara itu, Kasatpol PP & Damkar Kabupaten Pekalongan Wahyu Kuncoro, S.T., M.T., mengingatkan para calon kepala desa bahwa jabatan kepala desa merupakan amanah yang disertai tanggung jawab besar kepada masyarakat. Oleh Karenanya, kontestasi Pilkades hendaknya dijalani dengan niat pengabdian.
Dalam forum tersebut, perwakilan P2KD turut menyampaikan sejumlah masukan mengenai potensi kerawanan di wilayah masing-masing. Salah satu diantaranya adanya tempat tinggal para calon, yang cukup berdekatan sehingga diperlukan langkah antisipasi untuk mencegah gesekan antar pendukung.
Masukan lainnya berkaitan dengan penempatan TPS, pengamanan selama tahapan pemilihan, kesiapan serta lokasi penyimpanan logistik Pilkades.
Berbagai masukan tersebut menjadi bagian penting dalam menyusun langkah pengamanan yang mempertimbangkan karakteristik dan kebutuhan masing-masing desa.
Ps. Kasi Humas Polres Pekalongan Kota Iptu Purno Utomo, S.H., mengatakan bahwa rakor lintas sektoral merupakan bentuk komitmen Polres Pekalongan Kota dalam mempersiapkan pengamanan Pilkades melalui koordinasi bersama seluruh pemangku kepentingan.
"Pengamanan Pilkades membutuhkan dukungan dan kerja sama seluruh pihak. Kami mengajak para calon kepala desa, panitia, serta masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi tetap aman, menghormati perbedaan pilihan, dan tidak mudah terprovokasi," ujarnya.
Melalui koordinasi lintas sektoral dan kesiapan pengamanan sejak dini, Polres Pekalongan Kota bersama pemerintah daerah, panitia pemilihan, dan seluruh elemen masyarakat berkomitmen mengawal setiap tahapan Pilkades 2026 agar berlangsung aman, tertib, dan demokratis(Ali)