Seseorang mungkin kesulitan konsisten dengan janji sendiri dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:
- *Kurangnya Motivasi*: Ketika motivasi untuk mencapai tujuan menurun, maka konsistensi juga akan menurun.
- *Prokrastinasi*: Menunda-nunda tugas atau tindakan dapat membuat seseorang sulit konsisten dengan janji sendiri.
- *Ketidaksiapan*: Kurangnya perencanaan dan persiapan dapat membuat seseorang merasa tidak siap untuk memenuhi janji.
- *Perubahan Prioritas*: Perubahan prioritas atau keadaan dapat membuat seseorang sulit konsisten dengan janji sebelumnya.
- *Kurangnya Akuntabilitas*: Tidak ada konsekuensi atau akuntabilitas dapat membuat seseorang lebih mudah untuk tidak konsisten dengan janji sendiri.
- *Sifat Manusiawi*: Manusia memiliki sifat yang lemah dan rentan terhadap godaan, sehingga sulit untuk konsisten dengan janji sendiri.
Saran kami untuk meningkatkan konsistensi dengan janji sendiri, sebaiknya mencoba beberapa strategi, seperti:
- *Membuat Tujuan yang Spesifik dan Dapat Diukur*: Membuat tujuan yang jelas dan dapat diukur dapat membantu meningkatkan motivasi dan konsistensi.
- *Membuat Rencana Tindakan*: Membuat rencana tindakan yang detail dapat membantu meningkatkan kesiapan dan konsistensi.
- *Mencari Dukungan*: Mencari dukungan dari orang lain dapat membantu meningkatkan motivasi dan akuntabilitas.
- *Mengingat Tujuan dan Janji*: Mengingat tujuan dan janji dapat membantu meningkatkan motivasi dan konsistensi.
Kesimpulannya kesulitan konsisten dengan janji sendiri bisa disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:
1. *Kurangnya motivasi*: Ketika motivasi untuk mencapai tujuan menurun, kita cenderung lebih sulit untuk konsisten.
2. *Prokrastinasi*: Menunda-nunda tugas atau tindakan dapat membuat kita sulit konsisten dengan janji sendiri.
3. *Kurangnya perencanaan*: Tidak memiliki rencana yang jelas dan terstruktur dapat membuat kita kehilangan fokus dan sulit konsisten.
4. *Keterbatasan disiplin diri*: Kurangnya disiplin diri dapat membuat kita lebih mudah terganggu dan sulit konsisten dengan janji sendiri.
5. *Perubahan prioritas*: Perubahan prioritas atau keadaan dapat membuat kita sulit konsisten dengan janji sendiri.
Namun, ada juga orang suka berjanji namun sebenarnya hanya untuk mengelabui orang lain.
Orang tipikal seperti ini membuat janji dan mempermainkan janjinya demi menyenangkan orang lain disebut *orang plin-plan* atau *orang yang suka berbohong demi menyenangkan orang lain*.
Namun, istilah yang lebih spesifik untuk menggambarkan perilaku ini adalah *people pleaser*.
People pleaser adalah seseorang yang cenderung membuat janji atau berjanji untuk melakukan sesuatu demi menyenangkan orang lain, meskipun mereka tidak berniat untuk memenuhi janji tersebut. Mereka seringkali melakukan ini untuk menghindari konflik atau mendapatkan persetujuan dari orang lain.
Perilaku ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti:
- *Kurangnya kemampuan untuk mengatakan tidak*
- *Kebutuhan akan persetujuan dan pengakuan dari orang lain*
- *Takut akan konflik atau penolakan*
Orang plin-plan atau _people pleaser_ seringkali mengalami kesulitan dalam membangun hubungan yang sehat dan jujur dengan orang lain, karena mereka cenderung memprioritaskan menyenangkan orang lain daripada menjadi diri sendiri. Indonesia mempunyai banyak

