WAMENA,DETIKSATU.COM || Dewan Pimpinan Wilayah DPW IPMNI Wilayah Indonesia Timur resmi membuka Konferensi Cabang Konfercab ke-III DPC Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Nduga IPMNI Kota Studi Jayawijaya. Acara yang berlangsung di Gedung DUTA Wamena, Senin 11 Agustus 2026.
Pembukaan dilakukan oleh Ketua DPW IPMNI Wilayah Timur, Kris Beon, S.T. Ia menegaskan konfercab bukan sekadar seremonial pemilihan pengurus baru, melainkan momentum membangun fondasi organisasi yang kuat, solid, demokratis, serta melahirkan pemimpin yang berwibawa dan menjadi teladan bagi mahasiswa Nduga.
"Mahasiswa merupakan agents of change, Oleh karena itu pengurus yang terpilih harus berpikir kritis di tengah situasi Papua yang tidak kondusif," ujar Kris Beon.
Beon, meminta pengurus baru IPMNI Jayawijaya bersikap independen, netral, bijaksana, dan berwibawa dalam mengambil keputusan. Ia diminta merangkul seluruh mahasiswa asal Nduga yang studi di Jayawijaya serta membangun sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Nduga, DPP, DPW, dan DPC IPMNI se-Wilayah Timur.
"IPMNI harus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun SDM, memperkuat persatuan, menjaga kerukunan, dan mendorong generasi muda mengambil bagian dalam pembangunan Kabupaten Nduga," tegasnya.
Konfercab III ini mengusung tema RE-STRUKTUR dengan sub-tema Melalui Konfercab Membangun Struktur Organisasi IPMNI yang Efektif, Efisien, dan Akuntabel.
Pemerintah Dorong Mahasiswa Belajar Organisasi
Mewakili Pemerintah Frengki Gwijangge menekankan pentingnya mahasiswa disiplin dalam pendidikan formal sekaligus aktif dalam organisasi.
Menurutnya, organisasi adalah ruang melatih kepemimpinan dan berpikir kritis untuk membangun masa depan daerah.
"Organisasi ini kami dirikan di tengah krisis pemimpin. Karena itu pengurus yang dipilih harus berintegritas dan berwibawa agar mampu mencetak pemimpin yang profesional dan berdaya saing," kata Frengki.
Ia menambahkan Pemerintah Kabupaten Nduga akan terus mendorong mahasiswa Nduga melalui bantuan studi, baik moril maupun materil, agar dapat menyelesaikan pendidikan tepat waktu.
Alumni: Jadikan IPMNI Laboratorium Kepemimpinan
Alumni DPC-IPMNI Wamena sekaligus mantan pengurus, Inggipilik Kogoya, S.AP, menyampaikan hal senada. Ia menyebut IPMNI lahir di tengah krisis kepemimpinan sehingga harus menjadi laboratorium bagi mahasiswa.
"Saya mengajak mahasiswa/i Nduga yang masih kuliah untuk menjadikan IPMNI tempat berproses. Setelah selesai pendidikan bisa membawa perubahan dan memimpin daerah," ujarnya.
Ia menambahkan mahasiswa juga perlu memahami identitas dan integritas sebagai orang Nduga. Pendidikan non-formal melalui organisasi seperti IPMNI penting untuk membentuk karakter, mental, dan spiritual yang matang.
Rangkaian Konfercab III DPC-IPMNI Jayawijaya ini dihadiri alumni, OKP SIPAYUNG, dan mahasiswa Nduga se-Kota Studi Wamena.
Reporter. Saranus kogoya