Situbondo,detiksatu.com || Krisis pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, kembali membuat warga harus berhadapan dengan antrean panjang di hampir setiap SPBU, Rabu (9/9/2026). Kendaraan roda dua hingga roda empat terlihat mengular demi mendapatkan BBM.
Antrean panjang tersebut menjadi pemandangan yang nyaris tak terhindarkan. Pengendara harus rela menghabiskan waktu lebih lama hanya untuk mengisi bahan bakar kendaraan mereka.
Situasi ini jelas bukan perkara sepele. Bagi masyarakat Situbondo, BBM merupakan kebutuhan vital yang berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi, pekerjaan, pendidikan, hingga mobilitas sehari-hari.
Sejumlah pengendara bahkan harus datang lebih awal dan rela menunggu dalam antrean panjang. Kondisi tersebut membuat kekhawatiran masyarakat semakin meningkat, terutama jika pasokan tidak segera kembali normal.
Namun, Pemerintah Kabupaten Situbondo memastikan tidak tinggal diam. Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo atau yang akrab disapa Mas Rio terus bergerak cepat mencari jalan keluar di tengah persoalan pasokan BBM yang terjadi.
Langkah konkret mulai terlihat. Pasokan BBM tambahan secara resmi telah diberangkatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Situbondo.
Pada pengiriman tahap awal, sebanyak 24 kiloliter BBM diberangkatkan. Pasokan tersebut terdiri dari Biosolar B40, Pertamax, dan Pertalite.
Tidak hanya mengandalkan pengiriman tahap awal, pemerintah juga menambah armada distribusi. Satu mobil tangki tambahan kembali dikerahkan dengan total pasokan mencapai 136 kiloliter.
Tambahan pasokan dalam jumlah besar tersebut diharapkan menjadi jawaban atas keresahan masyarakat yang selama beberapa waktu terakhir harus menghadapi antrean panjang di SPBU.
Bupati Mas Rio menegaskan bahwa pemerintah terus bekerja untuk memastikan persoalan tersebut segera tertangani. Ia tidak ingin antrean panjang terus membebani masyarakat.
"Kami terus bergerak cepat untuk mengupayakan solusi. Pasokan tambahan sudah diberangkatkan dan kami berharap segera sampai sehingga antrean di SPBU bisa terurai," kata Mas Rio.
Menurutnya, pemerintah terus melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait agar distribusi BBM dapat berjalan cepat dan tepat sasaran. Setiap perkembangan di lapangan juga terus dipantau.
Mas Rio meminta masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Ia berharap masyarakat tidak terpancing kepanikan yang justru dapat membuat antrean semakin panjang.
"Kita berharap masyarakat tidak panik. Pemerintah terus berusaha memastikan pasokan tersedia. Yang penting sekarang adalah pasokan tambahan ini segera tiba dan didistribusikan," tegasnya.
Di sisi lain, masyarakat berharap langkah cepat pemerintah benar-benar berdampak langsung di SPBU. Mereka ingin antrean panjang segera berakhir, bukan sekadar menjadi pemandangan sehari-hari.
"Antreannya panjang sekali. Kami berharap pasokan tambahan segera datang karena BBM ini untuk bekerja. Kalau terlalu lama antre, aktivitas juga terganggu," ujar salah seorang warga, Rudi.
Keluhan serupa disampaikan warga lainnya. Menurutnya, kondisi BBM yang sulit diperoleh membuat masyarakat harus mengatur ulang aktivitas agar bisa mendapatkan bahan bakar.
"Kalau BBM lancar, masyarakat juga tenang. Kami berharap setelah pasokan tambahan datang, antrean tidak panjang lagi," katanya.
Panjangnya antrean juga berpotensi memberikan efek domino terhadap aktivitas masyarakat. Pengemudi, pedagang, pekerja, hingga pelaku usaha yang bergantung pada kendaraan membutuhkan kepastian ketersediaan BBM.
Karena itu, kedatangan pasokan tambahan menjadi harapan baru bagi masyarakat Situbondo. Sebanyak 24 kiloliter pada tahap awal serta tambahan armada dengan total pasokan mencapai 136 kiloliter diharapkan mampu mempercepat pemulihan distribusi.
Kini masyarakat menunggu satu hal: BBM kembali tersedia dan antrean segera bubar. Pemerintah Kabupaten Situbondo di bawah kepemimpinan Mas Rio memastikan upaya penanganan terus dilakukan agar persoalan pasokan tidak berlarut-larut dan roda kehidupan masyarakat kembali berjalan normal.
(Agus)