Indonesia–AS Perkuat Kerja Sama, Presiden Prabowo dan Donald Trump Akan Tandatangani Agreement on Reciprocal Trade

Redaksi
Februari 12, 2026 | Februari 12, 2026 WIB Last Updated 2026-02-12T02:58:31Z
Jakarta, detiksatu.com || Presiden Prabowo dan Donald Trump siap teken perjanjian tarif dagang. Menteri koordinator bidang perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto berencana menandatangani kesepakatan Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan Amerika Serikat (AS) dalam waktu dekat.

Penandatanganan perjanjian tersebut direncanakan berlangsung pada 19 Februari 2026, bertepatan dengan agenda kunjungan dan pertemuan bilateral tingkat tinggi antara kedua negara.
“Disampaikan bahwa Bapak Presiden rencananya akan menghadiri acara pada tanggal 19, dan di sekitar tanggal tersebut juga akan ada rencana penandatanganan ART,” ujar Airlangga dalam keterangannya, (12/2/2026).

Menurut Airlangga, perkembangan perundingan dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat terus dilaporkan secara berkala kepada Presiden Prabowo. Pemerintah memastikan setiap tahapan negosiasi dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan kepentingan nasional, stabilitas ekonomi, serta peluang peningkatan ekspor Indonesia ke pasar Amerika.
“Tadi dilaporkan juga kepada Bapak Presiden dan kita lihat perkembangan selanjutnya,” kata Airlangga.

Perkuat Hubungan Ekonomi Strategis

Rencana penandatanganan ART ini menjadi momentum penting dalam hubungan ekonomi Indonesia-AS. Perjanjian tersebut dirancang untuk memperkuat kerja sama perdagangan bilateral melalui skema tarif yang bersifat resiprokal atau timbal balik. Dengan adanya kesepakatan ini, kedua negara diharapkan memperoleh akses pasar yang lebih luas dan adil, sekaligus mengurangi hambatan perdagangan yang selama ini menjadi kendala.
Kesepakatan ART diyakini akan mencakup sejumlah sektor strategis, seperti produk manufaktur, komoditas pertanian, energi, hingga industri berbasis teknologi. Pemerintah Indonesia menilai langkah ini sebagai bagian dari strategi diversifikasi pasar ekspor di tengah dinamika ekonomi global yang terus berubah.
Airlangga menegaskan bahwa pemerintah berupaya memastikan pelaku usaha nasional, khususnya industri kecil dan menengah (IKM), dapat memanfaatkan peluang yang muncul dari kesepakatan tersebut. “Kita ingin agar kerja sama ini memberikan dampak langsung terhadap peningkatan ekspor, investasi, serta penciptaan lapangan kerja di dalam negeri,” ujarnya.

Dinamika Global dan Kepastian Perdagangan

Rencana penandatanganan ART juga berlangsung di tengah kondisi geopolitik dan ekonomi global yang penuh tantangan.

Ketegangan dagang di berbagai kawasan serta fluktuasi harga komoditas mendorong negara-negara untuk memperkuat kemitraan strategis.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya menegaskan pentingnya kerja sama perdagangan yang adil dan saling menguntungkan dalam berbagai forum internasional. Dalam konferensi pers usai KTT Perdamaian Sharm El-Sheikh yang digelar di International Congress Centre, Sharm El-Sheikh, Mesir, pada Senin (13/10/2025), Trump menyatakan komitmennya untuk memperluas kemitraan ekonomi dengan negara-negara mitra utama, termasuk Indonesia.

Pemerintah Indonesia memandang Amerika Serikat sebagai salah satu mitra dagang utama dengan nilai perdagangan bilateral yang terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Dengan adanya ART, diharapkan hubungan dagang kedua negara semakin kokoh dan mampu memberikan kepastian hukum serta stabilitas bagi investor.

Dukungan Dunia Usaha

Sejumlah pelaku usaha menyambut positif rencana penandatanganan perjanjian tersebut. Mereka berharap ART dapat menurunkan tarif atau hambatan non-tarif terhadap produk unggulan Indonesia, seperti tekstil, alas kaki, produk perikanan, serta komoditas berbasis kelapa sawit.
Di sisi lain, pemerintah juga memastikan bahwa kesepakatan ini tetap mengedepankan perlindungan terhadap industri dalam negeri. Negosiasi dilakukan secara komprehensif agar tidak merugikan sektor-sektor strategis nasional.

Tahap Finalisasi

Airlangga menyebutkan bahwa saat ini pembahasan teknis telah memasuki tahap finalisasi. Tim negosiator dari kedua negara terus melakukan koordinasi intensif guna merampungkan detail kesepakatan sebelum tanggal penandatanganan.
“Kita terus berkoordinasi dan memastikan seluruh poin yang dibahas dapat memberikan manfaat maksimal bagi Indonesia,” tegasnya.

Apabila penandatanganan ART terealisasi pada 19 Februari 2026, maka kesepakatan ini akan menjadi salah satu tonggak penting dalam diplomasi ekonomi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, sekaligus menandai babak baru hubungan perdagangan Indonesia dan Amerika Serikat yang lebih erat, terbuka, dan saling menguntungkan.

Red-Ervinna
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Indonesia–AS Perkuat Kerja Sama, Presiden Prabowo dan Donald Trump Akan Tandatangani Agreement on Reciprocal Trade

Trending Now