WAMENA,DETIKSATU.COM || Pemuda daerah Wiligi dan Kora, Pery Hilapok, mendesak Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dan Pemerintah Kabupaten Nduga segera berkoordinasi untuk membuka akses transportasi udara melalui penerbangan bersubsidi ke lima lapangan terbang yang berada di tiga distrik, yakni Distrik Nanggo Trikora di Kabupaten Jayawijaya serta Distrik Kora dan Distrik Embetpem di Kabupaten Nduga.
Menurut Pery, keberadaan lima lapangan terbang tersebut sangat penting untuk menunjang mobilitas masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok, pelayanan masyarakat, serta aktivitas ekonomi antara kampung dan perkotaan.
Adapun lima lapangan terbang yang dimaksud meliputi:
1. Lapangan Terbang Ginginem.
2. Lapangan Terbang Kwiapbel.
3. Lapangan Terbang Bitgunu-Lingge.
4. Lapangan Terbang Enggolok.
5. Lapangan Terbang Dinggilmu.
Ia menjelaskan, empat lapangan terbang sebelumnya telah digunakan untuk aktivitas penerbangan. Sementara Lapangan Terbang Dinggilmu hingga saat ini belum menjalani uji pendaratan (test landing). Karena itu, ia meminta pemerintah segera memfasilitasi uji coba penerbangan (test flight) dan uji pendaratan agar lapangan terbang tersebut dapat diketahui kelayakannya untuk melayani penerbangan.
"Kami meminta pemerintah Kabupaten Jayawijaya dan Kabupaten Nduga segera membangun kerja sama agar lima lapangan terbang ini bisa dibuka untuk pelayanan penerbangan bersubsidi. Masyarakat sangat membutuhkan akses transportasi udara supaya aktivitas dari kampung ke kota maupun sebaliknya dapat berjalan lebih cepat," ujar Pery.
Ia juga menegaskan bahwa berdasarkan pengamatannya, kondisi keamanan di tiga distrik tersebut selama ini relatif aman. Oleh sebab itu, ia mempertanyakan kendala yang menyebabkan pelayanan penerbangan belum dapat berjalan secara maksimal.
"Kami melihat wilayah di tiga distrik ini sangat membutuhkan perhatian pemerintah. Sejauh yang kami ketahui, kondisi daerah relatif aman. Lalu, apa yang menjadi kendala sehingga pesawat belum bisa keluar masuk melayani masyarakat?" ungkapnya.
Pery turut menyampaikan bahwa masyarakat di wilayah tersebut saat ini menghadapi dampak kekeringan yang menyebabkan tanaman dan sejumlah sumber penghidupan masyarakat mengalami kerusakan. Kondisi itu semakin memperberat kehidupan warga karena keterbatasan akses transportasi untuk mendatangkan bahan makanan dan bantuan kebutuhan dasar.
Menurutnya, transportasi udara menjadi salah satu akses paling penting bagi masyarakat di wilayah pegunungan tersebut. Karena itu, pemerintah diminta tidak menunda upaya pembukaan kembali jalur penerbangan.
Selain penerbangan bersubsidi, Pery juga meminta Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan serta Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dan Nduga mempertimbangkan pembangunan akses jalan darat dari Habema menuju wilayah Trikora, Kora, dan Embetpem.
Ia menilai pembangunan jalan darat merupakan solusi jangka panjang agar masyarakat memiliki alternatif transportasi yang lebih aman dan terjangkau untuk mengangkut sembako, material bangunan, serta berbagai kebutuhan lainnya.
"Kami melihat langsung kesulitan masyarakat di tiga distrik ini. Bahkan, untuk membawa bahan makanan, material bangunan, kebutuhan Natal, dan keperluan kegiatan masyarakat lainnya masih sangat terkendala. Karena itu, kami meminta pemerintah provinsi maupun kedua pemerintah kabupaten segera mengambil komitmen nyata untuk membuka akses transportasi bagi masyarakat," tegasnya.
Pery berharap pemerintah tidak hanya memberikan perhatian melalui pernyataan, tetapi segera mengambil langkah konkret melalui koordinasi lintas pemerintah daerah, penyediaan penerbangan bersubsidi, serta perencanaan pembangunan infrastruktur jalan.
Menurutnya, keterbukaan akses transportasi merupakan kebutuhan mendasar masyarakat di wilayah pedalaman agar tidak terus mengalami keterisolasian.
Pery Hilapok
Pemuda Daerah Wiligi dan Kora
Reporter:Ejayo Kamarigi