Jember , detiksatu.com || Bukan angka kecil. Pemkab Jember menggelontorkan Rp187,38 miliar untuk revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan. Sebanyak 258 lembaga sekolah masuk dalam program tersebut.
Dana jumbo itu menyasar sekolah dari jenjang PAUD, TK, SD hingga SMP.
Menariknya, program tersebut tidak hanya menyentuh sekolah negeri. Lembaga pendidikan swasta juga ikut mendapat porsi anggaran.
Dari total 258 lembaga penerima, sebanyak 121 merupakan sekolah negeri dan 137 sekolah swasta. Seluruh lembaga tersebut telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS).
Bupati Jember, Gus Fawait, menegaskan revitalisasi sekolah bukan sekadar membangun atau memperbaiki gedung.
Lebih jauh, program tersebut diarahkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi peserta didik.
“Pendidikan yang unggul dimulai dari lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Alokasi dana revitalisasi ini kami bagikan secara proporsional, baik untuk lembaga negeri maupun swasta, agar anak-anak kita mendapatkan fasilitas belajar yang layak tanpa ada diskriminasi,” ujar Gus Fawait.
SD Jadi Penerima Terbesar
Dari rekapitulasi Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, porsi anggaran terbesar mengalir ke jenjang sekolah dasar.
Sebanyak 120 SD menerima bantuan dengan total Rp123,94 miliar. Rinciannya, 106 SD negeri dan 14 SD swasta.
Berikutnya, PAUD dan TK mendapatkan Rp46,25 miliar yang tersebar di 117 lembaga. Dari jumlah itu, tiga lembaga berstatus negeri dan 114 lainnya merupakan lembaga swasta.
Sementara jenjang SMP memperoleh alokasi Rp17,18 miliar untuk 21 lembaga. Terdiri atas 12 SMP negeri dan sembilan SMP swasta.
Besarnya anggaran yang digelontorkan membuat Pemkab Jember menaruh perhatian pada proses pengerjaan di lapangan. Pemkab memastikan program tersebut harus berjalan sesuai sasaran, mutu pekerjaan terjaga, dan manfaatnya benar-benar dirasakan sekolah.
Gus Fawait juga meminta masyarakat tidak hanya menjadi penonton. Warga diminta ikut mengawasi proses revitalisasi sekolah di wilayah masing-masing.
“Jika ada pengerjaan yang kurang pas dan janggal, bisa langsung melapor melalui kanal Wadul Gus’e,” tegasnya.
Program revitalisasi ini diharapkan menjadi salah satu pijakan Pemkab Jember dalam membenahi fasilitas pendidikan. Sebab, peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya berbicara soal proses belajar mengajar, tetapi juga tentang tempat yang layak bagi anak-anak untuk menimba ilmu.
(Wiwik)