Gayo Lues, detiksatu.com II Hampir setahun pascabencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Gayo Lues, Aceh, masyarakat masih harus menghadapi persoalan serius akibat rusaknya infrastruktur penghubung. Bahkan, dalam suasana duka, warga terpaksa menyeberangkan jenazah menggunakan perahu karet di tengah derasnya arus sungai.
Peristiwa memilukan tersebut terjadi pada Sabtu (31/10/2026), ketika jenazah warga dari Kampung Uyem Beriring harus diseberangkan menuju tempat pemakaman di Kampung Pasir, Kecamatan Tripe Jaya, Kabupaten Gayo Lues.
Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah warga berjibaku membawa perahu karet berwarna merah melintasi sungai berair keruh. Jenazah yang telah dibungkus kain dibawa di atas perahu, sementara warga lainnya membantu proses penyeberangan dari sisi perahu.
Pemandangan tersebut menjadi potret nyata beratnya kehidupan masyarakat yang masih terdampak kerusakan infrastruktur akibat banjir bandang November 2025.
Jembatan penghubung yang ambruk diterjang banjir hingga kini belum kembali memberikan akses yang layak bagi masyarakat. Akibatnya, warga harus mengandalkan penyeberangan sungai, bahkan untuk mengantarkan jenazah menuju tempat peristirahatan terakhir.
LSM INSPEKTUR: Jangan Biarkan Rakyat Terus Menanggung Risiko
Ketua LSM INSPEKTUR (Inisiatif Pengawasan dan Evaluasi Terukur untuk Rakyat), Hariyanto alias Ustadz Petir, menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus mendesak pemerintah segera mengambil langkah konkret.
Menurutnya, peristiwa tersebut merupakan tamparan keras bagi seluruh pihak yang bertanggung jawab terhadap pemulihan infrastruktur pascabencana.
"Ini adalah tamparan bagi kita semua. Bagaimana mungkin akses vital masyarakat terputus berbulan-bulan tanpa solusi permanen? Hari ini jenazah, besok bisa jadi ibu melahirkan, anak sekolah, dan hasil tani warga yang tidak bisa lewat," tegas Hariyanto dalam pernyataan sikapnya.
Ia menilai persoalan jembatan putus bukan sekadar kerusakan bangunan, melainkan menyangkut keselamatan manusia dan kebutuhan dasar masyarakat.
Menurutnya, pemerintah tidak boleh menunggu terjadinya kecelakaan atau jatuhnya korban baru kemudian mengambil tindakan.
Tiga Tuntutan LSM INSPEKTUR kepada Pemerintah
Atas kondisi tersebut, LSM INSPEKTUR menyampaikan tiga tuntutan:
1. Mendesak Pemerintah Kabupaten Gayo Lues bersama dinas terkait segera membangun jembatan darurat yang layak dan aman bagi masyarakat, bukan sekadar memberikan janji.
2. Meminta BPBD dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menetapkan pembangunan jembatan tersebut sebagai prioritas darurat dalam penanganan pascabencana.
3. Mendesak transparansi anggaran perbaikan infrastruktur pascabanjir agar masyarakat dapat mengetahui alokasi, penggunaan, serta perkembangan anggaran pemulihan fasilitas umum yang rusak.
Hariyanto alias Ustadz Petir juga menegaskan bahwa LSM INSPEKTUR siap mengawal proses penanganan persoalan tersebut dan membantu pemerintah dalam upaya pemulihan di lapangan.
"Kami siap mengawal dan membantu pemerintah di lapangan. Jangan tunggu jatuh korban lagi baru bergerak," tegasnya.
Hampir Setahun Pascabencana, Mana Solusi Nyata?
LSM INSPEKTUR mengingatkan bahwa keberhasilan pemulihan pascabencana tidak cukup diukur dari laporan pendataan kerusakan maupun perencanaan anggaran.
Ukuran keberhasilan seharusnya terlihat dari kembalinya akses masyarakat, tersedianya fasilitas umum yang aman, serta pulihnya aktivitas kehidupan warga.
Jembatan merupakan urat nadi kehidupan masyarakat. Ketika akses tersebut terputus, dampaknya bukan hanya dirasakan dalam aktivitas ekonomi, tetapi juga pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga urusan kemanusiaan.
Pemerintah Kabupaten Gayo Lues, Pemerintah Aceh, dan pemerintah pusat diminta segera memberikan kepastian mengenai pembangunan kembali jembatan tersebut.
Jangan sampai masyarakat terus dipaksa bertahan dengan keterbatasan, sementara keselamatan mereka menjadi taruhan setiap kali harus menyeberangi sungai.
Hari ini jenazah harus diangkut menggunakan perahu karet. Besok, apakah masyarakat harus kembali menghadapi risiko yang sama untuk mendapatkan pelayanan dasar?
LSM INSPEKTUR turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum/almarhumah. Semoga mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
LSM INSPEKTUR
Inisiatif Pengawasan dan Evaluasi Terukur untuk Rakyat - Ketua: Hariyanto alias Ustadz Petir
(Reporter - Kang Juna)