Lereng Gunung Gede Digempur Kebun Sayur, Pemkab Cianjur Soroti Risiko Banjir dan Longsor

Lereng Gunung Gede Digempur Kebun Sayur, Pemkab Cianjur Soroti Risiko Banjir dan Longsor

September 02, 2026 | September 02, 2026 WIB Last Updated 2026-09-02T13:56:51Z
CIANJUR,DETIKSATU.COM ||  Pemerintah Kabupaten Cianjur menyoroti aktivitas penanaman sayuran di lereng Gunung Gede menyusul kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).

Perhatian tersebut disampaikan Wakil Bupati Cianjur Abi Ramzi saat mendampingi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam kunjungan kerja di Wisata Alam Pangsalatan, Dusun 3, Kampung Dauwan, RT 07/05, Desa Cimacan, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Rabu (2/9/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk bertemu dengan relawan dan masyarakat yang terlibat dalam penanganan karhutla di kawasan TNGGP. Dalam kesempatan itu, pemerintah memberikan apresiasi dan bantuan kepada para relawan yang sebagian merupakan warga lokal dan sehari-hari bekerja sebagai porter pendaki.

Abi Ramzi mengatakan pemanfaatan lahan di lereng Gunung Gede perlu mendapat perhatian dalam pengelolaan kawasan hulu.

Salah satu aktivitas yang menjadi sorotan adalah penanaman sayuran di lereng. Menurut Abi Ramzi, kondisi tersebut perlu diperhatikan karena kawasan lereng memiliki keterkaitan dengan kondisi tata air dan wilayah di bawahnya.

Wilayah di bawah lereng Gunung Gede, termasuk Cipanas dan sekitarnya, merupakan kawasan yang terdapat aktivitas serta permukiman masyarakat.

Karena itu, Pemkab Cianjur akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk melihat kondisi pemanfaatan lahan di lereng Gunung Gede serta langkah pengelolaan lingkungan yang diperlukan.

Risiko banjir dan longsor menjadi bagian dari perhatian pemerintah dalam melihat kondisi kawasan hulu, terutama terkait kondisi lereng, tutupan vegetasi, tata air dan pola pemanfaatan lahan.

Selain pemanfaatan lahan, kondisi vegetasi yang terdampak karhutla juga menjadi bagian dari evaluasi pemerintah.

Abi Ramzi mengatakan pohon-pohon besar yang terbakar masih berpeluang tumbuh kembali apabila tidak ditebang atau akarnya tidak diangkat.

“Pohon-pohon besar yang terbakar, selama tidak ditebang atau diangkat akarnya, insyaAllah akan tumbuh kembali. Dari dinas provinsi juga sudah hadir dan siap mem-back up jika nantinya diperlukan penanaman kembali,” ujar Abi Ramzi.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat disebut siap memberikan dukungan apabila berdasarkan hasil evaluasi diperlukan penanaman kembali pada kawasan terdampak kebakaran.

Persoalan kebersihan kawasan konservasi juga menjadi perhatian pemerintah.

Edukasi kepada pendaki dan pengunjung akan diperkuat agar sampah tidak dibuang sembarangan, terutama di kawasan yang menjadi titik aktivitas pendakian seperti Alun-Alun Surya Kencana.

Pemkab Cianjur menyampaikan bahwa pengelolaan sampah di kawasan atas perlu diperhatikan karena kondisi kawasan hulu memiliki keterkaitan dengan wilayah di bawahnya, termasuk Cipanas.

Pemkab Cianjur juga akan melakukan koordinasi mengenai aktivitas pendakian di kawasan TNGGP, termasuk penerapan kuota jumlah pendaki.

Aktivitas komersial yang berkaitan dengan kegiatan wisata alam juga akan masuk dalam pembahasan bersama pihak terkait.

Koordinasi akan melibatkan Pemkab Cianjur, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pihak yang memiliki kewenangan dalam pengelolaan kawasan TNGGP.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan apresiasi dan bantuan kepada relawan serta masyarakat yang terlibat dalam penanganan karhutla TNGGP.

Sebagian relawan merupakan warga lokal yang bekerja sebagai porter pendaki dan turut membantu proses penanganan kebakaran di kawasan tersebut.

Pemkab Cianjur juga memberikan apresiasi terhadap BUMDes Cimacan yang memfasilitasi kegiatan wisata alam di wilayah Desa Cimacan.

Pemerintah daerah menyatakan pengelolaan wisata alam tetap perlu memperhatikan kondisi lingkungan dan kelestarian kawasan konservasi.

Pemkab Cianjur selanjutnya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pihak terkait mengenai pemulihan kawasan terdampak karhutla, pemanfaatan lahan di lereng, pengelolaan sampah, aktivitas pendakian, penerapan kuota serta kegiatan wisata alam di kawasan TNGGP. (Bet)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Lereng Gunung Gede Digempur Kebun Sayur, Pemkab Cianjur Soroti Risiko Banjir dan Longsor

Trending Now